Remaja Sehat Tanpa Anemia: Mahasiswa Kedokteran Universitas Andalas Ajak Siswi SMPN 13 Sijunjung Kenali dan Cegah Anemia Sejak Dini - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Monday, August 17, 2026

Remaja Sehat Tanpa Anemia: Mahasiswa Kedokteran Universitas Andalas Ajak Siswi SMPN 13 Sijunjung Kenali dan Cegah Anemia Sejak Dini



 

Pematang Panjang, Sijunjung — Masa remaja merupakan salah satu periode penting dalam kehidupan, terutama bagi remaja putri yang mulai mengalami berbagai perubahan fisik dan membutuhkan asupan gizi yang lebih optimal. Salah satu masalah kesehatan yang cukup dekat dengan remaja putri adalah anemia. Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa KKN Universitas Andalas dari bidang kedokteran melaksanakan program kerja “Remaja Sehat Tanpa Anemia” sebagai bentuk edukasi kesehatan bagi remaja putri di Nagari Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 23 Juli 2026 di SMPN 13 Sijunjung dan diikuti oleh 38 siswi. Seluruh peserta merupakan remaja putri yang menjadi sasaran utama kegiatan karena remaja putri memiliki kebutuhan zat besi yang perlu diperhatikan, terutama seiring dengan terjadinya menstruasi setiap bulan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya ingin memberikan pengetahuan mengenai anemia, tetapi juga mengajak para siswi untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan tubuhnya sendiri. Edukasi dikemas dalam suasana yang santai, interaktif, dan menyenangkan sehingga materi kesehatan yang cukup serius dapat diterima dengan lebih mudah oleh para peserta.

Dimulai dengan Pretest untuk Melihat Pengetahuan Awal

Kegiatan diawali dengan pretest yang diberikan kepada seluruh peserta. Pretest dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan awal para siswi mengenai anemia sebelum mendapatkan materi dari mahasiswa.

Para peserta diberikan beberapa pertanyaan seputar pengertian anemia, penyebab, tanda dan gejala, dampak anemia, serta cara pencegahannya. Hasil pretest kemudian menjadi gambaran awal bagi mahasiswa mengenai pemahaman peserta terhadap anemia.

Pelaksanaan pretest juga membuat para siswi mulai menyadari bahwa beberapa hal yang selama ini dianggap sepele ternyata berkaitan dengan kesehatan mereka. Rasa penasaran pun mulai muncul ketika peserta menemukan pertanyaan yang belum dapat mereka jawab dengan yakin.

Belajar Anemia dengan Cara yang Lebih Dekat dengan Remaja

Setelah pretest, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan presentasi mengenai anemia. Mahasiswa menyampaikan materi menggunakan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari para remaja.

Materi yang diberikan mencakup pengertian anemia, penyebab anemia, tanda dan gejala yang dapat dikenali, dampak anemia terhadap aktivitas dan prestasi belajar, hingga berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah anemia.

Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi, terutama makanan yang mengandung zat besi, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Mahasiswa turut menjelaskan mengenai Tablet Tambah Darah (TTD) dan perannya dalam membantu memenuhi kebutuhan zat besi pada remaja putri sesuai dengan program kesehatan yang berlaku.

Pembahasan mengenai TTD menjadi salah satu bagian yang menarik bagi peserta karena masih terdapat berbagai pertanyaan dan pemahaman yang berbeda-beda mengenai tablet tersebut. Mahasiswa kemudian memberikan penjelasan dengan cara yang mudah dipahami agar para siswi tidak hanya mengetahui apa itu TTD, tetapi juga memahami alasan mengapa konsumsi TTD penting bagi remaja putri.

Leaflet untuk Mengingat Kembali Pesan Kesehatan

Agar informasi yang diperoleh tidak hanya berhenti selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga membagikan leaflet edukasi “Remaja Sehat Tanpa Anemia” kepada seluruh peserta.

Leaflet tersebut berisi rangkuman informasi penting mengenai anemia, mulai dari pengertian, penyebab, tanda dan gejala, dampak, hingga cara pencegahannya. Dengan adanya leaflet, para siswi dapat membaca kembali materi setelah kegiatan selesai dan membagikan informasi tersebut kepada teman maupun anggota keluarga di rumah.

Pembagian leaflet juga menjadi salah satu cara sederhana untuk memastikan pesan kesehatan dapat terus diingat. Informasi yang singkat dan mudah dibaca diharapkan dapat membantu para peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi Tidak Harus Membosankan: Belajar Sambil Bermain

Setelah mendapatkan materi, suasana kegiatan dibuat semakin meriah melalui games edukatif yang melibatkan para peserta. Games menjadi salah satu cara mahasiswa untuk menciptakan suasana belajar yang lebih santai sekaligus menguji kembali pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.

Para siswi terlihat lebih aktif dan antusias ketika mengikuti permainan. Suasana yang sebelumnya cukup serius saat pemaparan materi berubah menjadi lebih ramai dan penuh semangat.

Melalui games tersebut, peserta kembali mengingat beberapa informasi penting mengenai anemia tanpa merasa sedang mengikuti pembelajaran yang kaku. Cara ini juga membuat peserta lebih berani untuk berinteraksi dan menunjukkan pengetahuan yang telah mereka dapatkan.

Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter remaja, pesan kesehatan diharapkan dapat lebih mudah diterima dan diingat.

Posttest Menunjukkan Adanya Peningkatan Pengetahuan

Setelah seluruh rangkaian materi dan games selesai, para peserta kembali diberikan posttest. Posttest dilakukan untuk melihat perubahan pengetahuan peserta setelah mengikuti sosialisasi.

Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari hasil pretest ke posttest. Peningkatan tersebut menjadi salah satu capaian positif dari pelaksanaan program “Remaja Sehat Tanpa Anemia”.

Hasil ini menunjukkan bahwa materi yang diberikan selama kegiatan dapat membantu meningkatkan pemahaman para siswi mengenai anemia. Hal-hal yang sebelumnya belum diketahui atau masih dipahami secara kurang tepat mulai dapat dipahami setelah peserta mengikuti rangkaian edukasi.

Peningkatan hasil posttest juga menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan metode edukasi kesehatan yang lebih menarik dan sesuai dengan kelompok usia remaja. Bagi para peserta sendiri, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk lebih memperhatikan kesehatan dan kebutuhan gizi mereka.

Ditutup dengan Tanya Jawab dan Diskusi Bersama

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan yang masih ingin mereka ketahui mengenai anemia.

Suasana diskusi berlangsung cukup interaktif. Para siswi dapat bertanya secara langsung kepada mahasiswa mengenai hal-hal yang berkaitan dengan anemia dan kesehatan remaja. Sesi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk meluruskan informasi yang kurang tepat sekaligus memberikan penjelasan yang lebih sesuai dengan kondisi yang sering ditemui oleh remaja dalam kehidupan sehari-hari.

Tanya jawab juga menjadi bagian penting karena tidak semua pertanyaan dapat terjawab hanya melalui materi presentasi. Melalui komunikasi dua arah, mahasiswa dapat mengetahui hal-hal yang menjadi perhatian para siswi, sementara peserta mendapatkan kesempatan untuk memperoleh informasi secara langsung.

Menanamkan Kesadaran Sehat Sejak Masa Remaja

Program “Remaja Sehat Tanpa Anemia” bukan sekadar kegiatan penyampaian materi mengenai anemia. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi upaya untuk menanamkan kesadaran kepada remaja putri bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian penting dari mempersiapkan masa depan.

Anemia yang tidak dikenali dan ditangani dengan baik dapat memengaruhi kondisi tubuh serta aktivitas sehari-hari. Karena itu, mengenali tanda-tanda anemia, memperhatikan asupan makanan bergizi, serta memahami pentingnya pencegahan merupakan pengetahuan yang penting dimiliki sejak remaja.

Mahasiswa KKN Universitas Andalas berharap para siswi tidak hanya mengingat materi yang diberikan pada hari kegiatan, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat dibagikan kepada teman, saudara, maupun keluarga sehingga manfaat edukasi dapat menjangkau lebih banyak orang.

Kegiatan yang diikuti oleh 38 siswi ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa kedokteran Universitas Andalas dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Nagari Pematang Panjang.

Melalui kegiatan sederhana yang dikemas dengan pretest, sosialisasi, leaflet, games, posttest, dan diskusi, mahasiswa berusaha menjadikan edukasi kesehatan sebagai sesuatu yang dekat dan menyenangkan bagi remaja. Adanya peningkatan hasil pengetahuan dari pretest ke posttest menjadi capaian yang menggembirakan sekaligus menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi peserta.

Pada akhirnya, remaja sehat adalah investasi untuk masa depan. Dengan pengetahuan yang cukup, kebiasaan hidup sehat, dan kepedulian terhadap kondisi tubuh sendiri, para remaja putri diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat, aktif, dan siap menghadapi masa depan.

“Remaja Sehat Tanpa Anemia” bukan hanya tentang mengenal anemia, tetapi tentang berani peduli pada kesehatan diri sendiri sejak sekarang. Karena menjaga kesehatan hari ini adalah langkah kecil untuk membangun masa depan yang lebih baik.


No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS