Menanamkan Kesadaran Bahaya NAPZA pada Pelajar, Mahasiswa KKN Pematang Panjang bawakan Program Generasi Sehat Tanpa NAPZA - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Monday, August 17, 2026

Menanamkan Kesadaran Bahaya NAPZA pada Pelajar, Mahasiswa KKN Pematang Panjang bawakan Program Generasi Sehat Tanpa NAPZA

 


Penulis: Kaisa Kamila Putri Purnomo

Universitas Andalas Program Studi Kedokteran



Mencegah penyalahgunaan narkotika tidak selalu harus dimulai ketika seseorang telah berhadapan dengan masalah. Kesadaran justru perlu ditanamkan sejak usia sekolah, ketika remaja mulai mengenal lingkungan pergaulan yang lebih luas dan menghadapi berbagai pengaruh dari sekitarnya.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Generasi Sehat Tanpa NAPZA yang dilaksanakan di SMPN 13 Sijunjung, Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menyasar siswa laki-laki kelas 7 hingga kelas 9 sebagai upaya memberikan pemahaman sejak dini mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA.

Masa remaja merupakan fase ketika rasa ingin tahu dan keinginan untuk mencoba hal-hal baru berkembang cukup kuat. Di sisi lain, pengaruh teman sebaya dan lingkungan pergaulan juga dapat memengaruhi cara remaja mengambil keputusan. Kondisi tersebut membuat pengetahuan mengenai NAPZA menjadi salah satu bekal penting yang perlu dimiliki pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya diperkenalkan dengan pengertian NAPZA. Materi yang diberikan mencakup jenis-jenis NAPZA, NAPZA dari perspektif kesehatan dan hukum, dampak penyalahgunaan terhadap kehidupan seseorang, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA pada usia remaja.

Sebelum materi disampaikan, siswa terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk melihat sejauh mana pengetahuan awal mereka mengenai NAPZA. Setelah itu, edukasi diberikan secara interaktif menggunakan media presentasi dan poster. Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan kuis yang mendorong siswa untuk berpartisipasi secara langsung.

Suasana kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi satu arah. Siswa diberikan ruang untuk bertanya dan menguji kembali pemahaman mereka melalui kuis. Bingkisan juga diberikan kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mereka selama kegiatan.

Setelah seluruh rangkaian edukasi selesai, siswa kembali diberikan post-test dengan materi yang berkaitan dengan pre-test. Perbandingan kedua hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah memperoleh edukasi mengenai NAPZA.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa edukasi kesehatan dengan penyampaian yang sederhana dan interaktif dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Bagi siswa, pemahaman mengenai NAPZA bukan hanya tentang mengetahui nama atau jenis zat yang berbahaya, tetapi juga tentang mengenali risiko, memahami dampaknya, dan memiliki keberanian untuk menolak ajakan yang dapat membawa mereka pada perilaku berisiko.

Penyalahgunaan NAPZA sendiri dapat memberikan dampak yang luas. Tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik dan psikologis, penyalahgunaan zat juga dapat memengaruhi proses belajar, hubungan dengan keluarga dan teman, serta kehidupan sosial remaja. Ketika terjadi sejak usia muda, dampaknya bahkan berpotensi mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan serta memengaruhi kualitas kehidupan di masa mendatang. Karena itu, sekolah menjadi salah satu lingkungan strategis dalam upaya pencegahan. Selain sebagai tempat memperoleh pengetahuan akademik, sekolah juga menjadi ruang bagi siswa untuk membentuk karakter, membangun relasi sosial, dan belajar mengambil keputusan.

Edukasi mengenai NAPZA di lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih mampu menjaga diri dan memilih lingkungan pergaulan yang positif. Antusiasme siswa selama kegiatan menjadi salah satu hal yang terlihat dalam pelaksanaan sosialisasi. Keaktifan mereka dalam mengikuti materi, mengajukan pertanyaan, hingga berpartisipasi dalam kuis menunjukkan bahwa isu mengenai bahaya NAPZA dapat disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan dunia pelajar.

Upaya membangun generasi sehat tanpa NAPZA tentu tidak dapat dilakukan dalam satu kegiatan saja. Diperlukan keterlibatan berkelanjutan dari sekolah, guru, keluarga, tenaga kesehatan, serta lingkungan masyarakat untuk menciptakan ruang tumbuh yang aman bagi remaja.

Melalui edukasi yang dimulai sejak bangku sekolah, harapannya para pelajar tidak hanya menjadi generasi yang mengetahui bahaya NAPZA, tetapi juga generasi yang mampu mengambil keputusan dengan bijak, berani berkata tidak terhadap penyalahgunaan NAPZA, dan memilih jalan yang mendukung kesehatan serta masa depan mereka.

Generasi sehat tanpa NAPZA bukan sekadar slogan. Ia dimulai dari pengetahuan, tumbuh melalui kesadaran, dan diwujudkan melalui keberanian untuk memilih hidup yang lebih sehat.



No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS