Bersama Mewujudkan Nagari Bebas Stunting, Mahasiswa Kedokteran Universitas Andalas Edukasi Masyarakat Pematang Panjang tentang Stunting dan ASI Eksklusif - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Monday, August 17, 2026

Bersama Mewujudkan Nagari Bebas Stunting, Mahasiswa Kedokteran Universitas Andalas Edukasi Masyarakat Pematang Panjang tentang Stunting dan ASI Eksklusif


 Oleh : Riri Kur Nur, Kedokteran Universitas Andalas



 Pematang Panjang, Sijunjung — Membangun generasi yang sehat tidak dimulai ketika seorang anak sudah tumbuh besar. Upaya tersebut justru dimulai sejak masa kehamilan, bahkan sejak keluarga mulai mempersiapkan kehadiran seorang anak. Berangkat dari pentingnya pemahaman tersebut, mahasiswa KKN Universitas Andalas dari bidang kedokteran melaksanakan program kerja “Sosialisasi Gerakan Nagari Bebas Stunting dan ASI Eksklusif” di Nagari Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung.


Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Tidak hanya menyampaikan informasi, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi secara langsung dengan masyarakat mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, terutama pencegahan stunting serta pentingnya pemberian ASI eksklusif.

Program kerja tersebut dilaksanakan selama dua hari di dua jorong yang berbeda. Kegiatan pertama dilaksanakan pada 14 Juli 2026 di Jorong Koran, kemudian dilanjutkan pada 15 Juli 2026 di Jorong Koto Tangah. Setiap pelaksanaan kegiatan dihadiri oleh sekitar 20 peserta. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia dan latar belakang, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga beberapa ibu yang berusia di atas 50 tahun.

Keberagaman peserta menjadi salah satu hal menarik dalam kegiatan ini. Meskipun sasaran utama materi berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, kehadiran peserta dari kelompok usia yang lebih tua menunjukkan bahwa perhatian terhadap tumbuh kembang anak bukan hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu. Keluarga dan lingkungan sekitar juga memiliki peran dalam mendukung ibu selama masa kehamilan dan menyusui serta dalam memastikan anak mendapatkan kebutuhan gizi dan pengasuhan yang baik.

Mengenal Stunting dan Pentingnya Pencegahan Sejak Dini

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai stunting yang disampaikan oleh mahasiswa. Penyampaian materi dilakukan secara langsung melalui presentasi dengan menggunakan bahasa yang sederhana agar dapat dipahami oleh peserta dari berbagai kelompok usia.

Peserta diperkenalkan dengan pengertian stunting serta perbedaannya dengan kondisi anak yang sekadar memiliki tubuh pendek. Mahasiswa juga menjelaskan bahwa stunting berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang dapat terjadi akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang serta berbagai faktor lainnya.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa menekankan bahwa stunting bukanlah masalah yang muncul secara tiba-tiba. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak. Karena itu, pencegahannya juga perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak.

Ibu hamil diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan, memenuhi kebutuhan gizi, melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta memperhatikan kondisi kesehatan ibu. Sementara itu, bagi ibu yang sudah memiliki anak, edukasi diarahkan pada pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi anak sesuai dengan tahapan pertumbuhannya.

Peserta juga diajak untuk memahami bahwa pertumbuhan anak bukan hanya dilihat dari berat dan tinggi badan. Perkembangan anak, kondisi kesehatan, pola makan, serta lingkungan tempat anak tumbuh juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

ASI Eksklusif sebagai Bagian Penting dalam Awal Kehidupan Anak

Selain stunting, materi mengenai ASI eksklusif menjadi bagian utama dalam sosialisasi. Mahasiswa menjelaskan bahwa pemberian ASI merupakan salah satu bentuk dukungan penting bagi kesehatan dan pertumbuhan bayi pada awal kehidupannya.

Materi disampaikan mulai dari pengertian ASI eksklusif, manfaat ASI bagi bayi dan ibu, hingga pentingnya memberikan ASI secara optimal. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai manfaat ASI dalam mendukung kebutuhan nutrisi bayi sekaligus membantu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berusaha menyampaikan bahwa keberhasilan pemberian ASI tidak hanya bergantung pada ibu. Dukungan keluarga juga memiliki peranan yang sangat penting. Ibu menyusui membutuhkan dukungan, baik secara emosional maupun dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan adanya dukungan dari suami, orang tua, maupun anggota keluarga lainnya, ibu diharapkan dapat menjalani masa menyusui dengan lebih nyaman.

Peserta kemudian diajak untuk berdiskusi mengenai berbagai kondisi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kekhawatiran ibu mengenai ASI, kebiasaan keluarga dalam memberikan makanan atau minuman kepada bayi, hingga pentingnya mendapatkan informasi kesehatan dari sumber yang tepat.

Leaflet sebagai Media Edukasi yang Dapat Dibawa Pulang

Agar informasi yang diberikan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, mahasiswa juga membagikan leaflet mengenai Gerakan Nagari Bebas Stunting dan ASI Eksklusif kepada para peserta.

Leaflet tersebut memuat poin-poin penting mengenai stunting, langkah pencegahan, serta informasi seputar ASI eksklusif. Penggunaan leaflet diharapkan dapat mempermudah peserta untuk membaca kembali materi setelah kegiatan selesai.

Lebih dari sekadar media informasi, leaflet juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk meneruskan pesan kesehatan dari satu orang ke anggota keluarga lainnya. Peserta dapat membawa pulang leaflet tersebut dan membagikan informasi yang diperoleh kepada suami, anak, orang tua, maupun anggota keluarga lainnya.

Dengan demikian, edukasi yang dilakukan tidak hanya berhenti pada sekitar 20 peserta yang hadir dalam setiap kegiatan, tetapi dapat terus menyebar melalui lingkungan keluarga dan masyarakat.

Diskusi Hangat dan Sesi Tanya Jawab

Setelah pemaparan materi dan pembagian leaflet, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi ini menjadi salah satu bagian yang paling interaktif karena peserta memiliki kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung.

Beberapa peserta turut berdiskusi mengenai hal-hal yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait kehamilan, menyusui, dan pertumbuhan anak. Suasana diskusi berlangsung cukup santai sehingga peserta lebih leluasa menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman yang pernah mereka alami.

Bagi mahasiswa, sesi tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengetahui bagaimana pemahaman dan kebiasaan masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak. Interaksi dua arah ini membuat kegiatan tidak hanya menjadi penyampaian materi dari mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menjadi proses saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Kehadiran ibu-ibu dari berbagai kelompok usia juga membuat diskusi menjadi semakin beragam. Peserta yang lebih tua dapat berbagi pengalaman yang mereka miliki, sementara mahasiswa memberikan informasi berdasarkan pengetahuan kesehatan yang telah dipelajari. Perpaduan antara pengalaman masyarakat dan edukasi kesehatan tersebut membuat kegiatan terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mendorong Peran Bersama dalam Pencegahan Stunting

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas ingin menanamkan pemahaman bahwa gerakan bebas stunting bukan hanya tugas tenaga kesehatan. Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat secara bersama-sama.

Ibu hamil perlu mendapatkan perhatian dan dukungan untuk menjaga kesehatannya. Ibu menyusui membutuhkan lingkungan yang mendukung agar dapat memberikan ASI secara optimal. Sementara itu, keluarga dan masyarakat juga perlu memiliki pengetahuan yang cukup agar dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Hal sederhana seperti memperhatikan asupan makanan, menjaga kebersihan, memanfaatkan pelayanan kesehatan, memantau pertumbuhan anak, serta memberikan dukungan kepada ibu dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah masalah gizi.

Mahasiswa berharap kegiatan edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa seribu hari pertama kehidupan merupakan periode yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Pengetahuan yang dimiliki masyarakat diharapkan dapat mendorong perubahan kebiasaan yang lebih baik dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Dari Edukasi Menuju Gerakan Bersama

Pelaksanaan kegiatan di Jorong Koran dan Jorong Koto Tangah menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa KKN Universitas Andalas. Tidak hanya belajar menyampaikan materi kesehatan kepada masyarakat, mahasiswa juga belajar bagaimana berkomunikasi dengan berbagai kelompok usia dan menyesuaikan penyampaian informasi dengan kondisi masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Ilmu yang diperoleh selama berada di lingkungan akademik dapat dibagikan secara langsung kepada masyarakat dengan harapan memberikan manfaat yang nyata.

Program “Sosialisasi Gerakan Nagari Bebas Stunting dan ASI Eksklusif” diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan satu kali selama pelaksanaan KKN. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk terus memperhatikan kesehatan ibu dan anak serta menyebarkan pengetahuan yang telah diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, mewujudkan nagari bebas stunting bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam satu kegiatan. Dibutuhkan kepedulian, pengetahuan, dukungan, dan kebiasaan baik yang dilakukan secara terus-menerus. Satu ibu yang memahami pentingnya gizi dapat membawa perubahan bagi keluarganya. Satu keluarga yang peduli dapat menjadi awal perubahan bagi lingkungannya. Dan dari langkah-langkah kecil tersebut, cita-cita untuk mewujudkan generasi Pematang Panjang yang sehat dapat tumbuh bersama.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas berharap semangat “Nagari Bebas Stunting” tidak berhenti pada materi yang disampaikan ataupun leaflet yang dibawa pulang, tetapi dapat terus hidup dalam kebiasaan masyarakat sehari-hari. Karena generasi sehat tidak hadir secara kebetulan, melainkan dipersiapkan sejak dini melalui perhatian, pengetahuan, dan kepedulian bersama.



No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS