Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 1 Universitas Andalas melaksanakan kegiatan edukasi literasi keuangan bertajuk Smart Saving Kids di SDN 15 Pematang Panjang, Senin (12/1). Program ini menargetkan siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan tujuan menanamkan kebiasaan menabung serta pemahaman dasar pengelolaan keuangan sejak usia dini. Sebanyak 116 siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias dari awal hingga akhir.
Program Smart Saving Kids dirancang sebagai respons terhadap kondisi nyata yang dihadapi siswa, khususnya sejak diberlakukannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan adanya program tersebut, sebagian siswa memiliki sisa uang jajan yang berpotensi digunakan secara konsumtif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN mengajak siswa untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan cara yang lebih bermanfaat, yaitu menabung dan mengelola uang secara bijak.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi ringan mengenai pentingnya menabung. Mahasiswa KKN menjelaskan konsep keuangan menggunakan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Anak-anak diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta alasan mengapa tidak semua uang jajan harus langsung dihabiskan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar siswa tetap fokus.
Tidak berhenti pada teori, mahasiswa KKN juga mengajak siswa mempraktikkan langsung kebiasaan menabung. Celengan digunakan sebagai media utama untuk memperkenalkan cara menyimpan uang secara bertahap. Setiap siswa diajak membayangkan bahwa uang kecil yang disisihkan secara rutin dapat terkumpul menjadi jumlah yang lebih besar. Pendekatan ini membuat konsep menabung terasa lebih nyata dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Selain itu, siswa diminta membuat catatan kecil atau impian yang ingin mereka capai melalui tabungan. Beberapa siswa menuliskan keinginan membeli alat tulis, rumah, hingga membantu orang tua. Menurut Rara Rifanda, mahasiswa KKN Jurusan Manajemen yang menjadi penanggung jawab utama program kerja, metode ini efektif untuk menumbuhkan motivasi menabung. “Ketika anak-anak punya tujuan, mereka jadi lebih semangat menyisihkan uang dan tidak mudah tergoda untuk jajan berlebihan,” ujarnya.
Materi selanjutnya membahas pengelolaan uang saku sederhana. Mahasiswa KKN memperkenalkan konsep anggaran harian dengan contoh praktis, seperti membagi uang jajan untuk kebutuhan, tabungan, dan cadangan. Diskusi mengenai kebiasaan belanja impulsif juga menjadi perhatian, mengingat anak-anak cenderung membeli sesuatu karena ajakan teman atau keinginan sesaat. Melalui diskusi ini, siswa diajak berpikir sebelum membelanjakan uang.
Menariknya, program Smart Saving Kids juga memperkenalkan konsep investasi dasar secara ringan dan sesuai usia. Rara Rifanda juga menjelaskan bahwa anak-anak dikenalkan pada pemahaman bahwa uang tidak hanya disimpan, tetapi juga bisa dikelola agar memberikan manfaat di masa depan. Contoh yang digunakan antara lain menabung di tempat yang aman atau membeli barang yang nilainya dapat bertambah seiring waktu. “Kami tidak masuk ke istilah rumit, yang penting anak-anak paham bahwa uang bisa ‘berkembang’ jika dikelola dengan baik,” jelasnya.
Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Salah satu siswa kelas 5, Qira, mengaku termotivasi setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Aku mau punya usaha sendiri kalau sudah besar, jadi harus mulai belajar mengatur uang dari sekarang,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan pola pikir jangka panjang pada anak-anak.
Untuk menjaga suasana tetap menyenangkan, kegiatan diselingi dengan permainan edukatif seperti game teka teki silang dan sesi tanya jawab interaktif. Pertanyaan sederhana seperti memilih antara membeli jajanan atau menabung memicu diskusi seru di antara siswa. Mahasiswa KKN memanfaatkan momen ini untuk melatih kemampuan berpikir kritis anak-anak dalam mengambil keputusan finansial sederhana.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program ini. ”Kehadiran program literasi keuangan dinilai sebagai pelengkap yang bermanfaat,” ujar Kepala Sekolah SD N 15 Pematang Panjang. Mahasiswa KKN menilai bahwa anak-anak di daerah tersebut memiliki potensi besar, namun masi memerlukan pendampingan agar terbiasa dengan keterampilan hidup yang relevan.
Meski mendapat respons positif, mahasiswa KKN juga mencatat adanya tantangan dalam menjaga keberlanjutan kebiasaan menabung. Peran orang tua dinilai sangat penting untuk memperkuat kebiasaan yang telah diperkenalkan di sekolah. “Kami berharap ada kerja sama lanjutan antara sekolah dan orang tua agar anak-anak terus dibimbing di rumah,” ujar Aini.
Melalui program Smart Saving Kids, mahasiswa KKN Reguler 1 Universitas Andalas menunjukkan bahwa pendidikan keuangan dapat disampaikan dengan cara yang sederhana, kontekstual, dan menyenangkan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peran mahasiswa KKN tidak hanya sebatas menjalankan program, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam membangun kesadaran finansial sejak dini. Bagi SDN 15 Pematang Panjang, program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang lebih mandiri dan bijak dalam mengelola keuangan di masa depan.





No comments:
Post a Comment