Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung — Universitas Andalas melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler I Tahun 2026 sukses melaksanakan kegiatan bertajuk “Dari Sampah Menjadi Karya: Pembuatan Eco Brick sebagai Media Edukasi Lingkungan”. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 31 Januari hingga 3 Februari 2026, dengan fokus pada pengolahan sampah plastik menjadi eco brick, penataan ruang publik, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Proses Kreatif Berbasis Komunitas
Sebagai tahap awal, tim KKN Reguler I Universitas Andalas melakukan pengumpulan sampah plastik sejak minggu pertama pelaksanaan KKN. Sampah plastik tersebut kemudian dipilah, dibersihkan, dan dimasukkan ke dalam botol plastik hingga mencapai kepadatan optimal untuk dijadikan eco brick. Proses pembuatan eco brick dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026.
Eco brick yang telah selesai diproduksi kemudian dipasang sebagai media karya lingkungan di kawasan Tugu Simpang Empat Nagari Pematang Panjang pada 2–3 Februari 2026. Eco brick ini dirangkai membentuk tulisan identitas “Pematang Panjang”, yang menjadi simbol kebanggaan nagari sekaligus wujud komitmen terhadap pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan. Penggunaan kombinasi material bambu dan eco brick menjadi ciri khas proyek ini, yang menggabungkan estetika lokal dengan konsep ramah lingkungan.
Selain itu, kegiatan ini juga mencakup pengecatan ulang pos ronda di sekitar kawasan tugu yang dilaksanakan bersama Pemerintah Nagari Pematang Panjang, sehingga area tersebut tampil lebih rapi, berwarna, dan memiliki nilai edukatif serta sosial.
Pembuatan Taman Apotik Hidup
Sebagai bagian dari penguatan konsep keberlanjutan, tim KKN Reguler I Universitas Andalas juga membangun Taman Apotik Hidup yang berlokasi di belakang tulisan “Pematang Panjang”. Taman ini ditanami berbagai jenis tanaman obat dan herbal yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sekitar untuk kebutuhan kesehatan tradisional dan edukasi lingkungan.
Keberadaan Taman Apotik Hidup diharapkan dapat menjadi ruang hijau edukatif, sekaligus sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan nagari.
Kolaborasi Untuk Perubahan
Penanggung Jawab Proker ini, Nadiyah Aprilia, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk “mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus memperkuat identitas nagari melalui seni berbasis lingkungan.” Menurutnya, pendekatan edukasi melalui aksi nyata seperti pembuatan eco brick dan taman apotik hidup dinilai lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.
Penanggung jawab utama kegiatan ini adalah Nadiyah Aprilia, mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan, yang berperan dalam perencanaan konsep, pengolahan eco brick, serta penguatan aspek edukasi lingkungan. Kegiatan ini juga didukung oleh Silvi, mahasiswa Jurusan Biologi, yang berperan sebagai partner dalam perancangan dan pemilihan tanaman pada Taman Apotik Hidup, serta integrasi aspek ekologi dan keanekaragaman hayati.
Pemerintah Nagari Pematang Panjang melalui Kasi Pelayanan Kantor Wali Nagari Pematang Panjang, Andrean Febrizal, S.Pd memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. “Kolaborasi antara KKN Universitas Andalas dan pihak nagari membuka peluang besar untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah dan pemanfaatan lingkungan. Kami berharap Tugu Simpang Empat tidak hanya menjadi titik geografis, tetapi juga simbol kesadaran dan kepedulian lingkungan,” ujarnya.
Dampak Edukasi dan Keberlanjutan
Eco brick yang terpasang di kawasan tugu kini berfungsi sebagai media edukasi lingkungan, mengajak masyarakat untuk membiasakan pemilahan dan daur ulang sampah plastik. Proses pembuatan eco brick yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat menjadi contoh nyata bahwa sampah dapat diolah menjadi karya bernilai guna dan estetika.
Sementara itu, Taman Apotik Hidup memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekitar, baik dari sisi kesehatan, edukasi, maupun peningkatan kualitas ruang terbuka hijau di nagari.





No comments:
Post a Comment