Ticker

6/recent/ticker-posts

Sehat Fisik dan Mental dalam Kehidupan Sehari-hari


Oleh : Mifta huljanah.                                    Nim : 2501011059

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN.     UNIVERSITAS DHARMAS INDONESIA TAHUN 2026


Dosen Pengampu :   Dr. Amar Salahuddin, M.Pd

 


Kesehatan merupakan aspek penting yang menentukan kualitas hidup manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep sehat sering kali dipahami secara sempit sebagai kondisi tubuh yang tidak sakit. 

Padahal, menurut World Health Organization (WHO), sehat adalah keadaan sejahtera secara fisik, mental, dan sosial, bukan hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan. Definisi ini menunjukkan bahwa kesehatan fisik dan mental merupakan dua komponen yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Bagi masyarakat modern, terutama mahasiswa dan tenaga kesehatan, pemahaman tentang kesehatan fisik dan mental menjadi sangat penting dalam menghadapi berbagai tuntutan hidup.

Secara faktual, kesehatan fisik berkaitan dengan kemampuan tubuh dalam menjalankan fungsi biologis secara optimal. Kesehatan fisik dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, serta kebiasaan hidup sehat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan obesitas. Selain itu, konsumsi makanan bergizi seimbang sangat berperan dalam menjaga daya tahan tubuh dan mencegah kekurangan gizi maupun kelebihan berat badan.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak orang belum menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Gaya hidup modern yang serba cepat membuat masyarakat cenderung mengonsumsi makanan instan, jarang berolahraga, serta kurang tidur. Kebiasaan ini berdampak langsung pada penurunan kesehatan fisik. Kurangnya aktivitas fisik dan pola makan tidak teratur terbukti meningkatkan risiko kelelahan, gangguan pencernaan, serta penurunan imunitas tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan fisik bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga tanggung jawab setiap individu.

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga memiliki peran yang sama penting dalam kehidupan sehari-hari. Kesehatan mental berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengelola stres, mengendalikan emosi, berpikir secara positif, dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Fakta menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi semakin meningkat, terutama pada kelompok usia produktif. Tekanan akademik, beban pekerjaan, masalah ekonomi, serta pengaruh media sosial menjadi faktor yang berkontribusi terhadap gangguan mental.

Menurut data kesehatan, individu dengan kondisi mental yang kurang baik cenderung mengalami gangguan tidur, penurunan konsentrasi, dan berkurangnya motivasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bahkan, gangguan mental yang berkepanjangan dapat berdampak pada kesehatan fisik, seperti sakit kepala, gangguan lambung, hingga menurunnya daya tahan tubuh. Fakta ini memperkuat bahwa kesehatan mental dan fisik saling memengaruhi dan harus diperhatikan secara seimbang.

Dalam perspektif keperawatan, kesehatan fisik dan mental dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh. Perawat tidak hanya berperan dalam merawat pasien secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan psikologis agar pasien mampu beradaptasi dengan kondisi kesehatannya. Pendekatan holistik dalam keperawatan menekankan pentingnya memperhatikan aspek bio-psiko-sosial dalam memberikan asuhan keperawatan. Dengan pendekatan ini, proses penyembuhan dan peningkatan kualitas hidup pasien dapat berjalan lebih optimal.

Menurut opini penulis, menjaga kesehatan fisik dan mental dalam kehidupan sehari-hari seharusnya menjadi prioritas utama, bukan hanya ketika seseorang mengalami sakit. Banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan setelah tubuh atau mentalnya mengalami gangguan. Padahal, upaya promotif dan preventif jauh lebih efektif dibandingkan upaya kuratif. 

Kebiasaan sederhana seperti berolahraga ringan, mengatur pola makan, tidur cukup, serta meluangkan waktu untuk relaksasi dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan secara keseluruhan.

Selain itu, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental masih perlu ditingkatkan. Dalam masyarakat, gangguan mental sering kali dianggap sebagai hal yang sepele atau bahkan dianggap sebagai kelemahan pribadi. 

Menurut opini penulis, stigma ini harus dihilangkan agar individu tidak ragu untuk mencari bantuan ketika mengalami masalah psikologis. Lingkungan yang suportif, komunikasi yang baik, serta edukasi kesehatan mental sangat dibutuhkan untuk menciptakan masyarakat yang sehat secara menyeluruh.

Dalam kehidupan sehari-hari, peran individu sangat menentukan dalam menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental. Namun, dukungan lingkungan dan sistem kesehatan juga tidak kalah penting. Fasilitas kesehatan, ruang terbuka hijau, serta program promosi kesehatan perlu dioptimalkan agar masyarakat memiliki akses yang memadai untuk menjaga kesehatannya. Bagi mahasiswa keperawatan, pemahaman ini menjadi bekal penting untuk memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.

Sebagai kesimpulan opini, sehat fisik dan mental merupakan fondasi utama dalam menjalani kehidupan yang produktif dan bermakna. Kesehatan tidak hanya diukur dari kondisi tubuh yang kuat, tetapi juga dari pikiran yang tenang dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai tantangan hidup. 

Dengan menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental dalam kehidupan sehari-hari, individu dapat meningkatkan kualitas hidupnya serta berkontribusi secara optimal bagi keluarga dan masyarakat.

Post a Comment

0 Comments


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS