Oleh : CHYNTIA PUTRI ANDINI Nim : 2501041004
PROGRAM STUDI S1 KEBIDANAN. FAKULTAS ILMU KESEHATAN. UNIVERSITAS DHARMAS INDONESIA TAHUN 2026
Dosen Pengampu : Dr. Amar Salahuddin, M.Pd
Profesi bidan sering kali dipahami sebatas membantu proses persalinan. Padahal, makna kebidanan jauh lebih luas dari itu.
Bidan adalah pendamping perempuan dalam seluruh siklus kehidupannya, mulai dari remaja, masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga keluarga berencana.
Dalam peran tersebut, bidan memikul tanggung jawab besar yang menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan masa depan seorang ibu dan anak.
Di era modern seperti saat ini, profesi bidan dihadapkan pada berbagai perubahan dan tantangan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan menuntut bidan untuk terus meningkatkan kompetensi diri. Standar pelayanan semakin tinggi, sementara tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan juga semakin besar.
Tidak jarang, bidan harus bekerja di bawah tekanan waktu, keterbatasan fasilitas, dan kondisi lapangan yang tidak ideal.
Namun, tantangan tersebut tidak mengurangi nilai kemanusiaan dalam praktik kebidanan. Justru di sinilah letak keistimewaan profesi bidan.
Dalam setiap proses persalinan, bidan bukan hanya mengandalkan pengetahuan klinis, tetapi juga kepekaan emosi dan empati. Kehadiran bidan yang sabar, komunikatif, dan menenangkan dapat membantu ibu menghadapi salah satu momen paling krusial dalam hidupnya.
Selain itu, bidan memiliki peran penting sebagai pendidik kesehatan di tengah masyarakat. Edukasi tentang kesehatan reproduksi, kehamilan sehat, persiapan persalinan, hingga perawatan bayi baru lahir merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas bidan.
Melalui edukasi yang tepat, bidan dapat mencegah berbagai risiko kesehatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan ibu dan anak sejak dini.
Mahasiswa kebidanan sebagai calon bidan juga memiliki tantangan tersendiri. Proses pendidikan yang tidak mudah, praktik klinik yang menuntut kesiapan mental, serta tanggung jawab moral yang besar sering kali menjadi ujian awal. Namun, semua proses tersebut sejatinya adalah pembentukan karakter agar kelak bidan mampu bersikap profesional dan beretika dalam menjalankan tugasnya.
Di tengah berbagai tantangan, dukungan dari sistem kesehatan dan masyarakat sangat dibutuhkan agar bidan dapat menjalankan perannya secara maksimal.
Penghargaan terhadap profesi bidan, baik dalam bentuk kebijakan, fasilitas kerja, maupun kesejahteraan, menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan secara keseluruhan.
Pada akhirnya, menjadi bidan di era modern bukan hanya soal mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, tetapi juga tentang menjaga nilai empati dan kemanusiaan.
Selama bidan tetap berpegang pada nilai tersebut, profesi kebidanan akan selalu relevan dan dibutuhkan dalam setiap generasi.


































0 Comments