Oleh: Silvi
Dalam upaya meningkatkan kreativitas siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan, sebanyak 9 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Andalas (Unand) berhasil menghadirkan inovasi pembelajaran kreatif di SDN 14 Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.
Pada Senin siang, 19 Januari 2026, diadakan kegiatan edukatif dengan metode ecoprint yaitu teknik mencetak motif alam menggunakan daun, bunga, dan bagian tumbuhan lainnya ke kain yang melibatkan 45 siswa Sekolah Dasar secara langsung. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.30 hingga 13.00 WIB ini tidak hanya menjadi ruang berekspresi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi media edukasi lingkungan yang menyenangkan dan bermakna.
Ecoprint merupakan teknik membuat motif pada kain dengan memanfaatkan warna alami dari pigmen daun dan bunga. Pada kali ini ecoprint yang dipilih adalah teknik poundingatau pukul karena teknik yang paling mudah dilakukan oleh anak SD. Anak-anak cukup menyusun daun atau bunga di atas kain, lalu memukulnya perlahan hingga warna alaminya keluar dan menempel pada kain.
Melalui kegiatan ecoprint, anak-anak tidak hanya belajar seni, tetapi juga belajar mengenal alam. Mereka mengetahui bahwa daun dan bunga memiliki warna alami yang bisa dimanfaatkan tanpa bahan kimia. Secara tidak langsung, anak-anak diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan menghargai tumbuhan di sekitarnya.
Kegiatan ecoprint ini memperkenalkan seni ramah lingkungan sejak dini dan merangsang daya cipta serta rasa ingin tahu siswa. Kami ingin anak-anak merasa bahwa belajar itu tidak harus dari buku. Mereka bisa belajar sambil bermain, membuat sesuatu yang indah dari bahan alami yang ada di sekitar mereka. Silvi selaku PJ dari program kerja ini juga menjelaskan bahwa ecoprint adalah contoh kegiatan ramah lingkungan karena menggunakan bahan alami dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Anak-anak diajak memahami bahwa alam dapat menjadi sumber belajar yang menyenangkan dan bermanfaat.Dalam pelaksanaannya anak-anak dibimbing langkah demi langkah. Silvi selaku PJ dari program kerja ecoprint didampingi oleh Nadiyah menjelaskan dengan runtut bahan dan alat yang sudah dikumpulkan sebelum hari H acara.
Anak-anak diajarkan mulai dari menyusun komposisi motif di atas kain katun putih, menutupnya dengan plastik bening dan memukulnya sampai pigmen dari daun atau bunga keluar dan tercetak ke kain. Saat dibuka, anak-anak terlihat gembira menyaksikan hasil cetakan alami yang unik, dengan cetakan warna cokelat, merah muda, hijau, dan kuning yang membekas di kain.
Program kerja ecoprint ini sangat membantu dalam mengembangkan kreativitas anak SD. Anak-anak dilatih untuk berani mencoba, berkreasi, dan mengekspresikan ide mereka melalui susunan daun dan warna. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kesabaran, kerja sama, dan keterampilan motorik halus anak. Ketika melihat hasil ecoprint mereka berhasil, anak-anak menjadi lebih percaya diri. Mereka merasa senang karena mampu menghasilkan karya sendiri dari bahan sederhana.
Kepala Sekolah SDN 14 Pematang Panjang, Ibu Rahmadani, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi penyegaran bagi metode pembelajaran yang selama ini lebih konvensional.
Selama ini, seni dan keterampilan seringkali terlihat hanya dalam bentuk mewarnai atau menggambar. Tapi hari ini, anak-anak belajar membuat karya asli dengan bahan alam. Kegiatan ecoprint di SDN 14 Pematang Panjang lebih dari sekedar program KKN. Ia adalah wujud nyata bagaimana pendidikan bisa menjadi jembatan antara kreativitas dan pembelajaran. Dari daun dan bunga yang sederhana, lahirlah karya yang indah dan dari motif yang tercetak, muncul benih kesadaran lingkungan yang kuat di hati anak-anak.
Melalui kegiatan ini, ecoprint tidak hanya mencetak motif pada kain, tetapi juga mencetak pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. Sebuah langkah kecil yang diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang kreatif, peduli lingkungan, dan bangga pada kekayaan alam di sekitarnya.





No comments:
Post a Comment