Padang (Diskominfo) —Pemerintah Pusat melalui Kementerian UMKM bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana melalui peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit pada Jum'at (23/01/2026).
Klinik UMKM Minang Bangkit ini diresmikan oleh Wamen UMKM RI Helvi Moraza didampingi oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah beserta para tamu undangan lainnya, di halaman kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar. Dari Pemerintah Kabupaten Solok hadir mewakili Bupati, Wabup Solok H. Candra S.H.I.
Wamen UMKM RI Helvi Moraza mengatakan Klinik UMKM Minang Bangkit merupakan program strategis ini dirancang oleh Kementerian UMKM RI, untuk mempercepat pemulihan UMKM di daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.
“Program Klinik UMKM Minang Bangkit ini kita inisiasi guna mempercepat pemulihan UMKM pasca bencana yang melanda Sumbar. Kita berharap dengan pendekatan yang terpadu, pemerintah menargetkan UMKM tidak hanya pulih, namun juga mampu tumbuh dan naik kelas. Fase pemulihan saat ini merupakan fase paling krusial bagi kita untuk membangkitkan kembali UMKM sebagai penopang utama ekonomi masyarakat kita,” ucap Helvi Moraza.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit sangat relevan dengan kondisi masyarakat Sumbar yang saat ini masih dalam fase pemulihan pascabencana.
“Kami sangat optimis Klinik UMKM Minang Bangkit, mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Insyaallah, program ini akan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”ujar Mahyeldi.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menegaskan komitmennya guna memastikan UMKM di Provinsi Sumbar kembali bangkit dan mampu meningkatkan daya saing. Klinik UMKM Minang Bangkit diharapkan tidak hanya menjadi wadah konsultasi usaha, tetapi juga menjadi pusat kebangkitan ekonomi rakyat.
“Mari kita hidupkan kembali usaha kita, bangkitkan ekonomi nagari, dan buktikan bahwa masyarakat Minangkabau selalu mampu melewati setiap tantangan. Klinik UMKM Minang Bangkit ini harus mampu menjadi wadah bagi UMKM untuk bangkit kembali, lebih kuat, lebih siap, dan lebih berdaya saing,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Siti Azizah menyampaikan jumlah UMKM yang terdampak bencana di Sumbar sebanyak 4.876 UMKM yang tersebar di 12 Kabupaten/Kota di Sumbar. Ia juga menjelaskan bahwa Klinik UMKM Minang Bangkit menghadirkan tiga layanan utama, yakni akses pembiayaan, belanja produk lokal, dan layanan produksi, yang dijalankan melalui sinergi dengan berbagai mitra terkait.
“Kehadiran Klinik UMKM Bangkit diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi daerah secara berkelanjutan, sejalan dengan arahan Presiden RI agar pemerintah pusat dan daerah bersinergi dalam pemulihan pascabencana,” jelas Siti Azizah.
Pemprov Sumbar bersama Kementerian UMKM juga terus melakukan pemetaan UMKM terdampak bencana secara bertahap. Data tersebut akan disinkronkan dengan pemerintah pusat, perbankan, dan lembaga terkait agar program bantuan dan pemulihan benar-benar tepat sasaran.
Selain pembiayaan, para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan manajemen usaha, bantuan pemasaran, penguatan digitalisasi dan legalitas usaha, hingga peningkatan kapasitas produksi melalui Klinik UMKM Minang Bangkit.
Untuk mendukung layanan pembiayaan, Kementerian UMKM menggandeng berbagai pihak, mulai dari perbankan, lembaga keuangan non-bank, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Program ini juga menjadi bagian dari inventarisasi dan pemetaan UMKM terdampak bencana di wilayah Sumatera, yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemulihan usaha sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Solok, H. Candra, menyampaikan bahwa sejumlah Nagari di Kabupaten Solok mengalami dampak bencana yang cukup parah, diantaranya Nagari Paninggahan, Muaro Pingai, Saniangbaka, Koto Baru, dan Salayo.
“Dengan adanya program Klinik UMKM Minang Bangkit, kami optimis UMKM di Kabupaten Solok yang terdampak bencana dapat segera dipulihkan. Kami juga meminta OPD terkait untuk intens berkoordinasi dengan Dinas UMKM Provinsi Sumatera Barat agar penanganannya bisa dilakukan secepat mungkin", ujarWabup.
Ia menambahkan, sesuai arahan Wakil Menteri UMKM, Pemerintah Kabupaten Solok menargetkan pemulihan UMKM terdampak dapat terealisasi dalam tahun ini.





No comments:
Post a Comment