Ternyata Cabai Merah Penyumbang Inflasi di Sumatera Barat pada November 2025 - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Monday, December 1, 2025

Ternyata Cabai Merah Penyumbang Inflasi di Sumatera Barat pada November 2025

 



Jurnalissumbar.com

 Perkembangan harga di Sumatera Barat secara umum pada bulan November 2025 mengalami penurunan sebesar 0,24 persen dibanding bulan sebelumnya. Secara tahun kalender (y-to-d), Januari sampai dengan November 2025 terjadi inflasi sebesar 3,62 persen. Secara tahunan (y-on-y), November 2025 dibanding November 2024 terjadi inflasi sebesar 3,98 persen.




Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penghambat utama terjadinya inflasi, yang mengalami penurunan harga sebesar 0,90 persen dengan andil deflasi sebesar 0,30 persen. Beberapa komoditas yang dominan mendorong terjadinya deflasi/penurunan harga beserta andilnya pada kelompok pengeluaran ini antara lain lain cabai merah (deflasi 9,96 persen, andil -0,32 persen), jengkol (deflasi 17,99 persen, andil -0,03 persen), kentang (deflasi 8,87 persen, andil -0,03 persen), cabai hijau (deflasi 20,79 persen, andil -0,03 persen), dan cabai rawit (deflasi 10,21 persen, andil -0,02 persen). Di sisi lain beberapa komoditas yang mendorong terjadinya inflasi atau komoditas yang mengalami kenaikan pada kelompok ini antara lain adalah bawang merah, beras, daging ayam ras, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, dan emas perhiasan.




Selain kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mengalami deflasi. Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, kelompok kesehatan, kelompok transportasi, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi.




Semua kabupaten/kota IHK di Sumatera Barat mengalami deflasi m-to-m. Deflasi tertinggi terjadi di Pasaman Barat sebesar 0,81 persen, diikuti Dharmasraya (0,49 persen), Bukittinggi (0,46 persen) dan Padang (0,02 persen). Inflasi y-to-d tertinggi terjadi di Pasaman Barat sebesar 4,52 persen, diikuti Bukittinggi (3,61 persen), Dharmasraya (3,40 persen) dan Padang (3,38 persen). Inflasi y-on-y tertinggi terjadi Pasaman Barat (5,28 persen), diikuti Bukittinggi (3,96 persen), Dharmasraya (3,70 persen), dan Padang (3,65 persen).




Nilai Tukar Petani Sumatera Barat, November 2025 Capai 125,75

NTP Sumatera Barat pada November 2025 sebesar 125,75 mengalami penurunan sebesar 0,49 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan NTP ini disebabkan penurunan harga hasil produksi petani sebesar 1,15 persen lebih tinggi dibandingkan penurunan harga untuk kebutuhan konsumsi maupun biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0,67 persen. Penurunan NTP secara umum ini disebabkan penurunan NTP pada subsektor hortikultura, dan subsektor tanaman perkebunan rakyat. Sementara itu NTP subsektor tanaman pangan subsektor peternakan dan perikanan yang mengalami peningkatan.


Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Sumatera Barat pada November 2025 sebesar 130,64 mengalami penurunan sebesar 0,31 persen. Hal ini disebabkan penurunan harga hasil produksi petani (1,15 persen) lebih tinggi dibandingkan penurunan harga pada penambahan barang modal (0,84 persen).


Perkembangan harga konsumen pada rumah tangga tani yang digambarkan oleh perubahan Indeks Konsumsi Rumah tangga Tani di Sumatera Barat pada November 2025 menurun sebesar 0,67 persen yang disebabkan oleh penurunan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,24 persen. Selain itu, delapan kelompok lainnya mengalami peningkatan, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki (0,40 persen); kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,04 persen); kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,20 persen); kelompok kesehatan (0,12 persen); kelompok transportasi (0,09 persen); kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,09 persen); kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya (0,07 persen); dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,87 persen). Sementara itu, dua kelompok lainnya relatif tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.


Perkembangan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat


Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui BIM pada Oktober 2025 tercatat sebanyak 7.588 kunjungan, atau mengalami penurunan 21,77 persen jika dibandingkan dengan September 2025 yang tercatat sebanyak 9.699 kunjungan. Secara kumulatif sepanjang Januari-Oktober 2025, total kunjungan wisman yang datang melalui BIM mencapai 76.329 kunjungan, naik 20,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.




Indikator selanjutnya yang dirilis adalah Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar (TPK). Pada hotel klasifikasi bintang, TPK Oktober 2025 tercatat sebesar 47,15 persen, naik 0,91 poin jika dibandingkan dengan September 2025 yang tercatat sebesar 46,24 persen. Sementara itu TPK pada hotel klasifikasi non bintang tercatat sebesar 15,32 persen, turun 0,13 poin jika dibandingkan dengan September 2025.




Selanjutnya, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Sumatera Barat pada Oktober 2025 tercatat sebesar 1,66 juta perjalanan, atau mengalami penurunan jika dibandingkan dengan September 2025, yaitu turun 1,22 persen. Secara kumulatif sepanjang Januari-Oktober 2025, jumlah perjalanan wisnus mencapai 18,96 juta perjalanan, naik 20,26 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024.




Perkembangan Transportasi Provinsi Sumatera Barat




Indikator selanjutnya yang dirilis BPS adalah perkembangan penumpang angkutan udara melalui BIM. Penumpang penerbangan domestik yang berangkat pada Oktober 2025 tercatat sebanyak 77,52 ribu orang, atau naik 6,37 persen jika dibandingkan dengan bulan September 2025 yang tercatat sebanyak 72,88 ribu orang. Untuk penumpang yang datang pada Oktober 2025 tercatat sebanyak 75,27 ribu orang, atau naik 7,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya.




Sementara itu, pada penerbangan internasional, jumlah penumpang yang berangkat pada Oktober 2025 tercatat sebanyak 20,88 ribu orang, atau turun 7,50 persen dibandingkan September 2025. Sedangkan untuk penumpang yang datang sebanyak 20,07 ribu orang, atau turun 6,97 persen dibandingkan September 2025.




Untuk angkutan laut dalam negeri, jumlah barang yang dimuat tercatat sebesar 286,75 ribu ton, atau naik 11,11 persen dibanding September 2025. Sementara itu, barang yang dibongkar, pada Oktober 2025 juga tercatat mengalami penurunan sebesar 5,17 persen jika dibandingkan bulan lalu, dari 277,66 ribu ton pada September 2025 menjadi 263,31 ribu ton pada Oktober 2025.




Selanjutnya, keberangkatan penumpang kereta api pada Oktober 2025 tercatat sebanyak 157,17 ribu orang, atau naik 5,69 persen dibandingkan September 2025. Sementara itu, untuk barang yang diangkut dengan moda kereta api juga tercatat mengalami penurunan 21,60 persen.




Perkembangan Ekspor Impor Provinsi Sumatera Barat




Nilai ekspor Sumatera Barat sepanjang Januari-Oktober 2025 mencapai US$2.340,95 juta, mengalami peningkatan 31,23 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar US$1.783,79 juta. Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan, yang mengalami peningkatan 32,73 persen. Sepanjang Januari-Oktober 2025, lima negara yang menjadi tujuan utama ekspor Sumatera Barat adalah India (US$693,54 juta), Pakistan (US$519,26 juta), Bangladesh (US$285,07 juta), Mesir (US$190,26 juta) dan Myanmar (US$166,98 juta).




Tiga komoditas utama ekspor Sumatera Barat pada Januari-Oktober 2025 adalah Golongan Lemak & Minyak Hewan/Nabati (HS 15), Berbagai Produk Kimia (HS 38) dan Karet dan Barang dari Karet (HS 40) yang memberikan share masing-masing sebesar 83,56 persen, 3,44 persen dan 3,22 persen. Ekspor tiga golongan barang ini jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan secara nilai. Secara volume, juga terjadi peningkatan pada golongan Lemak & Minyak Hewan/Nabati (HS 15), Berbagai Produk Kimia (HS 38). Sedangkan golongan Karet dan Barang dari Karet (HS 40) mengalami penurunan.




Selanjutnya, nilai impor Sumatera Barat pada Januari-Oktober 2025 mencapai US$463,87 juta, mengalami peningkatan 12,76 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai impor ini disumbang oleh impor bahan baku/penolong. Impor bahan baku/penolong ini secara kumulatif mengalami peningkatan 29,39 persen. Sepanjang Januari-Oktober 2025, lima negara yang merupakan negara asal impor Sumatera Barat adalah Singapura (US$194,77 juta), Malaysia (US$160,39 juta), Brasil (US$35,74 juta), Kanada (US$26,35 juta) dan Argentina (US$11,97 juta).




Tiga komoditas utama impor Sumatera Barat pada Januari-Oktober 2025 adalah Golongan Bahan Bakar Mineral (HS 27), Ampas/Sisa Industri Makanan (HS 23), serta Pupuk (HS 31) yang memberikan share masing-masing sebesar 75,36 persen, 12,30 persen, dan 5,63 persen. Nilai impor tiga golongan barang ini jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan.


Neraca perdagangan Sumatera Barat pada periode Januari-Oktober 2025 mencapai US$1.877,08 juta, atau lebih tinggi dari periode yang sama pada 2024 yang tercatat sebesar US$1.372,41 juta.

,#sumber BPS Sumbar 

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS