Geopark Silokek: Benteng Terakhir Warisan Geologi Sumatera Barat yang Harus Dijaga - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Saturday, December 13, 2025

Geopark Silokek: Benteng Terakhir Warisan Geologi Sumatera Barat yang Harus Dijaga

 


Nama: Sherena Amril

Mahasiswa S1 Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas


Geopark Silokek: Benteng Terakhir Warisan Geologi Sumatera Barat yang Harus Dijagaeopark Silokek yang terletak di Kabupaten Sijunjung kini menjadi salah satu kawasan geowisata paling penting di Sumatera Barat. Geopark ini menyatukan keindahan alam purba, keragaman geologi, dan budaya lokal yang masih terpelihara dengan baik. Sejak memperoleh status UNESCO Global Geopark (UGG), Silokek resmi bergabung dengan jajaran kawasan geologi dunia yang bernilai tinggi. Pengakuan ini tidak hanya mengangkat pamor Sijunjung secara internasional, tetapi juga menegaskan bahwa Silokek memiliki warisan ilmiah dan ekologis yang sangat signifikan. Tebing-tebing karst yang menjulang, aliran Sungai Batang Kuantan yang membelah lembah, serta pepohonan tropis yang tumbuh rapat menjadikan kawasan ini bak museum geologi terbuka yang menyimpan kisah panjang bumi.

Keistimewaan Silokek tercermin dari usia bebatuannya yang mencapai ratusan juta tahun. Batuan karst yang mendominasi kawasan ini diperkirakan berumur sekitar 350 juta tahun, sementara granit di beberapa titik berusia sekitar 250 juta tahun—jejak masa lalu yang merekam aktivitas tektonik, vulkanisme, hingga erosi yang berlangsung sangat lama. Goanya, tebing-tebing patahan, serta fosil yang ditemukan menjadi bukti nyata evolusi alam dari masa ke masa. Di tengah kekayaan alam tersebut, masyarakat Minangkabau yang tinggal di kawasan itu tetap mempertahankan adat, kesenian, dan cara hidup mereka, sehingga pengunjung dapat menikmati perpaduan unik antara lanskap geologi dan kehidupan budaya yang hangat dan autentik.

Namun pesona Silokek kini berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Kegiatan penambangan di sepanjang sungai menjadi ancaman terbesar bagi kelestarian kawasan. Sedimen hasil galian membuat air sungai keruh, merusak ekosistem, dan menghilangkan keindahan alami yang selama ini menjadi daya tarik utama. Jika tidak segera diatasi, kerusakan ini dapat menjadi permanen dan menurunkan nilai ilmiah serta estetika geosite. Tantangan lain yang muncul adalah rendahnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai pentingnya pelestarian geologi. Banyak yang masih menganggap kawasan karst sebagai sumber bahan tambang tanpa memahami dampak jangka panjang yang dapat mengancam keberlanjutan geopark. Situasi ini diperburuk oleh pengawasan yang belum optimal, sehingga beberapa aktivitas merusak masih luput dari penindakan.

Apabila kondisi tersebut tidak ditangani dengan serius, status UNESCO yang baru diperoleh dapat terancam. Karena itu, pemerintah daerah dan pengelola geopark perlu menerapkan langkah tegas, mulai dari memperjelas zonasi konservasi, meningkatkan patroli, hingga menindak aktivitas tambang yang tidak sesuai aturan. Langkah-langkah edukatif juga penting dilakukan, seperti memberikan penyuluhan konservasi, pelatihan pemandu geowisata, serta mendorong masyarakat mengembangkan usaha kreatif dan ekowisata. Hal ini dapat membantu warga meraih keuntungan ekonomi tanpa mengeksploitasi kawasan secara berlebihan. Dengan pendekatan yang tepat, masyarakat dapat menjadi mitra utama dalam menjaga kawasan, bukan pihak yang tanpa sengaja merusaknya.

Dukungan masyarakat lokal sejatinya menjadi kunci keberhasilan pelestarian Silokek. Tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan, tidak merusak struktur batuan, serta mengawasi perilaku wisatawan dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian kawasan. Kegiatan gotong royong, penanaman vegetasi, perawatan jalur wisata, hingga pendidikan lingkungan untuk anak-anak dapat membantu menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan geologi tersebut. Melalui keterlibatan aktif semua pihak, nilai konservasi dapat tumbuh kuat dan menjadi bagian dari jati diri masyarakat Silokek.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, pengelola geopark, warga lokal, wisatawan, hingga komunitas pecinta alam, Silokek memiliki peluang besar berkembang menjadi pusat geowisata unggulan yang tetap menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian. Upaya pengembangan infrastruktur, promosi budaya, serta penataan ruang harus dilakukan tanpa mengorbankan nilai ilmiah kawasan. Jika pengelolaan dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan, Silokek tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata menarik, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran ilmiah dan ruang hidup ekologi yang terjaga.

Keberlanjutan Silokek pada akhirnya bergantung pada kepedulian bersama. Melindungi kawasan ini dari kerusakan, terutama dari aktivitas tambang, serta menerapkan pengelolaan yang menghargai nilai alamnya adalah langkah penting agar Silokek tetap tegak sebagai Benteng Terakhir Warisan Geologi Sumatera Barat. Dengan komitmen bersama, generasi mendatang masih dapat menikmati keagungan tebing karstnya, mempelajari sejarah geologi yang dikandungnya, dan merasakan kekayaan budaya yang tumbuh di tengah keindahan alamnya.

Geopark Silokek kini menghadapi ancaman akibat aktivitas penambangan dan rendahnya kesadaran konservasi. Di tengah tebing karst raksasa berusia ratusan juta tahun, warisan geologi berharga itu mulai tergerus oleh ulah manusia. 

Jika tidak segera ditangani, kawasan ini terancam kehilangan pesonanya serta nilai ilmiah yang menjadi kebanggaannya.

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS