NAMA :YASSER AL QHATANI. JURUSAN:ILMU POLITIK. NIM :2510833002 Universitas Andalas Padang
"Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah. Namun, di balik potensi tersebut, terdapat ancaman besar: eksploitasi yang berlebihan. Alih-alih membawa kesejahteraan, pengelolaan yang tidak bijak justru menimbulkan kerusakan lingkungan, konflik sosial, dan hilangnya keberlanjutan."
Menurut data Global Forest Watch, Indonesia kehilangan lebih dari 9 juta hektar hutan primer dalam kurun waktu 2002–2021. Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat ratusan ribu hektar lahan telah dikonversi menjadi area pertambangan. Angka-angka ini menunjukkan bahwa eksploitasi sumber daya alam di Indonesia sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Alih-alih menjaga keberlanjutan, praktik berlebihan justru mengancam ekosistem, mengurangi keanekaragaman hayati, dan merugikan masyarakat yang bergantung pada alam.
Pemanfaatan SUMBER DAYA ALAM (SDA) oleh suatu instansi sering kali dilakukan dengan tujuan untuk mencapai kejayaan ekonomi dalam bernegara tetapi sebalik nya banyak instansi tersebut untuk mencapai kepuasan pribadi atau kelompok mereka-mereka saja.
Seperti kasus korupsi yang menjerat Harvey Moeis adalah tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait pengelolaan tata niaga komoditas timah di PT Timah Tbk.Kerugian negara akibat kasus ini mencapai lebih dari Rp271 triliun hingga Rp 300 triliun.Bukan hanya masalah keuangan tetapi juga akibat kerakusaan suatu instansi di bidang pertambangan banyak muncul masalah baru seperti kerusakan lingkungan,pencemaraan air,dan hilang nya lahan-lahan pertanian di masyarakat.
Selain itu, orientasi pada keuntungan semata membuat beberapa instansi mengabaikan prinsip kelestarian alam. Hutan yang seharusnya menjadi paru-paru dunia ditebang habis untuk kepentingan industri kayu dan perkebunan kelapa sawit,seperti eksploitasi alam Kalimantan yang secara rakus ini, ironinya tak diikuti pembangunan yang merata. Terlebih kualitas hidup masyarakat juga jelas menurun, apalagi yang bergantung pada sumber daya alam.Akibatnya, ekosistem terganggu, hewan kehilangan habitat, dan masyarakat adat kehilangan sumber penghidupan mereka. Fakta ini menunjukkan bahwa pemanfaatan SDA yang tidak terkontrol dapat berubah menjadi eksploitasi yang merugikan banyak pihak.
Seharusnya, pemanfaatan sumber daya alam dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.Pemerintah harus menekankan kepada instansi supaya menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan seperti:
Rehabilitasi Lahan
Setelah area tambang tidak lagi digunakan, langkah rehabilitasi lahan sangat penting. Menanam kembali vegetasi lokal dan mengembalikan fungsi ekosistem dapat membantu memulihkan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, rehabilitasi lahan harus menjadi prioritas utama. Selain itu, langkah ini juga membantu memperbaiki kualitas tanah dan air.
Pengelolaan Limbah
Pengelolaan limbah yang efisien, termasuk daur ulang dan pengolahan limbah, adalah kunci untuk mencegah pencemaran air dan tanah. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, teknologi pengolahan limbah yang canggih dapat membantu mengelola limbah lebih efektif. Di samping itu, pengelolaan limbah yang baik juga dapat mengurangi biaya operasional. Sebagai contoh, teknologi daur ulang modern memungkinkan pemanfaatan kembali material berharga yang ada dalam limbah.
Teknologi Ramah Lingkungan
Mengadopsi teknologi yang lebih bersih dan efisien, seperti penggunaan energi terbarukan dan metode penambangan yang lebih ramah lingkungan, dapat mengurangi jejak karbon industri pertambangan. Selain itu, teknologi ini juga membantu dalam menjaga kualitas udara dan air. Sebagai contoh, penggunaan energi terbarukan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Lebih jauh lagi, inovasi teknologi terus berkembang dan menyediakan solusi yang lebih baik untuk tantangan lingkungan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut kejayaan yang dicapai bukan hanya bersifat sementara, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
PENUTUP
bahwa pemanfaatan sumber daya alam seharusnya tidak hanya berorientasi pada kejayaan atau kepentingan suatu instansi, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Ketika sumber daya alam dimanfaatkan secara bijak dan berkelanjutan, hasilnya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak. Sebaliknya, jika hanya mengejar keuntungan sepihak, dampaknya akan merusak alam dan merugikan generasi mendatang. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran, tanggung jawab, dan kebijakan yang adil agar pengelolaan sumber daya alam benar-benar menjadi jalan menuju kemakmuran bersama, bukan sekadar alat mencapai kepentingan tertentu.





No comments:
Post a Comment