Sumbar 'Sorga-nya' Peredaran Narkoba, Ini Kata Toton Kepala BNN: Kita Bikin "Neraka" - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Thursday, August 6, 2026

Sumbar 'Sorga-nya' Peredaran Narkoba, Ini Kata Toton Kepala BNN: Kita Bikin "Neraka"

 


Sumatera Barat, Kamis, 5 Agus 2026 - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Barat, Toton Rasyid, SH, MH yang baru satu setengah bulan menjalankan amanah tugas di Sumbar saat dikonfirmasi media-memaparkan program yang lebih urgen guna memberantas peredaran narkotika dan obat terlarang (Narkoba) dan zat aditif lainnya di Sumbar, kata Toton usai Ratas (Rapat Terbatas) Pimpinan dan Pejabat Utama (PJU) BNN Sumbar bersama Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi didampingi Kabid PSMK dan PSMA (Suryanto-Mahyan) saat Ratas berlangsung di ruang kerja khusus Kadis Pendidikan pada Rabu, 5 Agustus 2026.


Menurut Toton, langkah konkret yang dilakukan agar generasi peserta didik dan masyarakat supaya jangan terjeranbab ke jurang lembah hitam Narkoba. 


"Kita harus berbuat untuk progres pencegahan, dan bagaimana melakukan intervensi terhadap pendidikan, serta muatan pembelajaran edukasi mengenai dampak negatif pengaruh dan bahaya narkoba, sesuai kewenangan dinas pendidikan dasar dan menengah pertama," kata Toton. 


"Kita juga mengedukasi masyarakat wilayah dan kawasan strategis dan zona rawan narkoba yang telah banyak menelan korban hingga batas terpapar, berat, sedang dan ringan. Dengan keterbatasan kami juga, peredaran narkoba di Sumbar cukup lumayan besar, perlu penindakan terhadap pengedar, pengguna, dan bandar. BNN lebih fokus bukan hanya pengguna, melainkan masuk tahap rehabilitasi," ungkap Toton. 


Ketika disinggung terhadap peserta didik di wilayah Sumbar yang terpapar sudah dibilang ada, namun BNN melakukan edukasi lebih lanjut. "Tapi, secara peserta didik yang terdampak belum ada, namun sosialisasi tetap kita lakukan bersama dengan Dinas Pendidikan dan dinas pemuda dan olahraga," ucap Toton. 

Dan, untuk masyarakat masyarakat secara umum dilibatkan untuk penanganan narkoba berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2022 Tentang Peluang Adat cukup signifikan ikut serta dalam memberantas penyakit masyarakat, yakni pengaruh obat terlarang atau narkoba, ulas Toton merincikan. 


"Sesuai filosofis Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sangat relevan tokoh masyarakat adat berpeluang besar mengantisipasi peredaran narkoba melalui edukasi-sesuai konsep adat Minang ba baliak ka nagari," ajak Toton. 


Ketika jurnalis platform berita media lokal ini menanyakan pada BNN saat ini, bahwa di Sumbar merupakan 'sorga-nya' peredaran narkoba?" Terkait ini katanya, "di Sumbar, jangankan sebagai daerah perlintasan peredaran narkoba, bahkan di Kota Padang baru-baru ini ditemukan adanya pabrik narkoba di daerah Indarung Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Provinsi Sumbar," bebernya. 


"Nyaris tidak ada lagi daerah yang benar-benar aman dari peredaran narkoba. Ini memang sudah rata, sehingga sangat perlu dilakukan penindakan-tidak menjadi hal yang paling utama juga bila dibandingkan dengan pencegahan," himbau Toton mengisyaratkan ke semua pihak perlu berempati dan berkolaborasi dengan elemen masyarakat adat dan ulama, pemerintah serta akademisi (Penta Elik). Toton juga mengajak semua pihak butuh keseriusan dalam pemberantasan narkoba 'menggila' di Sumbar. 


"Dan, kami bekerjasama dengan semua pihak," timpal Toton Rasyid yang mantan Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah sebelum putra asal Padang ini mempersempit gerak bandar, pemakai, dan yang terpapar," sebutnya menegaskan. Ia pun (Toton Rasyid) mengimbau masyarakat untuk mendukung program kerja BNN dalam pemberantasan narkoba di sini, imbuhnya. 


"Tanpa bantuan dan dukungan masyarakat, kerja BNN takkan maksimal, sehingga pihak atau elemen masyarakat adat diperlukan untuk mendukung kami," pintanya. 


Namun, ketika disinggung keberadaan BNN di Sumbar, baru terdapat sebanyak 5 kantor dari 19 daerah kabupaten/kota (satu kantor BNN provinsi, 4 BNN di daerah Kota Solok, Kota Sawahlunto, Payakumbuh, dan Pasaman Barat).


"Itu pun, kami BNN semua melayani koordinasi dari 19 daerah dengan segala keterbatasan ia mengajak semua bagian stekhilder dan Organisasi Masyarakat (Ormas). Makanya ini, pemberantasan narkoba saat ini harus dilakukan-merupakan gerakan bersama. Tak bisa lagi dilakukan satu lembaga saja," himbau Toton, lagi. 


Menyangkut jumlah klien narkoba di Sumbar hingga saat ini telah mencapai angka ratusan orang dengan kategori rawat inap sebanyak 65 orang (dengan stadium berat, sedang, ringan). Sedang, masih bisa dilakukan rawat jalan, tapi yang dikategorikan berat harus di rawat inap di rumah sakit, katanya. 


Hingga data terakhir tahun 2019 sebanyak 63 ribu orang yang terpapar di bagi berapa, ya)," katanya. 

Sedangkan yang terpapar seluruh indonesia (secara nasional) telah mencapai di angka ratusan ribu orang. Di Sumbar sebanyak 63 ribu orang terpapar tak mungkin semua dimasukkan penjara. Sumbar telah masuk di angka 1,1% secara nasional juga daerah Sumbar terpapar narkoba meningkat tajam, dengan beragam jenis obat terlarang sabu, ganjo, ekstasi, serta zat aditif lainnya.


"Sekarang fungsi BNN adalah merehabilitasi yang terpapar sesuai hasil survey dari usia 15 hingga 60 tahun. Sedangkan peserta didik di Sumbar belum bisa dikatakan bersih dari narkoba. Namun, kita perlu melakukan edukasi (sudah dilakukan edukasi pada peserta didik tentang bahaya narkoba)," pungkasnya. (Obral Chaniago).

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS