Pengenalan dan Pelatihan Budidaya Microgreen sebagai Inovasi Pertanian Pangan Sehat di Nagari Pematang Panjang - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Sunday, August 9, 2026

Pengenalan dan Pelatihan Budidaya Microgreen sebagai Inovasi Pertanian Pangan Sehat di Nagari Pematang Panjang

 


Penulis: M Khalis Ahnaf (Mahasiswa Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas)


SIJUNJUNG — Upaya mewujudkan kemandirian pangan dan pemenuhan gizi keluarga kini tidak lagi bergantung pada kepemilikan lahan pertanian yang luas. Semangat inilah yang diusung oleh M Khalis Ahnaf, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas, melalui program pengenalan dan pelatihan budidaya microgreen di Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.

Berlokasi di rumah warga serta area pondok istirahat petani di Jorong Koman Kocik, kegiatan edukatif ini menggandeng anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan masyarakat setempat. Microgreen atau sayuran mini yang dipanen pada usia 7 hingga 14 hari setelah masa penyemaian dihadirkan sebagai terobosan pertanian pekarangan yang hemat ruang, efisien, dan kaya nutrisi. Kandungan gizi dan vitaminnya yang tinggi sangat potensial untuk menunjang kebutuhan asupan harian keluarga, khususnya bagi balita dan ibu hamil.

Dalam pelaksanaan pelatihan, para peserta diajak memahami teknik bercocok tanam modern tanpa mengolah tanah. Pembelajaran dikemas secara interaktif melalui sosialisasi, demonstrasi, hingga praktik langsung. Peserta mempraktikkan proses perendaman dan penyemaian benih kangkung serta bayam merah menggunakan media tanam ramah lingkungan berbasis campuran cocopeat dan sekam bakar.

Guna menjamin keberlanjutan program di tingkat rumah tangga, sebanyak 30 unit tray hitam lengkap dengan paket benih dan media tanam dibagikan langsung kepada peserta untuk dibawa pulang. Selain itu, dibentuk pula grup pendampingan digital melalui platform WhatsApp sebagai ruang diskusi, pemantauan perkembangan tunas harian, dan konsultasi hingga tanaman memasuki masa panen.

Inovasi budidaya microgreen di Jorong Koman Kocik ini tidak hanya mengubah persepsi warga bahwa bercocok tanam dapat dilakukan dengan bersih dan cepat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun ketahanan pangan mandiri dari pekarangan rumah. Ke depan, gerakan ini berpeluang dikembangkan lebih jauh menjadi komoditas ekonomi kreatif KWT yang memiliki nilai jual khas Nagari Pematang Panjang.

Lampiran Keterangan Foto (Caption Foto):



Foto 1 (Pondok Petani Jorong Koman Kocik):

 

 KKN Unand: Mahasiswa KKN Universitas Andalas M Khalis Ahnaf bersama anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan warga lokal menunjukkan paket starter kit serta tray microgreen usai sesi pelatihan di pondok istirahat petani Jorong Koman Kocik, Nagari Pematang Panjang.



Foto 2 (Demonstrasi & Pendampingan Rumah Warga):

 

KKN Unand: M Khalis Ahnaf saat memberikan pendampingan langsung dan demonstrasi tata cara penyiapan media tanam cocopeat serta penyemaian microgreen ke rumah-rumah warga di Nagari Pematang Panjang.



No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS