Sijunjung, 24 Juli 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Silase dari Rumput Gajah sebagai Pakan Ternak Ruminansia di Parkiran Musholla Nurul Sakinah, Jorong Koto Panjang, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada Jumat, 24 Juli 2026, pukul 13.30–15.00 WIB.
Dalam praktiknya, peserta diperkenalkan pada bahan-bahan berupa rumput gajah, dedak, EM4, serta larutan gula merah yang dicampur dengan air. Peserta kemudian mempraktikkan tahapan pembuatan silase, mulai dari mencacah rumput gajah, mencampurkan bahan tambahan, memasukkan campuran ke dalam plastik, memadatkan bahan untuk mengeluarkan udara, mengikat plastik dengan rapat, hingga menyimpan silase di tempat yang teduh. Suasana pelatihan berlangsung aktif, kondusif, dan interaktif. Peserta tidak hanya mengikuti demonstrasi, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan praktik. Berbagai pertanyaan disampaikan kepada narasumber, khususnya mengenai takaran bahan, lama fermentasi, ciri-ciri silase yang berhasil, cara penyimpanan, serta teknik pemberian silase kepada ternak.
Salah satu peserta, Buk Yut, yang merupakan peternak sapi di Nagari Limo Koto, turut menjadi bagian penting dalam kegiatan demonstrasi. Tim pelaksana memberikan langsung contoh silase yang telah difermentasi sebelumnya kepada ternak sapi milik Buk Yut. Sapi tersebut tampak lahap mengonsumsi silase yang diberikan. Respons positif ternak tersebut menjadi contoh nyata bahwa silase yang dibuat dengan baik dapat diterima oleh ternak dan memiliki palatabilitas yang baik. Melihat respons ternak yang antusias, para peternak yang hadir semakin tertarik untuk mencoba membuat silase secara mandiri di rumah. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan rumput gajah sebagai bahan pakan lokal, mengurangi potensi terbuangnya hijauan, serta membantu peternak menyediakan cadangan pakan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Secara keseluruhan, pelatihan berjalan dengan baik dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Keaktifan peserta selama sesi diskusi dan praktik menunjukkan bahwa materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan peternak di Nagari Limo Koto. Antusiasme tersebut menjadi modal awal bagi penerapan teknologi silase secara berkelanjutan di tingkat rumah tangga peternak.



"
/>



No comments:
Post a Comment