Manfaatkan Batang Pepaya, Mahasiswa KKN Unand Kenalkan Biopestisida untuk Kendalikan Hama Ulat Api pada Tanaman Kelapa Sawit - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Thursday, August 27, 2026

Manfaatkan Batang Pepaya, Mahasiswa KKN Unand Kenalkan Biopestisida untuk Kendalikan Hama Ulat Api pada Tanaman Kelapa Sawit



Sijunjung, 8 Agustus 2026 — Batang pepaya yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat diperkenalkan sebagai bahan biopestisida nabati oleh mahasiswa KKN Reguler II Universitas Andalas (Unand) Nagari Limo Koto. Pemanfaatan bahan alami tersebut menjadi bagian dari Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Biopestisida Ekstrak Carica papaya untuk Pengendalian Hama Ulat Api (Setothosea asigna) pada Tanaman Kelapa Sawit. Kegiatan dilaksanakan di lahan kelapa sawit warga Jorong Batu Gandang, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh Bapak Adrius selaku Wali Nagari Limo Koto, Bapak Demitri selaku Ketua Kelompok Tani Subotik yang diwakili oleh Bapak Todi, serta dosen Universitas Andalas, Dr. Sri Heriza, S.P., M.Sc. dan Muhammad Iqbal Abdi Lubis, S.TP., M.P. Kehadiran berbagai pihak tersebut memperkuat pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada permasalahan pertanian masyarakat. Kegiatan juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan petani untuk berdiskusi mengenai pengelolaan hama pada tanaman kelapa sawit.

Ulat api (Setothosea asigna) menjadi salah satu hama yang perlu diperhatikan dalam perkebunan kelapa sawit karena menyerang bagian daun tanaman. Serangan ulat api dapat menyebabkan kerusakan pada tajuk tanaman dan mengganggu proses fotosintesis yang berperan penting dalam pertumbuhan kelapa sawit. Kondisi tersebut membuat pengendalian hama menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman.

Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Reguler II Unand memperkenalkan ekstrak Carica papaya sebagai alternatif biopestisida nabati. Pemanfaatan batang pepaya menjadi salah satu bentuk pengolahan sumber daya lokal yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Selain memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, pendekatan ini juga memberikan wawasan kepada petani mengenai alternatif pengendalian hama yang lebih memperhatikan aspek lingkungan.

Pelaksanaan pelatihan dikemas melalui penyampaian materi dan praktik langsung di lahan kelapa sawit. Mahasiswa menjelaskan potensi ekstrak Carica papaya dalam pengendalian ulat api, kemudian memperagakan proses pembuatan hingga penggunaannya pada tanaman. Peserta Kelompok Tani Subotik turut terlibat dalam praktik sehingga memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan dalam pengelolaan kebun mereka.

Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif melalui diskusi antara mahasiswa, kelompok tani, dosen, dan pemerintah nagari. Peserta dapat menyampaikan pertanyaan serta pengalaman terkait permasalahan hama yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit. Pertukaran informasi tersebut membuat materi yang disampaikan lebih dekat dengan kondisi nyata yang dihadapi petani di lapangan.

Tidak hanya memperkenalkan cara pemanfaatan bahan alami, pelatihan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan pengamatan terhadap keberadaan dan tingkat serangan hama. Penggunaan biopestisida dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengendalian ulat api yang disesuaikan dengan kondisi tanaman di lapangan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu petani mengambil langkah pengendalian yang lebih tepat dalam menjaga tanaman kelapa sawit.

Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa KKN Reguler II Unand untuk berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan potensi lokal kepada masyarakat. Melalui pelatihan tersebut, Kelompok Tani Subotik memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam memanfaatkan batang pepaya sebagai bahan biopestisida untuk pengendalian hama ulat api pada tanaman kelapa sawit. Kolaborasi antara mahasiswa, petani, dosen, dan pemerintah nagari diharapkan dapat mendorong penerapan inovasi tersebut secara berkelanjutan di Nagari Limo Koto.



No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS