Padang dalam Denyut Tiga Abad: Menenun Harapan dari Kota Tua Menuju Panggung Gastronomi Dunia - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Thursday, August 6, 2026

Padang dalam Denyut Tiga Abad: Menenun Harapan dari Kota Tua Menuju Panggung Gastronomi Dunia



Penulis: Obral Chaniago


Tepat pada 7 Agustus 2026, Kota Padang telah memasuki hari jadi yang ke-357, berakar dari peristiwa heroik perlawanan rakyat Pauh dan Koto Tangah terhadap VOC pada 7 Agustus 1669. 


Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat dengan populasi menembus angka sekitar 950 ribu jiwa.


Kota pelabuhan ini berdiri di atas robekan sejarah, leburan multi-etnis.


Deru ombak Samudera Hindia, dan ketangguhan yang tak pernah padam di hadapan bencana. 


Dekade, Peradaban, dan Memori yang Hilang


Sejak mula berdiri sebagai bandar dagang, Padang telah melalui puluhan dekade pergantian zaman. 


Bermula dari kampung nelayan bernama Kampung Batung, Padang disesaki pedagang emas, teh, kopi, dan rempah-rempah.


Ia menjadi kota tua berintikan kultur Minang yang berpadu dengan pengaruh asing. 


Bangsa Portugis, Ingris, hingga Belanda silih berganti menancapkan kuku kekuasaan dan akhirnya angkat kaki, meninggalkan jejak arsitektur loji, bangunan tua di kawasan Batang Arau, serta kultur kolonial. 


Banyak lanskap pelabuhan kuno, benteng pertahanan masa lampau, dan tata kota tempo dulu yang tenggelam oleh derap modernitas. 


Namun, satu hal yang tak berubah dari dulu hingga sekarang adalah semangat perniagaan, watak egaliter masyarakatnya, serta identitas kultural Minangkabau yang kokoh. 


Padang tersohor ke bangsa lain karena letaknya yang strategis sebagai gerbang utama di pantai barat Sumatera, dibuktikan oleh ramainya kunjungan pedagang asing masa lalu. 


Perubahan fisik kota ini kerap dipicu oleh geliat perdagangan dan hantaman bencana alam silih berganti-mulai dari gempa bumi besar hingga terjangan banjir rob/bandang musiman. 


Estafet kepemimpinan kota ini dari masa kemerdekaan dicatat oleh deretan wali kota-mulai dari Abdoel Hakim, Bagindo Azizchan, Syahrul Ujud, Mahyedi, Hendri Septa, hingga kepemimpinan Wali Kota petahana Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir saat ini. 


Memajukan Ekonomi Warga di Era Moderen


Ekonomi Padang kini bergerak maju melalui sektor jasa, perdagangan moderen, dan pariwisata bahari. Menyongsong pengakuan internasional, Padang tengah mengusung Taste of Padang Experience dalam gerak langkah Road to Gastronomi City. Agar ekonomi warga kian melesat seirama aura kota hari ini, arah kebijakan yang tepat meliputi:


Menjadikan kekayaan kuliner tradisional sebagai daya tarik global yang terkurasi secara profesional. 


Modernisasi sentra perniagaan tradisional seperti Pasar Raya agar berdaya saing tinggi. 


Membuka akses pasar seluas-luasnya bagi produkkreatif lokal berbasis digital.***

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS