Menuju Eco-Tourism: Mahasiswa KKN Rancang Cetak Biru Pariwisata Pertama Nagari Pematang Panjang - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Sunday, August 16, 2026

Menuju Eco-Tourism: Mahasiswa KKN Rancang Cetak Biru Pariwisata Pertama Nagari Pematang Panjang

Oleh Melia Putri Sabrina – Mahasiswa Jurusan Akuntansi di Universitas Andalas

Sijunjung, 15 Agustus 2026

 

Sijunjung — Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, selama ini menyimpan potensi ekowisata yang cukup lengkap. Mulai dari adat Minangkabau yang masih hidup, hasil pertanian seperti kopi dan durian, air terjun dan formasi batu, hingga produk UKM warga. Namun potensi tersebut selama ini belum pernah dikelola secara terlembaga. Nagari ini bahkan belum memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kelompok kerja pariwisata (Pokja Wisata), atau sistem manajemen pariwisata dalam bentuk apa pun yang aktif beroperasi.

Kekosongan itu yang kemudian coba dijawab oleh Melia Putri Sabrina bersama rekannya Marsya Nashwa. Keduanya merupakan mahasiswa program studi S1 Akuntansi Universitas Andalas yang ditugaskan di Nagari Pematang melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Selama masa KKN, keduanya merancang sebuah dokumen rencana pengelolaan wisata secara menyeluruh untuk Nagari Pematang Panjang yang mencakup struktur kelembagaan, pengembangan produk wisata, strategi pemasaran, hingga peta jalan implementasi lima tahun ke depan.

Dari Nol, Bukan Menyempurnakan

Berbeda dari kebanyakan program pengembangan wisata desa yang biasanya menyempurnakan sistem yang sudah ada, apa yang dikerjakan Melia dan Marsya tersebut praktis dimulai dari nol. Sebelumnya, Nagari Pematang Panjang hanya memiliki dokumen identifikasi potensi ekowisata yang disusun Pemerintah Nagari di bawah kepemimpinan Wali Nagari Rio Suzandi bersama Sekretaris Nagari Ben Elwinda yang mana dokumen tersebut memetakan potensi, namun belum menjawab bagaimana potensi itu benar-benar dikelola dan dijalankan.

"Sekarang ini wisatawan lokal gencar sekali mencari destinasi wisata yang otentik dan baru. Hidden gems lah sebutan kekiniannya. Salah satu hidden gem-hidden gem ini bisa ditemukan pada desa desa wisata. Dan kami (Melia dan Marsya) menemukan bahwasanya Nagari Pematang Panjang memiliki potensi besar untuk menjadi desa wisata itu. Makanya, kita susuri nagari ini, terus kita rancang sistem manajemen pariwisata nagari dengan konsep ecotourism untuk desa wisata rintisan.“ ujar Melia menjelaskan latar belakang inisiatifnya itu. 

Dalam rancangannya, Melia mengusulkan pembentukan Pokja Wisata Nagari yang akan dikoordinasikan langsung oleh perangkat Wali Nagari, dan tak luput perlakuan serupa bagi Pokdarwis di tingkat jorong mengingat Nagari Pematang Panjang memiliki 11 jorong yang tersebar di wilayahnya. Rancangan ini juga mengusulkan unit pariwisata di bawah BUMNag untuk mengelola tiket, pemesanan, dan promosi, serta memastikan lembaga adat (KAN) dan para ninik mamak tetap memiliki hak menentukan bagian budaya mana yang boleh dibuka untuk wisatawan.

Menata Empat Potensi Sekaligus

Rancangan manajemen pariwisata yang disusun tersebut mengelompokkan potensi nagari ke dalam empat pilar: 1. budaya (silek padang, bagurau saluang, rumah gadang, dan alek nagari), 2. pertanian (kopi, durian, madu kelulut, kerbau dan dadiah), wisata alam (Air Terjun Guguak Murai, Air Terjun Sungai Buluah, serta gua Lubang Binti), dan UKM (tenun, mebel, hingga produk kuliner seperti karupuak jariang dan dendeng pucuak ubi).

Dari keempat pilar tersebut, terbentuk dua jalur wisata utama, yaitu Jalur Alam & Trekking serta Jalur Budaya & Agro lengkap dengan contoh paket wisata, estimasi harga, hingga batas jumlah pengunjung harian di titik-titik sensitif seperti air terjun dan gua, agar pengembangan wisata tidak merusak lingkungan maupun mengganggu keaslian budaya setempat.

Disambut Positif Pemerintah Nagari

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari pemerintah nagari, mengingat sebelumnya belum ada pihak yang secara khusus merancang sistem tata kelola pariwisata untuk Pematang Panjang. Dengan adanya rancangan ini, nagari kini memiliki kerangka kerja yang siap ditindaklanjuti yang mencakup implementasi pembentukan Pokja Wisata dan Pokdarwis di tahun pertama, hingga target jangka panjang seperti sertifikasi wisata berkelanjutan pada tahun kelima.

Rancangan manajemen pariwisata tersebut diharapkan dapat menjadi titik awal bagi Nagari Pematang Panjang untuk mulai membuka diri sebagai destinasi ekowisata, tanpa kehilangan kendali atas adat, lingkungan, dan manfaat ekonomi yang seharusnya kembali kepada masyarakat setempat.



No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS