Mahasiswa KKN Unand Edukasi Peternak Nagari Pematang Panjang Melalui Sosialisasi Pembuatan Hay sebagai Cadangan Pakan Ternak - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Tuesday, August 11, 2026

Mahasiswa KKN Unand Edukasi Peternak Nagari Pematang Panjang Melalui Sosialisasi Pembuatan Hay sebagai Cadangan Pakan Ternak

 


Penulis: Rasyiid Suryo Febriansyah

(Mahasiswa Jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Andalas)


SIJUNJUNG — Ketersediaan pakan ternak yang tidak menentu sepanjang tahun masih menjadi tantangan utama bagi para peternak di Nagari Pematang Panjang, Kabupaten Sijunjung. Untuk menjawab persoalan tersebut, Rasyiid Suryo Febriansyah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Andalas, menggelar sosialisasi pembuatan Hay sebagai solusi cadangan pakan ternak yang murah dan mudah diterapkan. 

Kegiatan yang berlangsung pada 7 Agustus 2026 ini dihadiri oleh perangkat nagari serta warga setempat, dengan tujuan meningkatkan kemandirian peternak dalam mengelola pakan ternak sepanjang tahun, terutama saat musim kemarau tiba.

Nagari Pematang Panjang yang dikenal sebagai kawasan agraris menjadikan sektor peternakan sebagai salah satu tumpuan utama perekonomian masyarakat. Sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada usaha ternak, terutama sapi dan kambing. Namun, ketersediaan hijauan pakan ternak di nagari ini sangat bergantung pada musim. 

Pada musim penghujan, produksi hijauan melimpah, sementara di musim kemarau, peternak sering kesulitan mendapatkan pakan berkualitas dan harus membelinya dari luar nagari dengan biaya yang relatif tinggi. Kondisi ini mendorong mahasiswa KKN untuk menghadirkan solusi pengawetan pakan yang sederhana melalui metode Hay.

Berdasarkan hasil observasi di lapangan, tim KKN menemukan bahwa sebagian besar peternak di Nagari Pematang Panjang belum memiliki pengetahuan tentang teknik pengawetan hijauan pakan ternak. Selama ini, kelebihan hijauan pada musim penghujan hanya dibiarkan begitu saja atau diberikan secara berlebihan kepada ternak tanpa pengelolaan yang optimal.

Sementara itu, lahan pekarangan dan area sekitar pemukiman masih cukup luas untuk ditanami berbagai jenis hijauan pakan seperti rumput gajah, rumput odot, dan leguminosa. Temuan ini menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mengenalkan Hay sebagai metode pengawetan yang paling sesuai dengan kondisi dan kemampuan masyarakat setempat.

Pelaksanaan sosialisasi diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian Hay, tujuan pembuatannya, serta jenis-jenis hijauan yang dapat diolah menjadi Hay. 

Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman bahwa Hay merupakan hijauan pakan ternak yang dikeringkan hingga kadar air mencapai 15 hingga 20 persen, sehingga layak disimpan dalam jangka waktu lama tanpa mengalami penurunan nilai gizi yang signifikan.

Rasyiid Suryo Febriansyah menjelaskan, “Hay adalah metode pengawetan pakan yang paling sederhana karena tidak memerlukan bahan tambahan apa pun. Cukup dengan memanen hijauan pada usia panen, mengeringkannya di bawah sinar matahari, dan menyimpannya di tempat kering, peternak sudah memiliki stok pakan untuk musim kemarau.” 

Peserta juga diajak memahami tahapan teknis pembuatan Hay, mulai dari pembersihan hijauan dari kotoran, pengeringan di lapangan dengan pembalikan secara merata, hingga pengemasan dan penyimpanan di tempat yang kering.

Salah satu alasan utama pemilihan metode Hay dalam program ini adalah karena keunggulannya dibandingkan teknik pengawetan pakan lain seperti silase, fermentasi, dan amoniasi. Berdasarkan materi yang disosialisasikan, Hay tidak memerlukan bahan tambahan khusus seperti molase, EM4, atau urea, sehingga lebih ekonomis dan mudah diterapkan oleh peternak dengan sumber daya terbatas. 

Selain itu, jenis hijauan yang dapat diolah menjadi Hay sangat beragam, mulai dari rumput lapangan, rumput gajah, rumput odot, leguminosa, hingga jerami padi, yang semuanya mudah didapat di lingkungan sekitar. 

Metode ini juga memungkinkan peternak untuk memanen hijauan saat produksi melimpah dan menyimpannya sebagai cadangan saat musim paceklik.

Pendekatan edukasi yang dilakukan tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga mencakup sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. 

Peserta diberikan pemahaman tentang ciri-ciri Hay berkualitas, seperti warna hijau kekuningan, tidak berbau busuk, tidak berjamur, tidak terdapat titik-titik hitam, serta tekstur yang tidak mudah patah dan hancur. 

Masyarakat juga diedukasi mengenai cara pemberian Hay yang tepat, yaitu dapat diberikan langsung kepada ternak atau dikombinasikan dengan hijauan segar dan konsentrat, serta pentingnya menyediakan air minum yang cukup bagi ternak. 

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan berbagai manfaat Hay, mulai dari menjamin ketersediaan pakan sepanjang tahun, mengurangi limbah hijauan, menghemat biaya pakan, mempermudah penyimpanan, hingga menjaga produktivitas ternak saat musim kemarau.

Program ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari Pemerintah Nagari Pematang Panjang. Wali Nagari Pematang Panjang menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa KKN dalam membawa solusi nyata bagi para peternak di nagari tersebut. Para peserta, yang terdiri dari perangkat nagari dan warga setempat, terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. 

Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai kendala yang selama ini dihadapi dalam penyediaan pakan ternak, serta bagaimana metode Hay dapat menjadi jawaban atas permasalahan tersebut. Dukungan dari pemerintah nagari diharapkan mampu mendorong keberlanjutan program setelah masa KKN usai.

Keberlanjutan program menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan ini. Rasyiid Suryo Febriansyah berharap sosialisasi yang telah dilakukan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat. 

Ia menyarankan perlunya kegiatan lanjutan berupa pendampingan praktik langsung pembuatan Hay di lapangan agar peternak lebih terampil dan percaya diri dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh.

Selain itu, perangkat nagari diharapkan dapat memfasilitasi kelompok tani dan ternak dalam pengadaan sarana pendukung, seperti lantai jemur dan tempat penyimpanan Hay yang layak. Dengan demikian, ketersediaan pakan ternak yang berkualitas sepanjang tahun bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah keniscayaan yang dapat diwujudkan melalui kerja sama dan kemauan bersama.

Melalui sosialisasi pembuatan Hay ini, mahasiswa KKN Unand telah membuktikan bahwa solusi sederhana dan berbasis sumber daya lokal mampu memberikan dampak besar bagi kesejahteraan peternak di Nagari Pematang Panjang. 

Inovasi pengawetan pakan ini diharapkan menjadi warisan pengetahuan yang terus dijaga dan dikembangkan oleh masyarakat, sehingga ketahanan pakan ternak di nagari ini dapat terjamin secara berkelanjutan.

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS