Dinas Pertanian Sumbar Bekerjasama Dengan Unand Menyusun Dokumen SID Optimalisasi Lahan Non Rawa - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Friday, July 3, 2026

Dinas Pertanian Sumbar Bekerjasama Dengan Unand Menyusun Dokumen SID Optimalisasi Lahan Non Rawa



Padang, - Jurnalis Sumbar

Dinas Pertanian Propinsi Sumatera Barat menggelar Diseminasi Hasil Kegiatan Penyusunan Dokumen Survei Investigasi Desain (SID) Optimalisasi Lahan Non Rawa  Provinsi Sumatera Barat T.A 2026  yang dilaksanakan di Hotel Pangeran Beach Padang,Selasa (1/7/2026).Kegiatan ini bagian dari persiapan pelaksanaan program rehabilitasi lahan sawah non rawa seluas 15.000 hektar yang dialokasikan oleh Kementrian Pertanian untuk Sumatera Barat. 


Kepala Dinas Pertanian Sumatera Barat, Ir. Afni Wirman, menjelaskan penyusunan dokumen SID pelaksanaannya bekerja sama dengan Falkutas Pertanian Universitas Andalas ( Unand).Pengerjaan dibagi dalam dua tahap agar pelaksanaan rehabilitasi dilapangan dapat segera dimulai tanpa menunggu seluruh dokumen selesai. 


Dalam mengejar waktu, penyusunan SID tidak dikerjakan sekaligus. Pelaksanaan kita kerjakan separoh dulu. Setelah sekitar 7.500 hektar selesai, pekerjaan fisik dilapangan langsung bisa dilaksanakan,sementara Unand melanjutkan SID untuk sisa lokasi,"ujar Afni disela kegiatan. 


Pekerjaan ini adalah program optimalisasi lahan menyasar sawah non rawa yang mengalami kerusakan akibat bencana maupun gangguan lain, seperti lahan yang tertimbun material, pematang sawah yang rusak, hingga saluran irigasi yang tertutup. 


"Setiap lokasi memiliki kondisi yang berbeda.Semua itu dikelompokkan melalui SID agar penanganannya tepat sasaran, "katanya. 


Afni menambahkan, dokumen SID menjadi pedoman bagi kelompok tani dalam melaksanakan rehabilitasi lahan sekaligus menjadi acuan bagi pemerintah kabupaten /kota dalam melakukan pengawasan pelaksanaan program. 

Program tersebut dilaksanakan dengan pola swakelola melalui kelompok tani. Pemerintah terlebih dahulu menyalurkan 70 persen dana kegiatan kepada kelompok tani sebelum pekerjaan dimulai. 


Besaran bantuan dihitung berdasarkan luas lahan, nilainya sekitar Rp. 3.6 juta per hektar. Setelah data SID selesai, akan diketahui luas lahan, kelompok tani penerima serta kebutuhan anggaran masing-masing, "jelasnya. 


Sebagian dana untuk lokasinya yang memiliki dokumen DID sudah mulai disalurkan kepada kelompok tani agar pekerjaan dapat segera dilaksanakan. 

Selain mendukung percepatan rehabilitas lahan, bekerja sama dengan Unand juga memberi manfaat bagi dunia pendidikan karena melibatkan dosen dan mahasiswa dalam proses survei serta penyusunan dokumen teknis. 


Ucap Afni, kegiatan SID mencakup seluruh wilayah Sumbar, termasuk kepulauan Mentawai hingga diharapkan program optimalisasi lahan mampu meningkatkan  produktivitas sawah yang sebelummya tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. 


Harapan kami, dokumen SID ini menjadi pedoman yang jelas bagi kelompok tani sehingga pelaksanaan  rehabilitas berjalan sesuai perencanaan dan lahan yang selama ini tidak optimal bisa kembali produktif sambil mengakhiri.  (Kitti)

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS