Menjemput sunyi di jalur alternatif: catatan pendakian gunung talang via bukik bulek, 30 mei 2026 - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Tuesday, June 2, 2026

Menjemput sunyi di jalur alternatif: catatan pendakian gunung talang via bukik bulek, 30 mei 2026

Oleh: Nurul hafiza Nim 2410741006 jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.



Pendakian Gunung Talang melalui Jalur Bukik Bulek pada tanggal 30 Mei 2026 menjadi pengalaman yang penuh kesan bagi kami. Gunung Talang yang terletak di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, merupakan salah satu gunung yang banyak diminati oleh para pecinta alam karena memiliki jalur pendakian yang menarik serta panorama alam yang indah. Pendakian ini bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga tentang kebersamaan, kerja sama, dan pengalaman berharga yang diperoleh selama perjalanan.

Perjalanan dimulai pada pukul 09.00 WIB dari rumah. Sejak pagi hari, kami telah mempersiapkan perlengkapan yang diperlukan untuk pendakian. Carrier, pakaian ganti, perlengkapan makan, serta kebutuhan lainnya telah disiapkan sehari sebelumnya agar tidak ada barang yang tertinggal. Cuaca pagi itu cukup cerah sehingga menambah semangat kami untuk memulai perjalanan menuju Bukik Bulek, titik awal pendakian Gunung Talang.

Perjalanan menuju Bukik Bulek berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Selama di perjalanan, kami melewati berbagai pemandangan khas Sumatera Barat, mulai dari hamparan sawah yang hijau, perkampungan masyarakat, hingga perbukitan yang membentang di kejauhan. Sesekali kami berbincang mengenai rencana perjalanan dan membayangkan suasana yang akan kami temui di atas gunung. Tepat sekitar pukul 12.00 WIB, kami akhirnya tiba di kawasan Bukik Bulek.

Sesampainya di lokasi, kami tidak langsung memulai pendakian. Langkah pertama yang dilakukan adalah beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga setelah perjalanan. Setelah itu, kami mulai menyusun barang-barang ke dalam carrier. Karena jumlah kami hanya tiga orang, pembagian perlengkapan dilakukan secara merata agar beban yang dibawa tidak terlalu berat bagi salah satu anggota. Barang-barang seperti makanan, air minum, pakaian, perlengkapan tidur, serta perlengkapan darurat dibagi sesuai kapasitas masing-masing carrier.

Setelah seluruh perlengkapan pribadi tersusun rapi, kami menuju tempat penyewaan alat pendakian yang berada di sekitar Bukik Bulek. Kami menyewa kompor portable beserta peralatan masak yang akan digunakan selama berkemah di gunung. Menyewa perlengkapan menjadi pilihan yang lebih praktis karena tidak semua peralatan tersebut kami miliki sendiri. Setelah proses penyewaan selesai, kami kembali mengecek perlengkapan untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.

Kegiatan berikutnya adalah melakukan simaksi atau Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi. Sebagai pendaki, kami memahami bahwa registrasi merupakan prosedur penting yang harus dilakukan sebelum memasuki kawasan gunung. Di pos pendakian, petugas mencatat identitas kami dan memberikan beberapa arahan mengenai kondisi jalur serta aturan yang harus dipatuhi selama pendakian. Selain untuk keamanan pendaki, simaksi juga menjadi salah satu bentuk pengawasan terhadap aktivitas yang berlangsung di kawasan Gunung Talang.

Setelah seluruh proses administrasi selesai, kami mulai mempersiapkan diri untuk memasuki jalur pendakian. Sebelum berjalan, kami melakukan pemanasan ringan agar tubuh lebih siap menghadapi medan yang akan dilalui. Setelah semuanya siap, langkah pertama menuju Gunung Talang akhirnya dimulai.

Pada awal perjalanan, jalur masih didominasi oleh kawasan perkebunan masyarakat. Tanaman sayuran dan berbagai tanaman pertanian tumbuh subur di sepanjang jalur. Udara terasa segar dan suasana masih cukup ramai karena beberapa pendaki lain juga memulai perjalanan pada hari yang sama. Kami berjalan dengan santai sambil menikmati pemandangan yang tersaji di sekitar jalur.

Memasuki kawasan hutan, suasana berubah menjadi lebih tenang. Pohon-pohon yang tinggi memberikan keteduhan, sementara udara pegunungan terasa semakin sejuk. Jalur mulai menanjak dan membutuhkan tenaga yang lebih besar. Meski demikian, kami tetap menjaga semangat dengan saling menyemangati satu sama lain. Sebagai kelompok kecil yang hanya terdiri dari tiga orang, kerja sama menjadi hal yang sangat penting selama perjalanan.

Di beberapa titik, kami berhenti untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan alam. Dari area terbuka, terlihat hamparan perbukitan dan kawasan pemukiman yang berada jauh di bawah. Pemandangan tersebut menjadi hadiah kecil yang membuat rasa lelah berkurang. Kami juga memanfaatkan waktu istirahat untuk minum dan mengisi kembali energi sebelum melanjutkan perjalanan.

Selama pendakian, kebersamaan menjadi bagian yang paling berkesan. Kami saling membantu ketika ada yang mulai merasa lelah dan memastikan tidak ada anggota yang tertinggal. Suasana penuh canda dan tawa membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan. Meskipun jalur yang dilalui cukup menantang, semangat untuk mencapai tujuan tetap terjaga.

Menjelang sore hari, kami tiba di lokasi yang dipilih untuk mendirikan tenda. Setelah menemukan area yang aman dan cukup datar, kami bersama-sama mendirikan tenda. Setiap orang memiliki tugas masing-masing, mulai dari memasang tenda hingga menyiapkan perlengkapan memasak. Kompor dan peralatan masak yang sebelumnya disewa mulai digunakan untuk menyiapkan makan malam.

Udara pegunungan yang dingin membuat makanan hangat terasa sangat nikmat. Setelah makan malam, kami duduk bersama di sekitar area perkemahan sambil menikmati suasana malam Gunung Talang. Langit tampak dipenuhi bintang yang bersinar terang, sementara angin pegunungan berhembus perlahan. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling berharga dari pendakian karena memberikan kesempatan untuk menikmati ketenangan alam yang sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendakian Gunung Talang melalui Jalur Bukik Bulek pada 30 Mei 2026 menjadi pengalaman yang penuh makna bagi kami bertiga. Perjalanan yang dimulai dari rumah pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan menyusun barang ke dalam carrier, menyewa kompor dan peralatan masak, melakukan simaksi, hingga memulai pendakian, memberikan banyak pelajaran tentang persiapan, kerja sama, dan kecintaan terhadap alam. Pendakian ini tidak hanya menghasilkan kenangan indah, tetapi juga mempererat persahabatan dan menumbuhkan rasa syukur atas keindahan alam yang dimiliki Sumatera Barat.

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS