Canangkan Sensus Ekonomi 2026, BPS Ajak Pelaku Usaha Berpartisipasi - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Sunday, June 28, 2026

Canangkan Sensus Ekonomi 2026, BPS Ajak Pelaku Usaha Berpartisipasi

 


Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di kawasan Car Free Day (CFD) Halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat, Minggu, 28 Juni 2026. Pencanangan ini menjadi tanda dimulainya pelaksanaan sensus ekonomi secara serentak di seluruh Indonesia sekaligus mengajak masyarakat dan pelaku usaha berpartisipasi aktif menyukseskan pendataan.


Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin mengatakan, pemilihan lokasi pencanangan di kawasan CFD bertujuan untuk meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. "Momentum pencanangan di Car Free Day ini untuk menggait antusiasme masyarakat agar ikut terlibat dalam Sensus Ekonomi," ujarnya.


Hasan menjelaskan, Pendataan lapangan door-to-door Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Sumatera Barat resmi diluncurkan dan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pelaksanaan ini merupakan agenda nasional BPS setiap 10 tahun sekali untuk memetakan dan mencatat kondisi seluruh unit usaha di berbagai sektor ekonomi

BPS juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus. Di antaranya memberikan perlindungan jaminan sosial bagi petugas lapangan melalui BPJS Ketenagakerjaan serta membentuk Pos Sensus di berbagai daerah.


Menurutnya, Pos Sensus akan menjadi sarana yang mendekatkan petugas dengan masyarakat. Warga dapat berkolaborasi dengan petugas, termasuk memastikan apakah keluarga atau usahanya telah didata. Selain itu, BPS juga menggagas program Ngisi Bareng yang melibatkan berbagai instansi pemerintah, BUMD, hingga perangkat daerah sebagai bentuk dukungan bersama terhadap pelaksanaan SE2026.


Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi menjadi sangat penting karena pertumbuhan dunia usaha di Sumatera Barat terus berkembang. Menurutnya, pemerintah membutuhkan data yang akurat dan mutakhir untuk merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi.


"Usaha baru terus bertambah sehingga kita secara kolaborasi perlu pendataan yang akurat dan mutakhir. Dari Sensus Ekonomi 2026 pelaku usaha, masyarakat dan pemerintah bisa memperoleh gambaran yang lebih tepat untuk menentukan langkah dan upaya meningkatkan sektor usaha serta ekonomi masyarakat," kata Mahyeldi.


Ia menambahkan, masyarakat saat ini mengharapkan pemerintah mampu memberikan respons yang cepat terhadap berbagai persoalan pembangunan. Karena itu, data statistik yang cepat, akurat, dan terpercaya menjadi kebutuhan utama dalam pengambilan kebijakan.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menyebut Sumatera Barat memiliki potensi ekonomi yang besar. Dengan jumlah penduduk sekitar 6 juta juta jiwa yang didominasi usia produktif, Sumbar dinilai memiliki modal kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.




Sonny mengungkapkan, angka migrasi seumur hidup masyarakat Sumatera Barat tergolong tinggi. Sekitar 17 dari setiap 100 penduduk yang lahir di Sumatera Barat kini tinggal di luar daerah sebagai bagian dari diaspora Minangkabau. Namun, di sisi lain, migrasi masuk ke Sumatera Barat lebih besar dibandingkan migrasi keluar.


"Hal ini menunjukkan Sumatera Barat menjadi daerah tujuan migrasi. Artinya, daya tarik ekonomi Sumatera Barat cukup kuat," ujarnya.


Ia juga menyampaikan, berdasarkan data BPS terdapat sekitar 715 ribu pelaku usaha di Sumatera Barat. Sebagian besar berada di Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 708 ribu merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat dinilai sudah berada pada kategori tinggi, bahkan sejumlah daerah seperti Kota Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Solok dan Padang Panjang telah mencapai tingkat yang setara dengan negara maju. "Kelebihan Sumatera Barat adalah pertumbuhannya lebih merata sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu," ucapnya.


Untuk menyukseskan pelaksanaan SE2026, BPS mengajak masyarakat mengingat slogan “TIR”, yakni Terima Petugas, Isi Data Benar, dan Rahasia Data Pasti Terjaga. BPS menegaskan seluruh data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


 

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS