Refleksi Kasus Kekerasan dalam Pengasuhan Bayi (Daycare) dalam Perspektif Islam - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Saturday, May 2, 2026

Refleksi Kasus Kekerasan dalam Pengasuhan Bayi (Daycare) dalam Perspektif Islam


Oleh : Syafriyon MHS. S3 UM SUMBAR)

Fenomena mengejutkan ketika diketahui pelakuan pengasuh bayi di tempat penitipan, mereka melakukan tindak kekerasan dan penganiayaan pada bayi yang belum mengerti apa-apa, dengan mengikat kaki dan tangan, tidak memberi makan atau minum yang layak, seperti yang terjadi di Yogyakarta, Banda Aceh, Depok Jawa Barat, ini mungkin yang terungkap, dan bisa saja juga terjadi di tempat lain, orang-orang yang menjadikan ini ladang pekerjaann untuk mendapatkan keuntungan sementara tidak didasari oleh tanggung jawab dalam mengelola.

Dalam perspektif Islam, anak adalah titipan, amanah yang harus dijaga, mengasuh dan membimbing mereka (tarbiyah al-athfai) merupakan sebuah kemuliaan dengan investasi amal jariyah, anak bukan hanya objek penjagaan melainkan subjek yang memiliki hak untuk diperlakukan dengan penuh kasih sayang, dengan segenap kelembutan. Sebagaimana Rasulullah SAW menyayangi cucunya dengan menggendong, mencium, membiarkan bermain bebas, kadang menaiki punggung Rasul pada saat sedang salat. Rasulullah SAW bersabda : "Siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi’’.

Kasih sayang bukan hanya menerapkan nilai-nilai moral, tetapi menanamkan fondasi spritual pada anak-anak calon pemimpin peradaban, maka kekerasan dalam pengasuhan sangat bertentangan secara fundamental nilai-nilai ajaran Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dengan misi Rahmatan lil ‘alamiin (membawa Ramhat bagi sekalian alam) (QS. Al-Anbiya ayat 107), ayat ini mengajarkan kasih sayang itu berlaku untuk seluruh aspek kehidupan, termasuk pengasuhan anak dan bergaul dengan sesama.

Tindakan mengikat, mencubit, memukul, tidak memberi makan/minum yang layak merupakan bentuk pelanggaran kemanusiaan yang berefek pada masa depan anak secara fisik dan mental bisa saja terganggu sebagai akibat tindak kekerasan. Islam menekankan pentingnya ihsan (berbuat baik) dalam segala amanah yang diemban, termasuk seseorang yang mengambil profesi menjaga atau mengasuh anak. Pengasuh bukan hanya sebatas pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan bulanan tetapi sebuah tanggung jawab moral dan spritual, karena itu sangat diperlukan kompetensi kepribadian, rasa kasih sayang, rasa empati, dan memahami nilai-nilai Agama.

Kasus kekerasan di daycare yang terjadi di beberapa tempat cukup menjadi moment untuk melakukan refleksi totalitas bagi pengelola, pengambil profesi pengasuh anak atau bayi, lakukan penguatan regulasi dan pengawasan ekstra di tempat-tempat penitipa anak, tingkatkan literasi pengasuh sehingga memiliki ilmu pola pengasuhan yang baik, dibarengi raya kasih sayang sebagai orang tua, tanamkan nilai-nilai Islam yang Rahmatan lil ’alamiin, berikan keteladanan, betapa Allah itu Rahman dan Rahim pada hamba-Nya.

Sebagai bagian akhir tulisan ini, penulis menekankan bahwa pengasuhan anak bukan hanya segedar ativitas menjaga anak, tetapi proses membentuk generasi calon pemimpin masa depan, ketika kasih sayang diabaikan, maka yang akan terjadi adalah trauma prikologis yang akan membekas sampai anak dewasa atau sepanjang hayat, perlakukan manusia secara manusiawi sesuai fitrahnya.


No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS