Wajah dinas sekelas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang selalu menuntut kecepatan. Apalagi, kota ini tumbuh dinamis dengan kerentanan geografis yang tinggi. Saat tongkat komando diserahkan kepada Malvi Hendri selaku Kepala Dinas PUPR Kota Padang, harapan publik tertumpu pada bagaimana sosok baru ini meracik anggaran dan mempercepat realisasi fisik di lapangan.
Dalam bincang khusus pada Kamis (21/5/2026), Malvi Hendri tidak membuang waktu. Sebagai kepala dinas yang baru dilantik, ia langsung tancap gas.
Baginya, APBD awal maupun tambahan-termasuk Transfer Keuangan Daerah (TKD)-bukanlah sekadar angka di atas kertas, melainkan bahan bakar utama yang harus segera diproses.
"Kita sekarang belum memastikan jumlah paket dan tambahannya. Paling tidak itu mencakup 16 daerah irigasi titik lokasinya," ujar Malvi lugas.
Namun, fokus Malvi tidak hanya pada irigasi. Mata tajamnya tertuju pada pekerjaan rumah yang mendesak: rehab-rekon pascabencana, terutama di kawasan yang kerap terdampak seperti Lubuk Minturun, Pauh, Nabggalo (Tabing Banda Gadang). Tidak berhenti di sana, perbaikan ruas jalan evakuasi tsunami serta pelebaran jalan di Maransi dan Kurao Pagang menjadi catatan prioritas dalam buku kerjanya.
Sinergi Kota Tua, Pasar, dan Pantai
Malvi tampaknya sadar bahwa membangun Padang adalah membangun peradaban kota yang majemuk. Ia menegaskan, revitalisasi kawasan Kota Tua akan tetap berpedoman pada master plan yang ada, bersinergi dengan provinsi. Langkah ini krusial agar warisan sejarah tak hilang, namun tetap fungsional secara ekonomi.
Lalu, sentuhan langsung pada urat nadi perekonimian rakyat-Pasar Raya Padang-menjadi sorotan utama. Malvi menjabarkan penataan kawasan air mancur, pembenahan trotoar, hingga perbaikan basement Blok II dan III.
"Selain ini juga kita melaksanakan Progul (Program Unggulan) Walikota Padang Fadly Amran, yang harus kita selesaikan. Juni nanti, kita memulai pekerjaan trotoar Pantai Padang," lanjutnya menghubungkan estetika kota dengan kenyamanan pejalan kaki.
Proses tender yang saat ini bergulir di PBJ (Pengadaan Barang dan Jasa) Pemko Padang diproyeksikan tuntas, sehingga minggu kedua Juni, deru alat sudah bisa terdengar di berbagai titik.
Kolaborasi, Kunci Penanganan Pascabencana
Di tengah keterbatasan APBD, kepiawaian Malvi diuji dalam mengelola dana TKD. Dana yang dialokasikan berdasarkan, arahan Kemendagri ini difokuskan untuk rehab-rekon pascabencana akhir tahun 2025.
Menariknya, Malvi menekankan pentingnya sinkronisasi agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran. Ia bergerak cepat berkoordinasi secara paralel dengan Balai Wilayah Sungai, Balai Cipta Karya, serta Dinas PSDA-BK Provinsi Sumatera Barat.
"Mudah-mudahan saja dengan adanya kolaborasi dan sinkronisasi pelaksanaan kegiatan, kita berharap angaran TKD untuk proses rehab-rekon ini bisa terlaksana dan tepat sasaran," pungkasnya.
Langkah cepat dan pendekatan kolaborasi yang ditunjukkan Malvi Hendri di awal jabatannya memberikan optimisme. Bahwa pembangunan tidak hanya sekadar membangun, melainkan merawat dan memperkuat fondasi Kota Padang agar lebih tangguh dan nyaman.
Kini, publik menunggu realisasi dan janji-janji teknis tersebut di minggu kedua Juni nanti.(Obral Chaniago).





No comments:
Post a Comment