Padang, 11 Mei 2026 - Di tengah riuh rendah persaingan pendidikan nasional, sebuah optimisme kuat terpancar dari ruang kerja Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat (Sumbar), H. Tan Gusli, S. Fil.I., M. AP., MA, yang merupakan Sekretaris PWNU Sumatera Barat, yang baru bulan lalu mengemban amanah sebagai nakhoda baru bidang madrasah, duduk santai namun bicaranya bernas. Baginya, siswa madrasah di Sumatera Barat bukan sekadar pengikut, melainkan pencetak sejarah.
"Siswa madrasah kita tak kalah penting dan tak kalah saing dengan daerah lain. Trennya, mereka selalu merangsek ke papan atas, meraih prestasi di tingkat nasional dalam berbagai ajang dan lomba," ujar Tan Gusli penuh keyakinan saat bincang khusus dengan awak media di kantornya, Senin (12/5/2026).
Pernyataan ini bukan sekadar retorika penyemangat. Data berbicara. Tan Gusli memaparkan, Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional kerap diwarnai dengan warna emas dari perwakilan Ranah Minang.
Bukti di Hari Pendidikan Nasional
Sinergi akademik dan non-akademik menjadi sorotan utama pria yang dikenal komunikatif ini. Prestasi nyata baru saja terukir pada momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang baru saja berlalu. Dua madrasah unggulan Sumbar dianugerahi penghargaan MKS/M oeh Gubernur Sumatera Barat.
"Alhamdulillah, penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa MAN Insan Cendikia (MAN IC) di Padang Pariaman dan MIN 2 di Dharmasraya adalah bukti nyata kualitas kita. Ini menunjukkan madrasah siap bersaing, baik jalur akademik maupun non-akademik," tambahnya.
Pesta Medali di KSM 2026
Ketajaman visi Tan Gusli didukung oleh kenyataan di lapangan. Pada Kompetisi Sains Madrasah Indonesia yang diadakan tahun 2026 ini, siswa Madrasah Sumbar tampil memukau, memboyong medali emas, perak, dan perunggu tingkat nasional.
Salah satu tulang punggung prestasi tersebut adalah MAN Insan Cendikia (MAN IC) Padang Pariaman. Tan Gusli merinci dengan bangga, "pada kompetisi sains yang baru lalu itu, siswa MAN IC berhasil menyabet 5 medali emas, 4 perak, dan 2 perunggu. Ini hasil luar biasa."
Visi Masa Depan
Namun, Tan Gusli tidak ingin berhenti di sini. Baginya, medali adalah bonus dari proses pendidikan yang konsisten. "Banyak prestasi lain yang diraih oleh siswa madrasah dalam kompetisi umum tingkat nasional, maupun kompetisi di tingkat Kementerian Agama.
Kita ingin membuktikan bahwa madrasah di Sumatera Barat adalah pilihan tepat, tempat di mana sains dan iman berpadu menghasilkan karya gemilang," pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan madrasah Sumbar terasa semakin menyala.
Bukti-bukti yang dipaparkan Tan Gusli menjadi angin segar, menegaskan bahwa madrasah adalah garda terdepan pencetak generasi emas Sumatera Barat.
#Obral Chaniago





No comments:
Post a Comment