KENDURI SKO ACARA ADAT YANG SAAT INI MASIH BERKEMBANG DI KALANGAN MASYARAKAT KERINCI - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Thursday, May 21, 2026

KENDURI SKO ACARA ADAT YANG SAAT INI MASIH BERKEMBANG DI KALANGAN MASYARAKAT KERINCI

Disusun oleh: Farel Aditia jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas


Kenduri Sko adalah rangkaian acara adat berupa peringatan (kenduri) yang dilaksanakan oleh masyarakat suku Kerinci di Provinsi Jambi. Acara ini juga disebut dengan istilah Kenduri Pusako (Pusaka).

 Istilah sko berasal dari kata saka berarti keluarga atau leluhur dari pihak ibu dan biasa disebut dengan khalifah ngan dijunnung dan waris yang dijawab. Sko sendiri dibagi menjadi sko tanah dan sko gelar, dimana sko gelar dapat diberikan oleh ibu kepada saudara laki-laki dari pihak ibu (mamak).

 Pada acara ini terdapat dua agenda pokok yaitu acara untuk menurunkan dan menyucikan benda-benda pusaka, dan acara untuk mengukuhkan pada orang yang akan menerima gelar adat. Acara penurunan benda pusaka biasanya dilaksanakan tiap setahun sekali, atau 5-10 tahun sekali, bahkan 25 tahun sekali.Di daerah Tanjung Tanah acara penurunan benda pusaka dilaksanakan setiap 7 sampai 10 tahun.

 Kenduri sko menggambarkan adanya keterpaduan, keakraban, kesadaran, kebersamaan dan keterbukaan antara sesama anggota masyarakat dan antara anggota masyarakat dengan pemimpinnya sebagaimana falsafah nagari Kerinci. Keterpaduan merupakan satu hal yang diperlukan dalam membangun nagari, kerjasama yang terpadu antara pemimpin dengan rakyatnya, melambangkan musyawarah-mufakat, sebagaimana tertuang dalam pantun adat: memasak nasi dalam periuk, menggoreng dalam kuali. tegak berunding duduk bainok, alamat usaha akan menjadi. Keakraban diperlukan di tengah-tengah masyarakat, sehingga melahirkan persatuan dan kesatuan, bersatu anggota masyarakatnya dan bersatu dalam tekadnya. Depati dan Ninik mamak adalah tingkatan tertinggi pada struktur lapisan sosial masyarakat suku kerinci. Didalam agenda acara ini ada beberapa tari yang di tampilkan, salah satunya yaitu Tari Rangguk, yang dilakukan untuk menerima kedatangan Depati (Tokoh adat kerinci), tamu dan para pejabat dari luar daerah. Kemudian beranjak ke acara penurunan pusaka, proses ini dilakukan oleh para sesepuh adat kerinci.

 Kalau ini sudah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya tidak ada kesulitan dalam usaha apa saja; bulat nan seguling, picak nan selayang, tak ada berat yang tak dapat dipikul, tak ada ringan yang tak dapat dijunjung. Kenduri sko dapat menumbuhkan keakraban antara sesama anggota masyarakat, anggota masyarakat dengan para pemimpinnya dan masyarakat kampung lain. Sebagaimana tertuang dalam pantun adat: ijuk jadikan sapu, ambil buluh jadi pelupuh, bersatu kita padu, bercerai kita rubuh. Kesadaran untuk melakukan pembangunan manusia seutuhnya, membangun fisik dan mental, kepala diisi dengan ilmu pengetahuan, dada dipenuhi dengan iman dan taqwa sehingga melahirkan kesadaran yang tinggi, menimbulkan kejujuran yang mantap.

 Saya pernah melihat acara kenduri sko ini yang dimana bertepatan di Lempur, kerinci. Pada acara adat ini ada beberapa momen yang dapat saya ambil, yang dimana saya melihat ada beberapa masyarakat kesurupan bersamaan, ada beberapa orang yang mengatakan bahwa mereka yang keserupan karena para leluhur mereka yang telah lama wafat datang untuk acara tersebut. Saya tidak bisa memastikan hal itu benar, tetapi dari beberapa masyarakat mengatakan seperti itu.

 Kesadaran untuk menjaga kejujuran akan menimbulkan kerjasama yang baik. Perhelatan kenduri sko melatih orang untuk menjadi jujur. Karena diyakini oleh masyarakat bahwa orang yang tidak jujur akanmendapat „teguran‟ dari orang gunung (=kemasukan arwah).Perhelatan kenduri sko merupakan rangkaian kegiatan yang memiliki tujuan antara lain:

 1).Pengukuhan dan penobatan orang adat seperti depati, hulubalang, rio dan ninik mamak sebagaipengganti pemangku adat yang telah berhenti sesuai dengan ketentuan adat,

2). Pembersihandan penurunan benda-benda pusaka adat untuk dapat dilihat oleh masyarakat kampung.

3) Mengikat dan menjalin silaturahim, persatuan dan kesatuan antara masyarakat dalam satu kampung dengan masyarakat dari kampung lain.

 4). Pembacaan naskah asal-usul yangdinobatkan dan warga setempat agar warga tahu terutama kaum muda dari mana mereka berasal

 5). Memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga kepada roh nenek moyang, Depati merupakan gelar adat tertinggi dalam satu wilayah yang disebut „parit

bersudut empat Seorang depati haruslah yang memiliki „simbai ekornya, tajam tajinya dan nyaring kokoknya. Artinya seorang depati adalah orang yang memiliki keberanian untuk berkata benar, berwibawa dan berwatak kepemimpinan. Nyaring kokok-nya berarti pandai berkata-kata, berpengaruh dan sanggup mengatasi massa, tahu ireng jo gendeng, tahu tahan yang menimpa, tahu diranting yang melecut arif bijaksana.

Depati dipilih dari seseorang yang ada warisnya, menurut adat disebut „berkubur berpendam,bertampang berturai, adat bersendi alur, alur bersendi patut, patut bersendi dengan benar.

Pengaruh depati sangat tertanam di dalam masyarakat dusun, „pusat jala tumpuan ikan mempunyai fungsi yang besar sekali menghukum, mendenda, melarik, menjaga, mengajum, mengarah menghela membentang dan memelihara baik buruknya anak kemenakan di dusun serta kemajuan pembangunan dusun. Di bawah depati ada ninik mamak (permenti) yang terdiridari rio, datuk dan pemangku. Ninik mamak mempunyai kekuasaan dalam segala masalah kehidupan masyarakat yang bertugas .

KESIMPULAN

        Kenduri sko merupakan tradisi lisan masyarakat Kerinci yang telah berlangsung sejak lama dan turun menurun diwariskan dari generasi masa lalu kepada generasi masa kini. Sebagai suatu tradisi lisan, kenduri sko mememiliki peran dalam penyusunan ulang kejadian masa lalu yang merupakan pesan dari masa lalu kini. Kenduri sko memiliki pesan kebudayaan yang merupakan representasi dari ruang, ruang, waktu, kesadaran dan kebersamaan yang menjadi pokok pembangun dalam nagari kerinci. Representasi dari ruang dinyatakan oleh keyakinan akan adanya alam semesta bumi dan langit dengan fungsinya masing- masing, reprosentasi waktu ditunjukan oleh keyakinan terhadap waktu sebagai masa untuk berkelana mencari kebaikan dan perubahan. Kenduri sko sebagai pesan kebenaran sejarah dalam lintasan waktu yang bersifat siklus dan linear shingga menuju kepada suatu kekelan yang tidak akan berubah lagi.

       Kenduri sko sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rizki dan memohon untuk dilipat gandakan pendataan mereka lewat hasil panen padi untuk tahun yang akan datang.

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS