Operasi Pasar dan GPM Kendalikan Inflasi di Sumatera Barat - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Friday, April 3, 2026

Operasi Pasar dan GPM Kendalikan Inflasi di Sumatera Barat

 


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, menyampaikan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Barat pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,04 persen secara bulanan (mtm). Angka ini menurun signifikan dibandingkan bulan sebelumnya dan lebih rendah dari inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,41 persen (mtm).


Penurunan inflasi tersebut tidak lepas dari efektivitas berbagai langkah pengendalian harga selama periode Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026. Upaya seperti inspeksi mendadak (sidak) pasar, operasi pasar, serta Gerakan Pangan Murah (GPM) dinilai berhasil menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan.




Penurunan inflasi tersebut tidak lepas dari efektivitas berbagai langkah pengendalian harga selama periode Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026. Upaya seperti inspeksi mendadak (sidak) pasar, operasi pasar, serta Gerakan Pangan Murah (GPM) dinilai berhasil menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan.


Selain menjaga harga tetap terjangkau, program-program tersebut juga memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi pangan strategis di berbagai wilayah. Kondisi ini menjadi faktor penting dalam menekan laju inflasi selama periode yang umumnya rawan gejolak harga.


Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Maret 2026, Sumatera Barat bahkan mencatat deflasi sebesar 0,82 persen (year to date/ytd). Sementara itu, secara tahunan inflasi tercatat sebesar 3,37 persen (yoy), masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,51 persen.


Tekanan inflasi pada Maret 2026 terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kenaikan harga daging ayam ras, jengkol, serta ikan tongkol menjadi penyumbang utama seiring meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.


Secara rinci, daging ayam ras mengalami inflasi sebesar 3,35 persen (mtm), jengkol melonjak 22,24 persen (mtm), dan ikan tongkol naik 8,94 persen (mtm). Selain itu, penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi sejak 1 Maret 2026 turut mendorong inflasi, tercermin dari kenaikan harga bensin sebesar 0,68 persen (mtm).


Meski demikian, tekanan inflasi berhasil diredam oleh deflasi pada sejumlah komoditas pangan utama. Penurunan harga terjadi seiring membaiknya pasokan dan distribusi, terutama melalui optimalisasi operasi pasar, GPM, dan kerja sama antar daerah.


Harga cabai merah tercatat mengalami deflasi signifikan sebesar 11,12 persen (mtm), diikuti bawang merah 3,06 persen (mtm) dan beras 0,38 persen (mtm). Selain itu, penurunan harga emas global serta kebijakan diskon tarif angkutan udara selama HBKN turut mendorong deflasi pada emas perhiasan dan transportasi udara.


Secara spasial, perkembangan harga di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat menunjukkan variasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Dharmasraya sebesar 0,44 persen (mtm), disusul Bukittinggi dengan inflasi 0,16 persen (mtm).


Sebaliknya, Padang dan Kabupaten Pasaman Barat mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,02 persen (mtm) dan 0,05 persen (mtm). Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya harga emas perhiasan serta komoditas hortikultura seiring normalisasi pasokan.



No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS