Rencana Strategis 2026, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan pada pemenuhan kebutuhan protein hewani berbasis produk perikanan lokal, guna mengatasi stunting dan menggerakan ekonomi daerah.
Berdasarkan situasi di Sumbar dan arah kebijakan pusat, rencana strategis DKP Sumbar ke dalam program MBG, ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Syefdinon, S. Sos., MM ketika dikonfirmasi.
Menurut Syefdinon, DKP Sumbar memposisikan hasil perikanan laut dan darat sebagai komponen utama menu ikan dalam paket makan bergizi, disesuaikan dengan selera masyarakat lokal.
Mengintekgrasikan memasyarakatkan gemar makan ikan (gemarikan) ke dalam menu sekolah. Hal ini terlihat dari aksi Forikan (Forum Meningkatkan Konsumsi Ikan) Kota Padang yang menggencarkan konsumsi ikan ditingkat Sekolah Dasar (SD), atau di SD-SD sebagai pendukung MBG, ujarnya.
"Hal ini merupakan pemberdayaan UMKM dan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) dan kelompok nelayan lokal untuk memasok bahan baku ikan secara rutin ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur-dapur umum yang disiapkan," imbuh Syefdinon.
DKP Sumbar berkoordinasi dengan Dinas Pangan dan BGN (Badan Gizi Nasional) yang sudah meluncurkan belasan SPPG di Padang dan daerah lain pada 2025, untuk memastikan pasokan ikan higienis dan berkualitas.
Dijelaskannya, "Untuk program ini, DKP Sumbar bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan dinas lainnya guna memonitor agar menu ikan bergizi benar-benar tersampaikan ke siswa", ulasnya, pula.
"Rencana ini sejalan dengan komitmen Pemprov Sumbar menjadikan MBG sebagai penggerak ekonomi daerah (menggerakan sektor perikanan lokal) sekaligus meningkatkan gizi anak didik," pungkas nya.(Obral Chaniago).





No comments:
Post a Comment