Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat mencatat pertumbuhan ekonomi daerah sepanjang 2025 sebesar 3,37 persen, mengalami perlambatan dibandingkan capaian 2024 yang mencapai 4,37 persen.. Capaian ini tertinggal jauh dari rata-rata nasional sebesar 5,11%.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, menyampaikan bahwa nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar pada 2025 mencapai Rp89,27 triliun berdasarkan harga berlaku, dan Rp51,85 triliun jika dihitung atas dasar harga konstan 2010.
“Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Sumbar tumbuh 0,39 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter to quarter). Sementara pertumbuhan tahunan (year on year) mencapai 1,69 persen,” ujar Nurul dalam keterangan pers yang diterima Infosumbar, Kamis (5/2/2026).
Dari sisi produksi, sektor jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 8,50 persen, sehingga menjadi motor penggerak utama aktivitas ekonomi daerah. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa mengalami peningkatan, meski kinerja impor turut memengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Kondisi ini mencerminkan dinamika permintaan domestik sekaligus perdagangan antarwilayah sepanjang 2025.
BPS menilai perlambatan pertumbuhan ekonomi Sumbar dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk tekanan dari kondisi ekonomi global dan nasional, serta penyesuaian aktivitas di berbagai sektor strategis di daerah
Karena disebabkan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi Sumbar pada 2025 dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan nasional yang masih menghadapi tekanan, serta penyesuaian aktivitas ekonomi di berbagai sektor strategis daerah.
Sebaliknya, sektor konstruksi mengalami kontraksi -1,40 persen, sementara perdagangan besar dan eceran serta reparasi relatif stagnan dengan pertumbuhan -0,01 persen.
Pada Triwulan IV-2025, dari sisi produksi, lapangan usaha jasa keuangan mencatatkan kinerja paling menonjol dengan pertumbuhan 15,58 persen, seiring meningkatnya aktivitas sektor keuangan di daerah.





No comments:
Post a Comment