Optimalisasi Pestisida Nabati Sebagai Strategi Efektif Mereduksi Bahan Kimia Sintetis Demi Pertanian Berkelanjutan - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Wednesday, February 25, 2026

Optimalisasi Pestisida Nabati Sebagai Strategi Efektif Mereduksi Bahan Kimia Sintetis Demi Pertanian Berkelanjutan


Penulis: Dwi Putri Mayang Sari, Fakultas Pertanian, Unand


Dalam dunia pertanian modern, pestisida sering kali dipandang sebagai "pedang bermata dua". Di satu sisi, zat kimia ini berperan vital dalam melindungi hasil panen dari serangan hama dan penyakit yang mengancam ketahanan pangan global. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak terkendali membawa risiko serius bagi keseimbangan ekosistem serta kesehatan manusia.


Oleh karena itu, memahami karakteristik pestisida, mekanisme kerjanya, serta dampak jangka panjangnya menjadi langkah awal yang krusial untuk mewujudkan praktik pertanian yang lebih bijak dan berkelanjutan. Program pengabdian ini berfokus pada pembuatan pestisida nabati melalui pendekatan kolaboratif bersama kelompok tani dan Dasawisma setempat. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan, mulai dari tahap perencanaan, sosialisasi, hingga proses produksi.

Melalui edukasi dan pelatihan ini, para petani diperkenalkan pada alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan, ekonomis, serta mudah dipraktikkan. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani mengenai penggunaan pestisida yang tepat sasaran sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis yang berlebihan.

Salah satu keunggulan pestisida nabati adalah proses pembuatannya yang tergolong mudah dan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Berikut adalah bahan dan langkah-langkah pembuatannya:

Bahan-bahan yang diperlukan:

 3 helai daun pepaya

 Kulit bawang merah dan bawang putih

 Air bersih

 Sabun cair (sebagai bahan perekat)

Langkah Pembuatan:

1. Persiapan Bahan: Daun pepaya dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dicincang hingga menjadi bagian-bagian kecil.

2. Ekstraksi dan Fermentasi: Bahan dasar direndam di dalam air dan melalui proses fermentasi selama 12 hingga 24 jam. Proses ini bertujuan untuk memastikan zat aktif dalam bahan alami dapat terekstrak secara maksimal dan terkonsentrasi di dalam air.

3. Pencampuran Perekat: Setelah proses fermentasi selesai, larutan dicampurkan dengan satu tetes sabun cair per satu liter air. Sabun ini berfungsi sebagai perekat agar pestisida dapat menempel lebih lama pada tanaman, sehingga daya kerjanya lebih efektif.

Upaya sosialisasi ini tidak hanya sekadar berbagi teknik pertanian, tetapi juga membawa misi untuk menanamkan nilai kebersamaan, kemandirian, serta kepedulian terhadap kesehatan lingkungan di tengah masyarakat.

Pestisida nabati kini menjadi simbol kolaborasi produktif antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun nagari yang lebih sehat, mandiri, berdaya, dan inovatif. Dengan beralih ke metode yang lebih alami, diharapkan ekosistem pertanian dapat terjaga untuk generasi mendatang.

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS