MEMPERTEGUH KARAKTER RELIGIUS SISWA: MAHASISWA KKN REGULER 1 UNAND GELAR KOMPETISI ISRA' MI'RAJ DI SDN 06 ULAKAN TAPAKIS - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Thursday, February 5, 2026

MEMPERTEGUH KARAKTER RELIGIUS SISWA: MAHASISWA KKN REGULER 1 UNAND GELAR KOMPETISI ISRA' MI'RAJ DI SDN 06 ULAKAN TAPAKIS



Penulis : Apri Sandini

Nagari Ulakan Padang Pariaman (4 Februari 2026) – Momentum peringatan hari besar Islam merupakan saat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada generasi muda. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 1 Universitas Andalas (UNAND) melakukan sebuah langkah konkret di lokasi pengabdian mereka. Pada Senin, 2 Februari 2026, suasana di SDN 06 Ulakan Tapakis tampak jauh lebih hidup dan berwarna dari biasanya. Mahasiswa UNAND sukses menyelenggarakan rangkaian kompetisi bertajuk peringatan Isra' Mi'raj yang dirancang khusus untuk mengasah intelektualitas dan spiritualitas siswa.



Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pengisi kalender akademik, melainkan sebuah misi untuk memperteguh karakter religius siswa sejak usia dini. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah, acara ini bertransformasi menjadi panggung pembuktian bagi para siswa untuk menunjukkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur'an dan pemahaman mereka terhadap sejarah Islam.


Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai perjalanan agung yang membawa perintah salat lima waktu. Bagi anak-anak sekolah dasar, memahami peristiwa ini terkadang sulit jika hanya disampaikan melalui metode ceramah satu arah. Oleh karena itu, Mahasiswa KKN Unand berinisiatif mengemas edukasi tersebut ke dalam bentuk kompetisi.

"Kami ingin adik-adik di SDN 06 Ulakan Tapakis tidak hanya mengenal Isra' Mi'raj sebagai tanggal merah di kalender, tetapi sebagai momen penting dalam ibadah mereka. Dengan lomba, mereka tertantang untuk membaca kembali, menghafal kembali, dan memahami esensinya dengan cara yang menyenangkan," ujar Ketua KKN UNAND di Nagari Ulakan saat membuka acara.

Program kerja ini terbagi menjadi dua cabang utama yang mewakili dua sisi pendidikan karakter: Lomba Cerdas Cermat (LCC) untuk aspek kognitif dan Lomba Sambung Ayat Juz 30 untuk aspek spiritualitas serta hafalan.

Keunikan pertama dalam kegiatan ini terlihat pada format Lomba Cerdas Cermat (LCC) Agama Islam. Mahasiswa KKN Unand menerapkan sistem "Tim Kolaboratif Lintas Kelas". Sebanyak empat grup, yakni Grup A, B, C, dan D, dibentuk dengan aturan yang unik: setiap tim harus terdiri dari gabungan satu siswa kelas 4, satu siswa kelas 5, dan satu siswa kelas 6.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Mahasiswa ingin menciptakan ekosistem pembelajaran sebaya (peer learning). Di sini, siswa kelas 6 didorong untuk menjadi pemimpin dan mentor bagi adik kelasnya. Mereka harus berdiskusi dan menyatukan pemikiran sebelum memberikan jawaban kepada juri. Dinamika ini berhasil menciptakan suasana kekeluargaan sekaligus kompetisi yang sangat sehat di halaman sekolah.

Pertandingan berlangsung sengit dalam dua babak utama. Babak pertama adalah soal wajib, di mana setiap grup mendapatkan 10 pertanyaan spesifik tentang sejarah Isra’ Mikraj. Babak kedua adalah sesi rebutan yang menjadi puncak ketegangan. Pada babak rebutan, sebanyak 10 soal dilemparkan untuk diperebutkan oleh seluruh grup.

Hasil akhir mencatat Tim C keluar sebagai pemenang pertama dengan perolehan skor tinggi sebesar 950 poin. Keunggulan mereka terletak pada kecepatan dan ketepatan saat soal wajib. Posisi kedua ditempati oleh Tim B dengan 850 poin, dan posisi ketiga diraih oleh Tim A dengan skor 750 poin. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kerja sama tim lintas jenjang sangat efektif dalam memecahkan masalah yang kompleks.

Secara paralel, panggung SDN 06 Ulakan Tapakis juga diramaikan oleh Lomba Sambung Ayat Juz 30. Kompetisi ini difokuskan bagi siswa kelas rendah, yakni kelas 1 hingga kelas 3. Fokus pada Juz Amma dipilih karena relevansinya yang sangat kuat dengan bacaan salat harian para siswa.

Mahasiswa KKN UNAND bertindak sebagai dewan juri yang memberikan penilaian berdasarkan tiga kriteria utama: kelancaran hafalan (tahfidz), ketepatan tajwid, dan kefasihan makhraj huruf. Ujian sesungguhnya bagi peserta bukanlah pada panjangnya ayat, melainkan pada ketenangan mental saat berdiri di depan juri dan audiens.

Keberanian yang ditunjukkan oleh para siswa kelas rendah ini patut diacungi jempol. Meskipun beberapa peserta sempat merasa grogi, bimbingan dan dukungan moral dari kakak-kakak mahasiswa UNAND membuat mereka mampu menyelesaikan sambungan ayat dengan baik.

Hasil lomba Sambung Ayat menunjukkan dominasi yang luar biasa dari siswa kelas 3. Rafael sukses menduduki peringkat pertama dengan skor fantastis 1500 poin. Ketenangan dan kefasihan Rafael saat menyambung ayat-ayat pendek membuat juri terpukau. Posisi kedua diraih oleh Era dengan skor 1250 poin, dan posisi ketiga ditempati oleh Alifa dengan skor 1150 poin. Capaian ini menjadi standar baru bagi adik-adik kelas 1 dan 2 untuk terus memperkuat hafalan mereka di masa mendatang.

Bagi Mahasiswa KKN Reguler 1 UNAND, kegiatan yang dilaksanakan pada 2 Februari 2026 ini merupakan perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat. Penggunaan metode perlombaan terbukti efektif untuk menyampaikan pesan-pesan religiusitas tanpa mengesampingkan sisi bermain anak-anak.

Selain dampak langsung berupa peningkatan pengetahuan siswa, kegiatan ini juga membantu pihak sekolah dalam memetakan potensi siswa yang unggul di bidang keagamaan. Guru-guru di SDN 06 Ulakan Tapakis memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa Unand yang mampu menghidupkan suasana sekolah dengan kegiatan yang sangat bermanfaat.

"Kehadiran mahasiswa KKN UNAND memberikan warna baru bagi kami. Mereka tidak hanya membantu mengajar, tapi juga menggerakkan semangat kompetisi dan religiusitas anak-anak melalui lomba ini," tutur salah Bapak Guru Agama di sekolah tersebut.

Lebih jauh, interaksi antara mahasiswa universitas ternama seperti UNAND dengan siswa sekolah dasar di pedesaan memberikan motivasi tersendiri bagi para siswa. Mereka melihat sosok mahasiswa sebagai teladan yang cerdas namun tetap taat beragama, yang memicu cita-cita mereka untuk bisa menempuh pendidikan setinggi mungkin di masa depan.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi penyerahan apresiasi berupa hadiah alat tulis dan perlengkapan sekolah kepada para pemenang. Namun, lebih dari sekadar hadiah fisik, mahasiswa KKN UNAND berharap mereka meninggalkan "warisan" semangat untuk terus belajar dan menghafal Al-Qur'an.

Kesuksesan proker ini diharapkan tidak berhenti begitu saja. Mahasiswa Unand menyarankan agar pihak sekolah terus merutinkan kegiatan serupa, misalnya melalui kegiatan muhadharah atau latihan sambung ayat setiap hari Jumat. Dengan penguatan yang konsisten, karakter religius siswa akan semakin kokoh dan menjadi landasan perilaku mereka sehari-hari.

Peringatan Isra' Mi'raj di SDN 06 Ulakan Tapakis tahun 2026 akan dikenang sebagai momen di mana kecerdasan otak dan kesucian hati dipadukan dalam satu panggung kompetisi. Melalui kerja keras Mahasiswa KKN Reguler 1 UNAND, semangat untuk terus berprestasi dan berakhlak mulia kini telah tertanam kuat di sanubari setiap siswa. Sinergi antara dunia kampus dan pendidikan dasar ini menjadi bukti bahwa perubahan positif selalu dimulai dari kepedulian dan aksi nyata di lapangan

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS