Oleh : Meylan Putri Elwina
Padang Pariaman, 4 Februari 2026 — Upaya meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat pascabencana banjir terus dilakukan melalui berbagai kegiatan preventif dan promotif yang melibatkan berbagai pihak, baik lembaga sosial maupun institusi pendidikan. Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan konsultasi kesehatan gratis yang diselenggarakan di Sekretariat Yayasan Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) melalui layanan kesehatan program ER Answer–HOIFA PKPA yang berlokasi di Korong Kampuang Koto, Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat setelah bencana banjir yang sempat melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat beberapa waktu lalu dan memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan serta kesehatan warga.
Kegiatan konsultasi kesehatan gratis ini terselenggara atas kerja sama antara Yayasan PKPA dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND) yang sedang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Nagari Ulakan. Sebanyak 52 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias, terdiri dari masyarakat sekitar yang ingin memeriksakan kondisi kesehatan sekaligus berkonsultasi mengenai berbagai keluhan yang dirasakan setelah situasi pascabencana. Sejak awal kegiatan, peserta melakukan proses registrasi yang didampingi oleh mahasiswa KKN guna memastikan alur pelayanan berjalan tertib dan terarah.
Mahasiswa KKN yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang bidang kesehatan, di antaranya farmasi, kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, hingga psikologi. Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh kepada masyarakat, mencakup aspek kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari proses registrasi peserta, pemeriksaan awal, hingga pendampingan selama konsultasi berlangsung sehingga pelayanan dapat berjalan secara terstruktur dan efektif.
Berbagai layanan kesehatan diberikan secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan nyata dalam menjaga kesehatan komunitas. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah (tensi), konsultasi psikologi, serta pemeriksaan langsung oleh dokter untuk menilai kondisi kesehatan masyarakat secara umum. Layanan ini difokuskan pada keluhan kesehatan ringan yang umum muncul setelah bencana banjir, seperti demam, batuk, flu, gatal-gatal pada kulit, serta berbagai penyakit ringan lainnya yang sering terjadi akibat perubahan lingkungan, kualitas air yang menurun, maupun kurangnya kebersihan pascabencana.
Kehadiran layanan konsultasi psikologi menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan ini karena dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga secara emosional. Beberapa masyarakat mengaku masih merasakan kekhawatiran, kelelahan mental, serta kecemasan yang muncul setelah mengalami situasi banjir. Melalui layanan ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan perasaan yang dirasakan dalam suasana yang aman dan suportif. Pendekatan yang digunakan bersifat komunikatif sehingga masyarakat merasa lebih nyaman untuk berbagi cerita serta memperoleh dukungan mental yang dapat membantu proses pemulihan secara menyeluruh.
Mahasiswa KKN berperan aktif dalam mendampingi masyarakat selama proses kegiatan berlangsung mulai dari mengarahkan alur pelayanan, melakukan pemeriksaan awal seperti pengukuran tekanan darah, serta memberikan penjelasan sederhana terkait hasil pemeriksaan. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di lapangan. Pengalaman ini membantu mahasiswa memahami kebutuhan kesehatan masyarakat secara langsung sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi dan empati sosial.
Salah satu anggota PKPA, Dini, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam mendukung kelancaran kegiatan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa sangat membantu dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa Universitas Andalas yang telah berkontribusi aktif dan membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan konsultasi kesehatan ini, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan dengan baik,” ujarnya.
Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengasah keterampilan komunikasi, meningkatkan empati sosial, serta memahami secara langsung kondisi kesehatan masyarakat di lapangan. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa sinergi antara mahasiswa dan lembaga sosial dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan komunitas. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih didampingi serta memiliki akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau. Program serupa juga diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat, khususnya di daerah yang pernah terdampak bencana alam.







No comments:
Post a Comment