Integrasi Pembelajaran Sains dan Keterampilan Hidup melalui Edukasi Pembuatan Telur Asin - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Wednesday, February 25, 2026

Integrasi Pembelajaran Sains dan Keterampilan Hidup melalui Edukasi Pembuatan Telur Asin



Oleh : Syifa Aripah Mahasiswa Peternakan Universitas Andalas.

 

Mengenalkan cara memproses makanan kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD) adalah cara yang efektif untuk membentuk nilai kemandirian, kreativitas, serta cinta terhadap produk lokal sejak usia dini.

Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan bersama anak-anak, mudah, aman, dan menyenangkan adalah membuat telur asin dengan menggunakan bata halus.

Kegiatan ini tidak hanya membantu melatih keterampilan motorik anak, tetapi juga memperkenalkan konsep dasar pengawetan makanan, kebersihan, serta tanggung jawab. Dengan bimbingan guru atau orang dewasa, anak-anak belajar sambil bermain melalui praktik langsung yang menarik.

1. Memahami Telur Asin dan Manfaatnya

Telur asin adalah telur yang diawetkan dengan menggunakan garam sehingga rasanya menjadi asin dan bertahan lebih lama. Umumnya, telur asin dibuat dari telur itik karena cangkangnya tebal dan tidak mudah pecah. Dengan kegiatan ini, anak-anak dapat mempelajari: mengenali jenis-jenis telur, memahami proses sederhana dalam pembuatan makanan, mengasah kesabaran dan ketelitian, menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab. Pembuatan telur asin pada prinsipnya merupakan teknik pengawetan tradisional yang dilakukan dengan cara penggaraman. Garam berfungsi menekan aktivitas mikroorganisme perusak dengan menurunkan kadar air bebas dalam telur. Di samping itu, proses ini juga memberikan rasa khas yang menjadikan telur asin lebih digemari. Dengan tahapan yang mudah dan bahan yang sederhana, telur asin dapat diolah sebagai produk pangan yang cocok dikembangkan pada tingkat rumah tangga maupun usaha berskala kecil.

2. Mengapa Menggunakan Bata Halus?

Bata halus mudah didapatkan di sekitar rumah dan aman digunakan bila sudah dicuci bersih. Bata halus dicampur dengan garam dan air untuk membuat adonan yang digunakan melapisi telur. Bagi anak SD, penggunaan bata halus membuat pembuatan telur asin menjadi: Lebih menarik, mudah dan sederhana, tidak rumit, lebih menyenangkan.

3. Nilai Pendidikan dalam Kegiatan Ini

Aktivitas membuat telur asin memiliki banyak nilai pendidikan, seperti:

- Kemandirian: Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih untuk melakukan setiap tahapan pembuatan telur asin secara mandiri, mulai dari menyiapkan bahan, mencampur adonan, hingga membungkus telur. Hal ini membantu menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan mengambil inisiatif dalam menyelesaikan tugas tanpa selalu bergantung pada orang lain.

- Kerja sama: Kegiatan dilakukan secara berkelompok sehingga anak-anak belajar berinteraksi, berbagi tugas, serta saling membantu. Kerja sama ini mengajarkan pentingnya komunikasi, toleransi, dan kekompakan dalam mencapai tujuan bersama.

- Kreativitas: Anak-anak diajak mengolah bahan sederhana seperti telur, garam, dan bata halus menjadi produk yang bernilai guna. Proses ini merangsang daya pikir kreatif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar secara inovatif.

- Tanggung jawab: Selama kegiatan berlangsung, anak-anak diberi tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, merawat alat dan bahan, serta menyelesaikan tugas yang diberikan. Hal ini melatih sikap disiplin, peduli, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan.

4. Pembelajaran Sains dan Kewirausahaan Sejak Dini

Dari sisi sains, anak-anak belajar bahwa garam dapat membuat makanan awet. Dari sisi kewirausahaan, mereka memahami bahwa telur asin bisa dijual dan memiliki nilai ekonomi.

Pembuatan telur asin menggunakan bata halus adalah kegiatan edukatif yang sangat cocok untuk anak-anak Sekolah Dasar. Selain menyenangkan, aktivitas ini memberikan banyak manfaat, mulai dari keterampilan hidup, sikap tanggung jawab, hingga pengetahuan tentang sains dan bisnis sejak dini.

Dengan aktivitas sederhana ini, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, serta mencintai produk lokal. Selain itu, kegiatan ini juga dapat melatih kemampuan motorik halus, kerja sama, serta ketelitian anak dalam mengikuti setiap tahapan proses. Anak-anak belajar memahami konsep dasar pengawetan makanan, kebersihan, dan keamanan pangan secara langsung melalui praktik. Dengan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna, diharapkan anak-anak semakin termotivasi untuk belajar, berinovasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan potensi lokal di sekitarnya.

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS