Edukasi Kualitas Air & Pemeriksaan Air Pascabencana Hidrometeorologi Melalui Eksperimen Kimia Sederhana - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Wednesday, February 25, 2026

Edukasi Kualitas Air & Pemeriksaan Air Pascabencana Hidrometeorologi Melalui Eksperimen Kimia Sederhana


Oleh : Nazwa Fitriana Asyfa 2310412004


Setelah terjadinya bencana hidrometeorologi, seringkali kualitas air menurun karena tercampur lumpur, sampah, limbah rumah tangga, dan zat organik lainnya. Air yang sebelumnya aman untuk digunakan bisa menjadi berbahaya bagi kesehatan. Kualitas air adalah ukuran penting yang menunjukkan apakah air dapat dikonsumsi atau digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Tidak selalu dibutuhkan alat laboratorium yang rumit untuk memeriksa kualitas air. Parameter sederhana seperti pH, warna, bau, dan rasa bisa dijadikan langkah awal untuk menilai keadaan air. Melalui eksperimen kimia sederhana, masyarakat diajari cara praktis untuk memeriksa kualitas air sendiri.



Salah satu parameter utama kualitas air adalah pH. Skala pH berjalan dari 0 sampai 14, dengan pH 7 sebagai indikator netral. Air yang aman digunakan memiliki pH antara 6,5 sampai 8,5. Air dengan pH yang terlalu asam bisa disebabkan oleh hujan, pembusukan bahan organik, dan limbah dari rumah tangga atau pertanian. Di sisi lain, air yang memiliki pH terlalu basa biasanya dipengaruhi oleh mineral kapur atau sisa dari sabun dan deterjen. Air dengan pH ekstrem dapat membahayakan kesehatan dan merusak peralatan rumah.



 Warna air juga merupakan indikator penting. Air yang baik seharusnya bening dan tidak berwarna. Air keruh menunjukkan adanya lumpur, sedangkan warna kuning atau cokelat mungkin menunjukkan adanya zat besi. Warna gelap bisa menjadi tanda adanya bahan organik terlarut. Bau air juga diperhatikan sebagai indikasi pembusukan bahan organik atau aktivitas bakteri, sedangkan rasa asam atau pahit bisa menunjukkan ketidakseimbangan pH atau keberadaan zat tertentu. 


 Peralatan yang digunakan sangat sederhana, seperti kertas pH, gelas bening, serta bahan perbandingan berupa asam dan sabun. Sampel air kemudian diuji pH-nya, warna dan baunya diamati, serta dicicipi sedikit untuk memastikan tidak ada rasa yang mencurigakan. Untuk air yang memiliki pH asam, filtrasi dengan kapur bisa dilakukan, sementara pH yang terlalu basa dapat dinetralkan dengan arang aktif.


 Hasil dari pemeriksaan menunjukkan bahwa kualitas air berada dalam keadaan baik. Nilai pH yang terukur adalah netral di pH 7, air terlihat jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Temuan ini menunjukkan bahwa air aman untuk keperluan sehari-hari dan tidak menunjukkan pencemaran yang berarti.


edukasi mengenai kualitas air pascabencana sangat penting untuk kesehatan masyarakat. Pemeriksaan sederhana dengan parameter pH, warna, bau, dan rasa dapat menjadi langkah awal yang baik untuk mengenali kondisi air. Selain itu, siswa juga dikenalkan pada solusi mudah seperti penyaringan dan pengelolaan air secara mandiri.

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS