DARI LAPANGAN SEKOLAH, LITERASI DIHIDUPKAN KEMBALI: BELAJAR DARI PROGRAM BERITA SDN 05 PARAMBAHAN - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Tuesday, February 3, 2026

DARI LAPANGAN SEKOLAH, LITERASI DIHIDUPKAN KEMBALI: BELAJAR DARI PROGRAM BERITA SDN 05 PARAMBAHAN



Oleh: Nadya Hana

Mahasiswa Public Relations Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Andalas.     KKN UNAND Parambahan Periode I Tahun 2026




Rendahnya tingkat literasi di Indonesia bukan lagi sekadar isu pendidikan, melainkan persoalan kultural yang kian mengkhawatirkan. Data Yayasan Gugah Nurani Indonesia menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya berada di angka 0,001%, sebuah angka yang mencerminkan kondisi darurat literasi nasional. 


Kondisi ini semakin diperparah oleh hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang secara konsisten menempatkan Indonesia pada peringkat bawah dalam kemampuan membaca, sains, dan matematika. Bahkan, berbagai laporan menunjukkan bahwa sekitar 75% siswa Indonesia mengalami kesulitan memahami isi bacaan, bukan sekadar membaca secara teknis, tetapi memahami makna dan konteksnya.

Minimnya literasi tidak lahir dari ruang kosong. Akses terhadap bahan bacaan yang terbatas, metode pembelajaran yang belum sepenuhnya adaptif, serta lemahnya ekosistem literasi di lingkungan rumah dan sekolah menjadi faktor utama. Namun, di era digital saat ini, satu faktor yang paling dominan adalah penggunaan gawai (gadget) yang berlebihan tanpa pendampingan literasi. Anak-anak, bahkan di usia sekolah dasar, telah akrab dengan layar sejak dini. Waktu yang seharusnya menjadi ruang eksplorasi buku, cerita, dan dialog, justru tersita oleh game daring, video pendek, serta media sosial yang menyuguhkan visual instan tanpa proses berpikir mendalam.

Dampaknya tidak sederhana. Rendahnya literasi berbanding lurus dengan lemahnya kemampuan berpikir kritis, menurunnya daya analisis, hingga tingginya kerentanan terhadap hoaks dan misinformasi. Anak-anak tumbuh sebagai konsumen informasi pasif, bukan pembaca aktif yang mampu menilai, memilah, dan memahami pesan. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi melahirkan generasi yang miskin nalar, rapuh dalam mengambil keputusan, dan sulit mengenali potensi dirinya sendiri.

Namun, di tengah realitas tersebut, secercah harapan muncul dari SDN 05 Parambahan, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Bapak Muswar Dedi, S.Pd. Sekolah ini menghadirkan sebuah praktik baik melalui program unggulan BERITA (Berani Bercerita), sebuah inisiatif sederhana namun berdampak besar dalam membangun budaya literasi siswa. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap Kamis pagi, di mana siswa perwakilan kelas dipilih secara acak untuk membaca buku, cerita rakyat, atau dongeng, lalu menyampaikannya kembali di hadapan seluruh siswa dan guru di lapangan sekolah.

Program BERITA tidak hanya berhenti pada aktivitas membaca, tetapi melatih siswa untuk mengolah informasi, menyusun narasi, dan menyampaikannya secara lisan melalui monolog atau storytelling. Di sinilah letak keistimewaannya. Literasi tidak dipersempit sebagai kegiatan membaca teks, melainkan diperluas menjadi proses berpikir, memahami, dan mengomunikasikan kembali. Anak-anak belajar bahwa membaca bukan kewajiban yang membosankan, tetapi pintu untuk bercerita, berekspresi, dan didengar.

Sebagai mahasiswa Public Relations yang terlibat langsung dalam kegiatan KKN di Nagari Parambahan, saya melihat bagaimana program ini secara perlahan membangun keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan berbicara di depan umum pada siswa. Hal yang sering kali luput dari perhatian di tingkat sekolah dasar, justru menjadi fondasi penting bagi perkembangan karakter anak. Literasi yang dipadukan dengan public speaking menjadikan siswa tidak hanya cakap membaca, tetapi juga berani menyuarakan pikiran.

Bukti konkret dari keberhasilan program ini terlihat ketika salah satu siswa SDN 05 Parambahan berhasil meraih Juara 1 Lomba Bertutur tingkat Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok. Prestasi ini menegaskan satu hal penting: anak-anak di nagari tidak kekurangan potensi. Mereka hanya membutuhkan wadah yang tepat, konsisten, dan berpihak pada perkembangan anak. Program BERITA menjadi ruang aman bagi siswa untuk mengenali bakat, minat, dan potensi diri sejak dini.

Lebih dari sekadar kegiatan sekolah, program ini memiliki implikasi jangka panjang. Anak yang terbiasa membaca, bercerita, dan tampil di depan umum akan tumbuh dengan kesadaran diri yang lebih kuat. Mereka lebih siap menentukan arah pendidikan, mengenali kelebihan dan kekurangannya, serta mengurangi risiko krisis identitas dan salah jurusan di masa depan. Literasi, dalam konteks ini, bukan hanya tentang buku, tetapi tentang membangun manusia seutuhnya.

Program BERITA layak diapresiasi dan direplikasi. Tidak hanya oleh sekolah lain di Kabupaten Solok, tetapi juga di berbagai daerah di Sumatera Barat. Di tengah gempuran digitalisasi yang tak terelakkan, sekolah perlu menghadirkan inovasi literasi yang relevan dengan karakter anak zaman sekarang. SDN 05 Parambahan telah membuktikan bahwa dengan kreativitas dan komitmen, literasi dapat kembali menjadi budaya, bukan beban.

Ke depan, dukungan dari berbagai pihak guru, orang tua, pemerintah daerah, dan akademisi sangat dibutuhkan agar praktik baik ini terus berkelanjutan. Sebab, masa depan generasi tidak ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang mereka genggam, melainkan oleh seberapa dalam mereka mampu memahami, berpikir, dan menyampaikan gagasan. Dan semua itu bermula dari literasi.

Pada akhirnya, apa yang dilakukan SDN 05 Parambahan menunjukkan bahwa perubahan besar tidak selalu lahir dari program yang rumit atau anggaran yang tinggi. Ia justru tumbuh dari keberanian untuk memulai, konsistensi dalam pelaksanaan, dan keberpihakan pada kebutuhan nyata anak-anak. Di tengah keterbatasan fasilitas, sekolah ini mampu menghadirkan ruang belajar yang hidup, manusiawi, dan berorientasi pada masa depan siswa.

Urgensi penguatan literasi seperti Program BERITA tidak bisa lagi ditunda. Jika sekolah abai, maka gawai, algoritma media sosial, dan arus informasi instan akan mengambil alih peran pembentuk karakter anak. Tanpa kemampuan membaca kritis dan menyampaikan gagasan, generasi muda akan mudah terombang-ambing oleh informasi yang menyesatkan, kehilangan arah, dan kesulitan bersaing di dunia yang semakin kompleks. Oleh karena itu, literasi harus ditempatkan sebagai kebutuhan mendasar, bukan sekadar pelengkap kurikulum.

Lebih jauh, Program BERITA membuka peluang besar bagi pengembangan potensi lokal. Cerita rakyat, nilai budaya Minangkabau, dan kearifan lokal yang dibacakan serta dituturkan ulang oleh siswa menjadi sarana pewarisan identitas budaya yang autentik. Anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga mengenal jati diri, nilai moral, dan akar budaya mereka sendiri. Inilah bentuk literasi kontekstual yang relevan dan berkelanjutan.

Bagi dunia pendidikan, praktik ini menjadi bukti bahwa sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membangun fondasi generasi emas. Bagi pemerintah daerah, Program BERITA dapat dijadikan model kebijakan pendidikan berbasis literasi dan karakter. Sementara bagi akademisi dan mahasiswa, keterlibatan dalam program semacam ini membuka ruang kolaborasi nyata antara kampus dan masyarakat, di mana ilmu tidak berhenti di ruang kelas, tetapi hadir dan bekerja langsung di lapangan.

SDN 05 Parambahan telah menegaskan satu pesan penting: anak-anak Indonesia mampu, jika diberi kesempatan. Potensi mereka tidak kalah dengan siapa pun, asalkan difasilitasi dengan pendekatan yang tepat, konsisten, dan berkelanjutan. Dari sebuah lapangan sekolah sederhana, literasi kembali dihidupkan, keberanian ditumbuhkan, dan masa depan perlahan dibentuk.

Sebab sejatinya, literasi bukan hanya tentang membaca kata demi kata, melainkan tentang membangun keberanian untuk berpikir, memahami dunia, dan menyuarakan harapan. Dan dari sanalah, perubahan besar selalu bermula.

Kepala SDN 05 Parambahan, Bapak Muswar Dedi, S.Pd., menegaskan bahwa pihak sekolah memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung kemajuan sekolah serta pengembangan potensi seluruh siswa secara berkelanjutan. Menurutnya, sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat transfer pengetahuan akademik, tetapi harus hadir sebagai ruang tumbuh yang memberi kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk mengenali, mengasah, dan mengekspresikan kemampuan dirinya.

Ia menekankan bahwa pengembangan diri dan potensi siswa merupakan kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan saat ini. Terlebih di Nagari Parambahan, yang sejatinya tidak kekurangan anak-anak hebat dan berbakat. Yang selama ini menjadi tantangan bukanlah kualitas siswa, melainkan keterbatasan dukungan dan wadah pengembangan yang berkelanjutan. “Anak-anak kita memiliki potensi yang sangat besar. Mereka hanya membutuhkan ruang, dukungan, dan kepercayaan agar potensi itu bisa tumbuh dan terlihat,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan berbagai capaian nyata yang berhasil diraih siswa SDN 05 Parambahan dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya adalah Juara 1 Lomba Bertutur, Juara 1 Pantomim, serta partisipasi dan prestasi dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Prestasi ini menjadi bukti konkret bahwa pembinaan yang konsisten mampu melahirkan hasil yang membanggakan, sekaligus menegaskan bahwa siswa di nagari memiliki daya saing yang tidak kalah dengan sekolah lain.

SDN 05 Parambahan secara aktif mendukung berbagai kegiatan pengembangan siswa di bidang literasi, seni, budaya, keagamaan, dan karakter. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program dan kegiatan rutin yang terstruktur. Di bidang seni dan kebudayaan, sekolah mengembangkan kegiatan randai, tari tradisional dan tari modern, serta drumband yang secara aktif menjadi instrumen upacara setiap hari Senin. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan seni, tetapi juga menanamkan disiplin, kerja sama, serta rasa bangga terhadap budaya lokal.

Sementara itu, dalam aspek keagamaan, salah satu program unggulan sekolah adalah program Tahfiz Al-Qur’an. Melalui program ini, setiap siswa diwajibkan memiliki buku panduan tahfiz yang berfungsi sebagai alat monitoring perkembangan hafalan, laporan salat harian, serta setoran hafalan. Setoran dilakukan secara rutin setiap hari Jumat dalam kegiatan muhadarah, yang sekaligus menjadi sarana pembinaan karakter religius, tanggung jawab, dan kejujuran siswa. Program ini dirancang sebagai upaya menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual.

Sekolah menetapkan jadwal yang konsisten agar pembinaan berjalan berkelanjutan. Setiap hari Rabu pagi, siswa mengikuti kegiatan Rabu Panduku, yang diisi dengan aktivitas kepramukaan untuk tingkat siaga. Kegiatan ini melatih kemandirian, kepemimpinan, serta kemampuan sosial anak sejak usia dini melalui metode belajar yang menyenangkan dan aplikatif. Selain itu, berbagai kegiatan pendukung lainnya juga terus dikembangkan sesuai minat dan bakat siswa.

Seluruh ekosistem sekolah berperan aktif, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga dukungan orang tua dan masyarakat sekitar. Sekolah juga terbuka terhadap kolaborasi dengan pihak luar, termasuk mahasiswa KKN, komunitas literasi, dan pegiat seni budaya, sebagai bentuk sinergi untuk memperluas dampak pembinaan siswa.

SDN 05 Parambahan menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang hidup, inklusif, dan aman bagi anak. Lapangan sekolah, ruang kelas, hingga kegiatan luar kelas dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pengembangan potensi, bukan sekadar pelengkap kegiatan akademik.

Lebih jauh, Bapak Muswar Dedi menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh program tersebut adalah membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga percaya diri, berkarakter, berbudaya, dan memiliki kesiapan menghadapi masa depan. Manfaat jangka panjangnya adalah lahirnya generasi yang mampu berpikir kritis, berani tampil, memiliki identitas diri yang kuat, serta tidak mudah tergerus oleh pengaruh negatif perkembangan zaman.

Ia menilai bahwa urgensi pengembangan potensi siswa saat ini sangat tinggi, mengingat tantangan global yang semakin kompleks. Tanpa pembinaan yang menyeluruh, anak-anak berisiko kehilangan arah dan kepercayaan diri. Oleh karena itu, sekolah harus menjadi garda terdepan dalam menyediakan wadah pengembangan yang adil dan berkelanjutan. “Selama anak diberi ruang dan dukungan, kami percaya mereka mampu berprestasi dan membawa nama baik sekolah, nagari, bahkan daerah,” tutupnya.

Apa yang dilakukan SDN 05 Parambahan menegaskan bahwa masa depan pendidikan tidak ditentukan semata oleh kelengkapan fasilitas, melainkan oleh keberanian sekolah dalam membaca kebutuhan zaman dan berpihak pada potensi anak. Di tengah tantangan rendahnya literasi, krisis karakter, dan derasnya arus digital, penguatan program pengembangan diri siswa menjadi sebuah keniscayaan yang tidak bisa ditunda. Jika ruang tumbuh tidak disediakan sejak dini, maka potensi akan perlahan menghilang tanpa pernah sempat berkembang. Sebaliknya, ketika sekolah hadir sebagai wadah yang mendukung, anak-anak akan tumbuh sebagai individu yang percaya diri, berdaya saing, dan berakar kuat pada nilai budaya serta spiritual.

Oleh karena itu, sudah saatnya seluruh pihak sekolah, orang tua, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat bersama-sama mengambil peran aktif dalam mendukung keberlanjutan program pengembangan potensi siswa. Apa yang telah dilakukan SDN 05 Parambahan layak dijadikan inspirasi dan diperluas sebagai gerakan bersama. Mari berhenti meragukan kemampuan anak-anak di nagari, dan mulai memberi mereka ruang, kepercayaan, serta dukungan nyata. Sebab dari sekolah yang sederhana, dengan komitmen yang kuat, masa depan generasi unggul dapat benar-benar diwujudkan.


No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS