Bupati Hadiri Peluncuran dan Sosialisasi Biochar Digital Limbah Pertanian Pasbar, - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Wednesday, February 25, 2026

Bupati Hadiri Peluncuran dan Sosialisasi Biochar Digital Limbah Pertanian Pasbar,



Pasbar, jurnalissumbar.com —-


Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menghadiri kegiatan kick-off, peluncuran produk, dan sosialisasi Biochar Digital berbahan limbah pertanian, Selasa (24/2). Kegiatan tersebut dipusatkan di lokasi penyulingan nilam milik Sutar, Jorong Bandarejo, Nagari Lingkuang Aua Bandarejo, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.


Produk biochar yang diluncurkan memanfaatkan limbah jagung, nilam, eceng gondok, jerami padi, kakao/cokelat, kopi, hingga bambu. Biochar tersebut berfungsi sebagai pembenah tanah serta penangkap dan penyimpan emisi karbon dioksida (CO₂) dalam jangka panjang.


Program ini merupakan kolaborasi antara Reclimate Sdn. Bhd. dan Koperasi Produsen Hidup Basamo Sepakat. Kolaborasi tersebut difokuskan pada implementasi kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sesuai Peraturan Presiden, dalam rangka mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca nasional.


Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas inovasi tersebut yang dinilai sebagai langkah konkret dalam mengurangi dampak perubahan iklim.


“Ini adalah terobosan yang luar biasa. Kita tidak hanya berbicara soal pertanian, tetapi juga tanggung jawab moral dalam memperbaiki iklim global. Pemerintah daerah mendukung penuh sinergi ini karena berdampak langsung pada pengurangan efek rumah kaca,” ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan program tersebut.

“Mari kita manfaatkan teknologi ini dengan baik. Pasaman Barat siap berkontribusi bagi dunia, dimulai dari pemanfaatan limbah di ladang kita sendiri,” katanya.


Dengan peluncuran ini, Pasaman Barat menempatkan diri sebagai salah satu daerah di Sumatera Barat yang serius menggarap potensi pasar karbon nasional sebagai sumber pendapatan baru sekaligus upaya pelestarian lingkungan.


Sementara itu, Manajer Operasional Koperasi Produsen Hidup Basamo Sepakat, Fitra Jaya, menjelaskan bahwa program tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi hingga 43,2 persen pada 2030 melalui kolaborasi internasional.


Ia menyebutkan, inovasi ini mengolah limbah pertanian lokal seperti jagung, nilam, kakao, kopi, eceng gondok, jerami, dan bambu menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan kualitas tanah sekaligus menjadi aset dalam perdagangan karbon internasional.


Menurutnya, biochar yang diluncurkan bukan sekadar pembenah tanah, melainkan teknologi “soil charger” yang mampu menangkap dan menyimpan emisi CO₂ dalam jangka panjang.


“Proyek ini terafiliasi dengan organisasi karbon internasional seperti Gold Standard dan Verra,” ujarnya.


Ia menambahkan, pengolahan limbah seperti jerami, bambu, dan kulit kakao yang sebelumnya tidak bernilai kini berpotensi menjadi komoditas ekspor dalam bentuk kredit karbon (carbon credit).(*)

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS