Oleh : RentiNim:2501041016PROGRAM STUDI S1 KEBIDANANFAKULTAS ILMU KESEHATANUNIVERSITAS DHARMAS INDONESIAPengampu : Dr.Amar Salahuddin,M.Pd
Masa ini ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang sangat cepat. Remaja sering kalimenghadapi tantangan besar dalam memahami tubuhnya, mengelola emosi, serta mengambil keputusan terkaitgaya hidup dan kesehatan.
Promosi kesehatan menjadi langkah penting untuk membekali mereka denganpengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kesehatan diri.
Dalam konteks ini, bidan memiliki peranstrategis sebagai tenaga kesehatan profesional yang tidak hanya membantu persalinan, tetapi juga berperanaktif dalam pendidikan dan promosi kesehatan, terutama kepada kelompok remaja.
Promosi kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan individu dalam menjagaserta meningkatkan kesehatannya. Menurut WHO, promosi kesehatan adalah proses yang memungkinkan masyarakat meningkatkan kendali atas faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mereka.
Pada kelompok remaja, promosi kesehatan sangat penting karena masa remaja adalah fase pembentukan perilaku yang akan menentukan kesehatan di masa dewasa.
Banyak kebiasaan buruk, seperti merokok, konsumsi alkohol, polamakan tidak sehat, serta perilaku seksual berisiko, muncul pertama kali pada periode ini.
Mereka membutuhkan bimbingan dan informasi yang benar agar tidak terjebak dalam perilaku yang merugikan. Kehadiran bidan sebagai tenaga kesehatan yang dekat dengan masyarakat menjadi sangat penting dalam memberikan edukasi, konseling, serta pendampingan bagi remaja untuk menjalani gaya hidup sehat.
Salah satu peran utama bidan dalam promosi kesehatan remaja adalah sebagai edukator.
Bidan memberikan informasi dan pendidikan kesehatan yang komprehensif mengenai topik-topik yang relevan denganperkembangan remaja, seperti kesehatan reproduksi, kebersihan diri, nutrisi, kesehatan mental, danpencegahan penyakit menular seksual. Dengan metode komunikasi yang tepat, bidan membantu remaja memahami perubahan yang terjadi pada tubuh mereka tanpa rasa malu atau takut.
Bidan juga berperan dalam memberikan ruang aman bagi remaja untuk berbicara tentang masalah pribadi yang berkaitan dengan kesehatan.
Banyak remaja enggan membicarakan topik seperti menstruasi, kehamilan, atau kontrasepsi dengan orang tua, sehingga bidan dapat menjadi figur profesional yang dipercaya untuk memberikan arahan. Dalam konseling, bidan tidak hanya memberi nasihat, tetapi juga membantu remaja mengembangkan kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab terhadap kesehatan mereka.
Bidan juga berperan dalam pencegahan berbagai masalah kesehatan yang sering dihadapi remaja.
Bidan dapatmengadakan pemeriksaan kesehatan rutin di sekolah atau posyandu remaja untuk mendeteksi masalah gizi,anemia, atau gangguan kesehatan reproduksi sejak dini. Misalnya, bidan dapat melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin untuk mengetahui risiko anemia pada remaja putri yang sedang menstruasi. Dengan deteksi dini, bidan dapat memberikan intervensi cepat seperti pemberian tablet tambah darah, edukasi gizi seimbang, danpendampingan perubahan perilaku.
Selain itu, bidan juga dapat berkolaborasi dengan pihak sekolah dan lembaga masyarakat dalammenyelenggarakan program promosi kesehatan remaja. Misalnya, kegiatan seperti penyuluhan tentang bahayapernikahan dini, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta cara mengelola stres dan kesehatan mental.
Pendekatan partisipatif yang dilakukan bidan dalam kegiatan ini membantu remaja merasa lebihterlibat dan bertanggung jawab atas kesehatan sendiri.Tidak semua remaja memiliki akses yang mudah ke fasilitas kesehatan. Beberapa di antaranya mungkin merasa canggung atau takut untuk datang ke puskesmas. Dalam hal ini, bidan memiliki peran penting sebagai jembatan antara remaja dan layanan kesehatan. Bidan dapat menciptakan suasana ramah remaja yaitu layanankesehatan yang bersifat terbuka, tidak menghakimi, serta menjaga kerahasiaan pasien.
Remaja akan lebih nyaman untuk mencari informasi atau mendapatkan pelayanan kesehatan, seperti imunisasi HPV, pemeriksaan kesehatan reproduksi, atau konseling gizi. Bidan juga dapat berperan dalam merujukremaja ke tenaga profesional lain bila ditemukan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan lebihlanjut, seperti psikolog, dokter, atau ahli gizi.
Bidan dapat memanfaatkan teknologi ini untuk menjangkau lebih banyak remaja dengan cara yang menarikdan relevan. Misalnya, membuat konten edukatif di Instagram, TikTok, atau YouTube tentang kesehatanreproduksi, gizi, dan kesehatan mental remaja.
Media digital tersebut sangat memungkin kan dan membantu para bidan menyebarkan informasi yang benarsecara cepat, sekaligus melawan hoaks atau mitos yang beredar di dunia maya.
Dengan pendekatan kreatif danbahasa yang sesuai dengan gaya komunikasi remaja, pesan kesehatan akan lebih mudah diterima dandipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Meskipun peran bidan sangat penting, pelaksanaan promosi kesehatan kepada remaja tidak lepas dari berbagai tantangan.
Salah satunya adalah kurangnya keterbukaan remaja dalam membicarakan isu-isu sensitif sepertiseksualitas atau kesehatan mental.
Faktor budaya dan norma sosial sering kali membuat pembahasan mengenai kesehatan reproduksi dianggap tabu.
Hal ini menyebabkan remaja cenderung mencari informasi darisumber yang tidak terpercaya.
Keterbatasan waktu dan sumber daya di fasilitas kesehatan juga menjadi kendala bagi bidan untuk melakukanpromosi secara optimal. Tidak semua puskesmas memiliki program khusus remaja atau ruang konsultasi yangramah.
Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat dibutuhkanuntuk memperkuat peran bidan dalam bidang ini.
Untuk memperkuat peran bidan dalam promosi kesehatan remaja, beberapa langkah perlu dilakukan. Pertama,peningkatan kompetensi bidan melalui pelatihan tentang komunikasi efektif, konseling remaja, dan pemanfaatan teknologi informasi. Kedua, pengembangan program lintas sektor, yaitu kolaborasi antara bidan,guru, psikolog, serta tokoh masyarakat dalam menyusun kegiatan promosi yang sesuai dengan kebutuhan remaja.
Ketiga, membangun layanan kesehatan ramah remaja di setiap fasilitas kesehatan, agar remaja merasaaman dan nyaman saat berkonsultasi.
Dengan demikian, bidan dapat menjalankan perannya secara optimal dalam mendukung tercapainya generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Bidan bukan hanya tenaga kesehatan yang membantu persalinan, tetapi juga pendidik dan pembimbing yangberperan penting dalam membentuk perilaku sehat di kalangan remaja. Melalui edukasi, konseling,pencegahan, dan pendampingan, bidan dapat membantu remaja memahami tubuhnya, membuat keputusan yang bijak, serta menjalani gaya hidup sehat.
Promosi kesehatan yang dilakukan memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas kesehatan generasimuda.
Remaja yang mendapat pendidikan kesehatan yang baik akan tumbuh menjadi individu dewasa yanglebih sadar, bertanggung jawab, dan mampu menjaga kesehatannya serta keluarga di masa depan.
Oleh karena itu, memperkuat peran bidan dalam promosi kesehatan remaja berarti berinvestasi untuk masa depan bangsayang lebih sehat dan berdaya.


































0 Comments