Penulis:Obral Chaniago
Di bawah langit Padang yang merintih, pasca bencana alam banjir tanah longsor akhir Nopember 2025, air sungai Batang Kuranji Kota Padang meluap, mem-porak-porandakan tekstur tanah pertanian dan harapan. Namun, di tengah puing kecemasan, api kepedulian menyala. Ikatan Keluarga Alumni-Fakultas Pertanian-Universitas Undalas (IKA Faperta Unand) Padang melangkah, merangkul Rektor Unand Padang, Dr. Efa Yonnedi, S.E.,MPPM., Akt., CA., CRGP, meramu ide dalam Fokus Group Discussion (FGD) untuk menyembuhkan luka lahan pertanian.
Dr. Ferdinal Asmin, S. TP., MP, alumni IKA Faperta Unand Padang, yang kini menakhodai Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, menegaskan bahwa ini adalah ikhtiar merawat kehidupan. "Motivasi IKA Faperta adalah membakar sumbu diskusi, membela harapan petani yang terdampak, dan memastikan mereka aman di atas tanahnya", ujarnya.
Gagasan segar yang lahir dari diskusi ini bukan sekedar diskusi, melainkan langkah nyata mengembalikan kejayaan tani. IKA Faperta Unand dan jajaran kampus terdepan bertekad menjadikan Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai berkah, bukan lagi ancaman. Demi terwujudnya petani mandiri, berdaulat dan tercapainya Asta Cita Swasembada Pangan lokal, langkah penanganan pasca-bencana ini dirajut dengan ilmu, kepedulian, dan cinta untuk tanah minang.
"Berbagi ide dan inisiasi dalam FGD terkait DAS Kuranji, Kota Padang, yang diselenggarakan oleh IKA Faperta Unand Padang bekerjasama dengan Rektor Unand, mudah-mudahan ide dan gagasa dari FGD ini bisa diwujudkan secara bersama", pungkasnya.(*).





No comments:
Post a Comment