Padang Ganting, Tanah Datar — Sekolah Dasar Negeri 06 Padang Ganting di Jorong Rajo Dani menjadi salah satu sekolah yang diadakan kegiatan edukasi yang menggabungkan aspek kesehatan dan kepedulian lingkungan.
Pada Jumat, 23 Januari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 1 Universitas Andalas (Unand) Padang Ganting menyelenggarakan dua kegiatan utama. Siswa kelas V dan VI menjalani pemeriksaan kesehatan gigi dan mata, sementara siswa kelas I hingga IV menerima sosialisasi mengenai pengelolaan sampah. Inisiatif ini dirancang untuk membangun fondasi kebiasaan sehat dan sikap ramah lingkungan sejak usia sekolah dasar.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dasar anak usia sekolah yang berperan penting untuk mendukung proses belajar. Anak dengan kondisi kesehatan gigi dan penglihatan yang baik cenderung lebih fokus, nyaman mengikuti pembelajaran, serta aktif dalam kegiatan sekolah sehari-hari.
Pemeriksaan gigi meliputi pengamatan kebersihan gigi dan mulut, kondisi gusi, serta tanda awal masalah gigi yang berpotensi mengganggu aktivitas anak. Sementara itu, pemeriksaan penglihatan mata bertujuan untuk mendeteksi dini gangguan penglihatan yang sering tidak disadari oleh anak maupun orang tua.
Kesehatan gigi dan penglihatan merupakan bagian penting dari kesehatan anak usia sekolah. Gangguan pada kedua aspek ini dapat berdampak pada konsentrasi belajar, prestasi akademik, hingga kepercayaan diri anak. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan sederhana di sekolah menjadi langkah pencegahan yang sangat bermanfaat.
Di sisi lain, kegiatan sosialisasi sampah bagi siswa kelas I sampai IV dirancang dengan pendekatan yang interaktif dan menarik. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh anak-anak. Mereka diperkenalkan pada tiga kategori utama sampah: organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Sampah organik, seperti sisa makanan dan daun, dijelaskan sebagai material yang dapat terurai dan diolah menjadi kompos. Sampah anorganik, misalnya plastik dan kaleng, dikenalkan sebagai sampah yang sulit terurai namun bisa didaur ulang. Sementara itu, sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), seperti baterai bekas dan pecahan kaca, dijelaskan memerlukan penanganan khusus karena berpotensi membahayakan kesehatan dan lingkungan.
Tidak hanya sekadar teori, siswa juga diajak memahami cara penanggulangan sampah secara praktis. Mereka diajari pentingnya membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai jenisnya, serta membiasakan perilaku hidup bersih di lingkungan sekolah maupun rumah. Dampak negatif dari pengelolaan sampah yang tidak benar, seperti banjir akibat saluran tersumbat, pencemaran tanah dan air, hingga timbulnya berbagai penyakit, juga disampaikan dengan ilustrasi yang mudah dipahami. Harapannya, pengetahuan ini dapat menumbuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab pribadi terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Menurut Arga, selaku Ketua KKN Reguler 1 Unand Padang Ganting, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata mahasiswa dalam berkontribusi kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa sekolah merupakan lingkungan strategis untuk menanamkan nilai-nilai penting sejak dini. "Pemeriksaan kesehatan bertujuan agar anak-anak lebih sadar akan pentingnya menjaga kondisi fisik mereka. Sementara edukasi sampah kami berikan agar mereka terbiasa mengelola sampah secara benar. Kedua hal ini, jika dibiasakan sejak kecil, akan membentuk generasi yang tidak hanya sehat, tetapi juga bertanggung jawab terhadap alam," ujarnya
Melalui rangkaian kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatan secara langsung, tetapi juga pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Harapannya, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, peduli lingkungan, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran sejak usia dini bahwa kesehatan dan kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan yang lebih baik.






No comments:
Post a Comment