Oleh : Maisaroh Prodi S-1 Keperawatan FIKES UNDHARI
Narkoba merupakan salah satu masalah sosial terbesar yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga berdampak luas terhadap keluarga, lingkungan sosial, bahkan masa depan bangsa.
Generasi muda yang seharusnya menjadi harapan negara justru menjadi kelompok paling rentan terhadap bahaya narkoba.
Menurut penulis, narkoba bukan sekadar persoalan hukum, melainkan masalah kemanusiaan yang membutuhkan perhatian, pencegahan, dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu alasan mengapa narkoba sangat berbahaya adalah karena dampaknya yang merusak secara fisik dan mental. Penggunaan narkoba dapat mengganggu fungsi otak, menurunkan daya pikir, serta menyebabkan ketergantungan yang sulit dihentikan.
Dalam jangka panjang, penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius dan menurunkan kualitas hidup seseorang. Bagi pelajar dan remaja, dampak ini sangat fatal karena dapat menghambat perkembangan intelektual dan emosional mereka.
Selain merusak kesehatan, narkoba juga berdampak negatif terhadap kehidupan sosial. Pengguna narkoba sering kali mengalami perubahan perilaku, seperti menjadi lebih tertutup, mudah marah, atau menarik diri dari lingkungan.
Tidak jarang, penyalahgunaan narkoba mendorong seseorang melakukan tindakan yang merugikan orang lain, seperti berbohong, mencuri, atau melanggar norma sosial. Akibatnya, hubungan dengan keluarga dan teman menjadi rusak, serta kepercayaan dari lingkungan sekitar pun hilang.
Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja sangat beragam. Rasa ingin tahu, tekanan dari teman sebaya, kurangnya perhatian keluarga, serta pengaruh lingkungan menjadi faktor utama. Selain itu, kurangnya pemahaman tentang bahaya narkoba juga membuat remaja mudah terjerumus.
Banyak dari mereka menganggap narkoba sebagai hal yang “keren” atau cara untuk melarikan diri dari masalah, tanpa menyadari konsekuensi jangka panjang yang akan dihadapi.
Peran keluarga sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak dalam membentuk kepribadian dan nilai moral.
Komunikasi yang terbuka, perhatian, serta pengawasan yang wajar dapat membantu anak merasa aman dan dihargai. Orang tua yang memberikan contoh perilaku positif dan membekali anak dengan pengetahuan tentang bahaya narkoba akan lebih mampu melindungi anak dari pengaruh negatif lingkungan.
Sekolah juga memiliki tanggung jawab besar dalam upaya pencegahan narkoba. Pendidikan tentang bahaya narkoba seharusnya tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi juga melalui diskusi, kegiatan edukatif, dan pembinaan karakter.
Guru berperan sebagai pembimbing yang tidak hanya mengajarkan pelajaran akademik, tetapi juga nilai-nilai kehidupan seperti tanggung jawab, disiplin, dan kemampuan mengambil keputusan yang benar. Dengan lingkungan sekolah yang sehat dan suportif, siswa akan lebih kuat menghadapi tekanan sosial.
Di sisi lain, pemerintah harus bertindak tegas dan konsisten dalam menangani permasalahan narkoba. Penegakan hukum terhadap peredaran narkoba perlu dilakukan secara adil dan berkelanjutan. Namun, pendekatan hukum saja tidak cukup.
Program pencegahan, rehabilitasi, dan edukasi masyarakat harus terus diperkuat. Pemerintah juga perlu bekerja sama dengan lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan media untuk menyebarkan informasi yang benar dan membangun kesadaran bersama tentang bahaya narkoba.
Media massa dan media sosial juga memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir generasi muda. Oleh karena itu, media seharusnya digunakan sebagai sarana edukasi dan kampanye anti-narkoba,
bukan justru menormalisasi perilaku menyimpang. Konten yang mendidik dan inspiratif dapat membantu remaja memahami bahwa masa depan yang cerah hanya dapat diraih melalui gaya hidup sehat dan bertanggung jawab.
Sebagai kesimpulan, narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat merusak generasi muda dan masa depan bangsa. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh keluarga, masyarakat, dan negara.
Oleh karena itu, penanggulangan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh melalui peran keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Dengan edukasi yang tepat, perhatian yang cukup, serta lingkungan yang mendukung, generasi muda dapat terlindungi dari bahaya narkoba dan tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkontribusi positif bagi bangsa.

.jpg)
































0 Comments