Ticker

6/recent/ticker-posts

Kenakalan Remaja di Era Globalisasi


Oleh : Khoirunnisa Prodi S-1 Keperawatan FIKES UNDHARI


Antara Fakta Sosial dan Opini Kritis Globalisasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan remaja. 

Kemajuan teknologi, kemudahan akses informasi, serta arus budaya global yang begitu cepat memengaruhi cara berpikir, bersikap, dan berperilaku remaja. 

Di satu sisi, globalisasi membuka peluang besar bagi pengembangan diri dan kreativitas remaja. 

Namun di sisi lain, globalisasi juga memunculkan tantangan serius berupa meningkatnya kenakalan remaja. 

Fenomena ini menjadi persoalan sosial yang perlu dipahami secara objektif melalui fakta, sekaligus dikaji secara kritis melalui opini masyarakat.

Fakta Kenakalan Remaja di Era Globalisasi Secara faktual, kenakalan remaja masih menjadi masalah sosial yang nyata di Indonesia. 

Bentuk kenakalan remaja kini semakin beragam, mulai dari tawuran, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, hingga pelanggaran hukum di dunia maya seperti penipuan online dan penyebaran konten negatif. Remaja menjadi kelompok yang rentan karena berada pada fase pencarian jati diri dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar.

Perkembangan teknologi dan media sosial menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatnya kenakalan remaja.

 Fakta menunjukkan bahwa remaja memiliki akses luas terhadap berbagai konten tanpa pengawasan yang memadai. Konten kekerasan, pornografi, serta gaya hidup bebas dapat dengan mudah dikonsumsi dan ditiru. Selain itu, media sosial sering digunakan sebagai sarana untuk mencari pengakuan, yang terkadang mendorong remaja melakukan tindakan berisiko demi popularitas.

Dari sisi keluarga, fakta menunjukkan bahwa kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua turut berkontribusi terhadap kenakalan remaja. Orang tua yang sibuk bekerja sering kali memiliki waktu terbatas untuk berkomunikasi dengan anak. 

Akibatnya, remaja mencari pelarian di lingkungan pergaulan yang belum tentu positif. 

Lingkungan sekolah dan masyarakat juga berperan besar dalam membentuk perilaku remaja, baik sebagai faktor pelindung maupun faktor risiko.

Globalisasi dan Pergeseran Nilai Remaja Secara opini, kenakalan remaja di era globalisasi tidak dapat dilepaskan dari pergeseran nilai sosial dan budaya. Globalisasi membawa budaya kebebasan dan individualis me yang sering disalahartikan oleh remaja sebagai kebebasan tanpa batas. 

Dalam kondisi ini, norma dan aturan sosial dianggap sebagai hambatan, bukan sebagai pedoman hidup.

Opini lain menyebutkan bahwa masyarakat cenderung terlalu cepat menyalahkan remaja atas perilaku menyimpang yang mereka lakukan, tanpa memahami latar belakang dan tekanan yang dihadapi. 

Remaja saat ini hidup dalam lingkungan yang penuh tuntutan, baik akademik, sosial, maupun ekonomi. Tekanan tersebut, jika tidak diimbangi dengan dukungan emosional yang memadai, dapat mendorong remaja menyalurkan stres melalui perilaku negatif.

Media sosial juga dinilai berperan dalam membentuk pola pikir instan pada remaja.

 Segala sesuatu ingin diperoleh dengan cepat, termasuk pengakuan dan kesenangan. 

Opini ini menilai bahwa budaya instan tersebut berkontribusi pada menurunnya kesabaran dan kontrol diri remaja, sehingga mereka lebih mudah terlibat dalam tindakan kenakalan.

Dampak Kenakalan Remaja bagi Masyarakat Fakta menunjukkan bahwa kenakalan remaja memiliki dampak luas bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Remaja yang terlibat kenakalan berisiko mengalami putus sekolah, masalah kesehatan, hingga berhadapan dengan hukum. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menghambat perkembangan potensi remaja dan merugikan masa depan mereka.

Bagi masyarakat, meningkatnya kenakalan remaja dapat mengganggu ketertiban dan rasa aman. Tawuran, vandalisme, dan kejahatan remaja menciptakan keresahan sosial. 

Selain itu, biaya sosial dan ekonomi yang harus ditanggung masyarakat akibat kenakalan remaja juga tidak sedikit, mulai dari biaya penegakan hukum hingga rehabilitasi.

Secara opini, kenakalan remaja seharusnya tidak hanya dipandang sebagai pelanggaran, tetapi juga sebagai sinyal adanya masalah sosial yang lebih dalam.

Pendekatan yang terlalu represif tanpa upaya pembinaan justru berpotensi memperparah kondisi remaja dan membuat mereka semakin terpinggirkan.


Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja Mengatasi kenakalan remaja di era globalisasi memerlukan kerja sama berbagai pihak. Fakta membuktikan bahwa peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter remaja.

 Komunikasi yang terbuka, pengawasan yang proporsional, serta keteladanan orang tua menjadi fondasi utama dalam pencegahan kenakalan.

Sekolah juga memiliki peran strategis melalui pendidikan karakter, layanan bimbingan konseling, dan kegiatan ekstrakurikuler yang positif. Secara opini, pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan nilai moral dan keterampilan sosial remaja.

Selain itu, masyarakat dan pemerintah perlu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan remaja. Penyediaan ruang kreatif, pembinaan komunitas remaja, serta edukasi literasi digital menjadi langkah penting agar remaja mampu memanfaatkan globalisasi secara bijak.

Post a Comment

0 Comments


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS