Wisata Lokal Tersembunyi Pincuran Tujuh Barat: Membangkitkan Kembali Air Terjun Kembar Sebagai Pariwisata Nagari - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Monday, January 26, 2026

Wisata Lokal Tersembunyi Pincuran Tujuh Barat: Membangkitkan Kembali Air Terjun Kembar Sebagai Pariwisata Nagari

Jejak Sejarah, Masa Keemasan Wisata, dan Upaya Pokdarwis Menghidupkan Kembali Ikon Alam Solok Selatan

Penulis: 1.  Nadhifta Nabila Noeky                         2.Yunita Angrainy

  


Pemandangan dapat menjadi tempat refreshing bagi pikiran dari hiruk pikuk perkotaan. Salah satunya pemandangan yang selalu dapat kita temukan adalah air terjun. Air terjun memberikan suguhan keindahan yang menakjubkan, begitu juga dengan salah satu air terjun yang ada di Kabupaten Solok Selatan, Kecamatan Sangir tepatnya di jorong puncuran 7 barat. Air terjun ini dinamakan air terjun kembar dengan 2 air terjun yang saling berdampingan dengan ketinggian 20 hingga 25 meter. Untuk menuju air terjun ini dari pusat Kabupaten Solok Selatan dapat ditempuh selama 20 menit perjalanan. Air terjun kembar ini dibuka pada tahun 2018 oleh masyarakat sekitar secara gotong royong serta dibentuk pengelolaannya yaitu kelompok POKDARWIS, namun pada tahun 2019 air terjun ini ditutup karena adanya intruksi dinas pariwisata terkait adanya wabah Covid-19, semenjak air terjun ini ditutup hingga sekarang yang berkunjung hanyalah masyarakat sekitar dan pengelolaannya diberhentikan. Namun kelompok POKDARWIS tetap menjaga air terjun kembar ini dengan harapan agar air terjun ini dapat memberikan keindahan bagi pengunjungnya.

Air Terjun Kembar merupakan salah satu destinasi wisata alam yang tumbuh dari inisiatif dan kepedulian masyarakat setempat. Sebelum dikenal luas, kawasan air terjun ini sejatinya telah lama diketahui oleh warga sekitar sebagai bagian dari bentang alam yang menyatu dengan aktivitas sehari-hari, seperti berkebun dan mencari hasil hutan. Keberadaan dua aliran air yang jatuh berdampingan inilah yang kemudian melahirkan sebutan “Air Terjun Kembar”, sebuah nama yang sederhana namun merepresentasikan keunikan visualnya.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata alam, potensi Air Terjun Kembar mulai dilihat sebagai peluang pengembangan desa wisata. Akses menuju lokasi perlahan dibuka, jalur setapak dibersihkan, dan area sekitar air terjun mulai ditata secara swadaya oleh warga. Proses ini menjadi titik awal pengenalan Air Terjun Kembar ke publik yang lebih luas, terutama wisatawan lokal dari Solok Selatan dan daerah sekitarnya.

Pada periode sebelum pandemi COVID-19, Air Terjun Kembar sempat mengalami masa ramai kunjungan. Akhir pekan dan hari libur menjadi waktu favorit wisatawan untuk datang menikmati kesejukan air, panorama hijau perbukitan, serta suasana alam yang masih alami. Kehadiran wisatawan tidak hanya membawa kehidupan bagi kawasan wisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui parkir, warung kecil, dan jasa sederhana lainnya.

Popularitas Air Terjun Kembar kala itu turut didorong oleh promosi dari mulut ke mulut dan unggahan media sosial pengunjung. Foto-foto dua aliran air yang jatuh sejajar dengan latar hutan hijau menjadi daya tarik visual yang kuat. Meski fasilitas yang tersedia masih tergolong sederhana, justru kesan alami dan belum tersentuh modernisasi inilah yang menjadi nilai lebih di mata wisatawan pencinta alam.

Namun, kondisi tersebut berubah drastis ketika pandemi COVID-19 melanda. Pembatasan aktivitas masyarakat dan penutupan sementara destinasi wisata membuat Air Terjun Kembar kehilangan hampir seluruh kunjungan. Kawasan yang sebelumnya ramai berubah menjadi sepi, dan aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada wisata ikut terhenti. Dalam periode ini, pengelolaan wisata lebih difokuskan pada menjaga keamanan area serta mencegah kerusakan lingkungan akibat terbengkalainya fasilitas.

Masa pandemi menjadi tantangan besar sekaligus refleksi bagi masyarakat dan pengelola wisata. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bersama pemerintah nagari menyadari bahwa keberlanjutan destinasi tidak hanya bergantung pada jumlah pengunjung, tetapi juga pada kesiapan pengelolaan dan ketahanan masyarakat menghadapi krisis. Oleh karena itu, berbagai rencana pemulihan mulai disusun meski dengan keterbatasan.

Memasuki masa pasca pandemi, Pokdarwis kembali aktif melakukan penataan dan pembenahan kawasan Air Terjun Kembar. Upaya yang dilakukan meliputi pembersihan area wisata, perbaikan akses jalan, penataan ulang fasilitas dasar, serta penerapan prinsip kebersihan dan kenyamanan pengunjung. Promosi wisata juga mulai digencarkan kembali melalui media sosial, dengan menonjolkan keindahan alam dan suasana tenang sebagai daya tarik utama.

Hingga saat ini, Air Terjun Kembar perlahan kembali hidup sebagai destinasi wisata alam unggulan di Pincuran Tujuh Barat. Melalui kerja sama antara Pokdarwis, pemerintah nagari, dan masyarakat lokal, kawasan ini diarahkan menjadi wisata alam yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat. Air Terjun Kembar pun menjadi simbol kebangkitan pariwisata lokal Solok Selatan setelah melewati masa sulit pandemi. Pada akhirnya, rebranding ini diharapkan mampu menjadikan Air Terjun Kembar bukan hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai sumber kebanggaan nagari dan penggerak pembangunan sosial-ekonomi masyarakat Pincuran Tujuh Barat.


No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS