Ticker

6/recent/ticker-posts

Komuniti Penyumbang Inflasi Di Sumbar, Ini Catatan BPS Sumbarl Akhir Tahun



Padang, (5/1) - Perkembangan harga di Sumatera Barat secara umum pada bulan Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar 1,48 persen dibanding bulan sebelumnya. Secara tahun kalender (y-to-d) dan tahunan (y-on-y) terjadi inflasi sebesar 5,15 persen.




Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi pemicu utama terjadinya inflasi, yang mengalami kenaikan harga sebesar 3,68 persen dengan andil inflasi sebesar 1,24 persen. Beberapa komoditas yang dominan mendorong terjadinya inflasi/kenaikan harga beserta andilnya pada pada kelompok pengeluaran ini antara lain bawang merah (26,93 persen, andil 0,22 persen); cabai rawit (110,35 persen, andil 0,18 persen); beras (2,85 persen, andil 0,14 persen); daging ayam ras (7,70 persen, andil 0,10 persen); kangkung (55,90 persen, andil 0,09 persen); emas perhiasan (5,33 persen, andil 0,09 persen); cabai merah (2,96 persen, andil 0,08 persen); angkutan antar kota (34,13 persen, andil 0,08 persen); telur ayam ras (7,56 persen, andil 0,06 persen); dan buncis (147,50 persen, andil 0,05 persen). Di sisi lain beberapa komoditas yang menghambat terjadinya inflasi atau komoditas yang mengalami penurunan harga pada pada kelompok ini antara lain adalah wortel, jengkol, jeruk nipis/limau, dan ikan tuna.




Selain kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok lain yang juga mengalami inflasi adalah kelompok perumahan, air, Listrik, dan bahan bakar rumahtangga; kelompok transportasi; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Sementara itu, 2 kelompok mengalami deflasi yakni kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumahtangga; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.




Semua kabupaten/kota IHK di Sumatera Barat mengalami inflasi m-to-m. Inflasi tertinggi terjadi di Pasaman Barat sebesar 2,46 persen, diikuti Dharmasraya (1,33 persen), Bukittinggi (1,33 persen) dan Padang (1,23 persen). Inflasi y-to-d dan inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Pasaman Barat sebesar 7,09 persen, diikuti Bukittinggi (4,99 persen), Dharmasraya (4,77 persen) dan Padang (4,66 persen).




Nilai Tukar Petani Sumatera Barat, Desember 2025 Capai 127,72




NTP Sumatera Barat pada Desember 2025 sebesar 127,72 mengalami peningkatan sebesar 1,57 persen dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan NTP ini disebabkan peningkatan harga hasil produksi petani sebesar 3,71 persen lebih tinggi dibandingkan peningkatan harga untuk kebutuhan konsumsi maupun biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 2,11 persen.




Peningkatan NTP secara umum ini disebabkan peningkatan NTP pada subsektor hortikultura; dan subsektor peternakan. Sementara itu NTP subsektor tanaman pangan; subsektor tanaman perkebunan rakyat; dan subsektor perikanan mengalami penurunan.




Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Sumatera Barat pada Desember 2025 sebesar 135,42 mengalami peningkatan sebesar 3,65 persen. Hal ini disebabkan peningkatan harga hasil produksi petani (3,71 persen) lebih tinggi dibandingkan peningkatan harga pada penambahan barang modal (0,06 persen).




Perkembangan harga konsumen pada rumahtangga tani yang digambarkan oleh perubahan Indeks Konsumsi Rumahtangga Tani di Sumatera Barat pada Desember 2025 yang meningkat sebesar 2,71 persen yang disebabkan oleh peningkatan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,36 persen. Selain itu, 8 kelompok lainnya mengalami peningkatan, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki (0,04 persen); kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,19 persen); kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,18 persen); kelompok kesehatan (0,06 persen); kelompok transportasi (0,65 persen); kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,01 persen); kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,01 persen); dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,79 persen). Sementara itu, dua kelompok lainnya relatif tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; dan kelompok Pendidikan.




Perkembangan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat




Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui BIM pada November 2025 tercatat sebanyak 6.611 kunjungan, atau mengalami penurunan 12,88 persen jika dibandingkan dengan Oktober 2025 yang tercatat sebanyak 7.588 kunjungan. Secara kumulatif sepanjang Januari- November 2025, total kunjungan wisman yang datang melalui BIM mencapai 82.940 kunjungan, naik 19,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.




Indikator selanjutnya yang dirilis adalah Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar (TPK). Pada hotel klasifikasi bintang, TPK November 2025 tercatat sebesar 45,55 persen, turun 1,60 poin jika dibandingkan dengan Oktober 2025 yang tercatat sebesar 47,15 persen. Sementara itu TPK pada hotel klasifikasi non bintang tercatat sebesar 14,42 persen, turun 0,90 poin jika dibandingkan dengan Oktober 2025.




Selanjutnya, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Sumatera Barat pada November 2025 tercatat sebesar 1,66 juta perjalanan, atau mengalami sedikit peningkatan jika dibandingkan dengan Oktober 2025, yaitu naik 0,31 persen. Secara kumulatif sepanjang Januari- November 2025, jumlah perjalan wisnus mencapai 20,63 juta perjalanan, naik 19,46 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024.




Perkembangan Transportasi Provinsi Sumatera Barat




Indikator selanjutnya yang dirilis BPS adalah perkembangan penumpang angkutan udara melalui BIM. Penumpang penerbangan domestik yang berangkat pada November 2025 tercatat sebanyak 73,31 ribu orang, atau turun 5,44 persen jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2025 yang tercatat sebanyak 77,52 ribu orang. Untuk penumpang yang datang pada November 2025 tercatat sebanyak 72,34 ribu orang, atau turun 3,90 persen dibandingkan bulan sebelumnya.




Sementara itu, pada penerbangan internasional, jumlah penumpang yang berangkat pada November 2025 tercatat sebanyak 19,94 ribu orang, atau turun 4,50 persen dibandingkan Oktober 2025. Sedangkan untuk penumpang yang datang sebanyak 20,51 ribu orang, atau naik 2,19 persen dibandingkan Oktober 2025.




Untuk angkutan laut dalam negeri, jumlah barang yang dimuat tercatat sebesar 220,06 ribu ton, atau turun 23,26 persen dibanding Oktober 2025. Sementara itu, barang yang dibongkar, pada November 2025 juga tercatat sedikit mengalami peningkatan, yaitu naik sebesar 1,19 persen jika dibandingkan bulan lalu, dari 263,31 ribu ton pada Oktober 2025 menjadi 266,44 ribu ton pada November 2025.




Selanjutnya, keberangkatan penumpang kereta api pada November 2025 tercatat sebanyak 157,76 ribu orang, atau naik 0,37 persen dibandingkan Oktober 2025. Sementara itu, untuk barang yang diangkut dengan moda kereta api juga tercatat mengalami peningkatan 22,57 persen.




Perkembangan Ekspor Impor Provinsi Sumatera Barat




Nilai ekspor Sumatera Barat sepanjang Januari-November 2025 mencapai US$2.458,14 juta, mengalami peningkatan 22,66 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar US$2.004,05 juta. Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan, yang mengalami peningkatan 23,57 persen. Sepanjang Januari- November 2025, lima negara yang menjadi tujuan utama ekspor Sumatera Barat adalah India (US$699,80 juta), Pakistan (US$537,91 juta), Bangladesh (US$300,71 juta), Mesir (US$190,26 juta) dan Myanmar (US$179,34 juta).




Tiga komoditas utama ekspor Sumatera Barat pada Januari-November 2025 adalah Golongan Lemak & Minyak Hewan/Nabati (HS 15), Berbagai Produk Kimia (HS 38) dan Karet dan Barang dari Karet (HS 40) yang memberikan share masing-masing sebesar 82,86 persen, 3,53 persen dan 3,29 persen. Ekspor tiga golongan barang ini jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan secara nilai. Secara volume, juga terjadi peningkatan pada golongan Lemak & Minyak Hewan/Nabati (HS 15), Berbagai Produk Kimia (HS 38). Sedangkan golongan Karet dan Barang dari Karet (HS 40) mengalami penurunan.




Selanjutnya, nilai impor Sumatera Barat pada Januari-November 2025 mencapai US$530,17 juta, mengalami peningkatan 15,55 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai impor ini disumbang oleh impor bahan baku/penolong. Impor bahan baku/penolong ini secara kumulatif mengalami peningkatan 30,56 persen. Sepanjang Januari- November 2025, lima negara yang merupakan negara asal impor Sumatera Barat adalah Singapura (US$232,23 juta), Malaysia (US$176,51 juta), Brasil (US$45,97 juta), Kanada (US$26,60 juta) dan Tiongkok (US$12,62 juta).




Tiga komoditas utama impor Sumatera Barat pada Januari-November 2025 adalah Golongan Bahan Bakar Mineral (HS 27), Ampas/Sisa Industri Makanan (HS 23), serta Pupuk (HS 31) yang memberikan share masing-masing sebesar 76,00 persen, 12,94 persen dan 4,92 persen. Nilai impor tiga golongan barang ini jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan.




Neraca perdagangan Sumatera Barat pada periode Januari- November 2025 mencapai US$1.927,97 juta, atau lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang tercatat sebesar US$1.545,22 juta

#BPS Sumbar.

Post a Comment

0 Comments


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS