Ticker

6/recent/ticker-posts

Memulihkan Senyum Lambung Bukik Dengan Kebersamaan Dan Warna Sebagai Penawar Pasca Bencana

 


Nama: KKN kebencanaan Kapalo Koto 8



Sumatera barat Kembali diuji, bencana alam yang melanda beberapa waktu lalu tidak hanya meninggalkan jejak kerusakan fisik pada sebuah bangunan namun juga luka yang tidak bisa dilihat dengan mata didalamm jiwa para penyintasnya,terutama anak anak. 

Di tengah proses pemulihan yang sedang berjalan, perhatian kita tidak boleh luput dari aspek penting yang krusial, yaitu Kesehatan mental generasi masa depan.

Pada hari minggu (18/1), kami dari mahasiswa KKN kebencanaan kapalo koto 8 dan 7 yang diturunkan oleh universitas andalas bekerja sama untuk hadir ditengah masyarakat lambung bukik. Bukan membawa alat berat atau bahan bangunan, melainkan membawa warna, dedaunan dan keceriaan. Melalui program trauma healing, kami berusaha membalut luka psikis kepada 100 anak yang terdampak bencana. 

Mengapa harus warna? Trauma pada anak anak seringkali bersifat “diam”. Mereka mungkin tidak bisa mengungkapkan rasa takut,cemas atau sedihnya melalui kata kata. 

Oleh karena itu, kami memilih metode ecoprint dan mewarnai sebagai media katarsis. 

Ecoprint(seni dari alam) melalui Teknik menempelkan pola daun ke kain anak-anak diajak kembali bersahabat dengan alam. 

Kami ingin menanamkan pesan bahwa meski alam bisa memberikan ujian, ia juga menyediakan keindahan dan manfaat jika kita mampu menjaganya. Mewarnai: Aktivitas ini bukan sekadar mengisi ruang kosong dengan pigmen. Mewarnai memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan emosi mereka secara bebas, melatih fokus, dan memberikan rasa kendali sesuatu yang sering hilang saat bencana terjadi secara tiba-tiba.

Trauma healing ini lebih dari sekedar bermain, Melihat antusiasme 100 anak di Lambung Bukik hari ini adalah sebuah pengingat bahwa resiliensi (kemampuan bangkit kembali) harus dibangun sejak dini. 

Trauma healing bukanlah kegiatan sekali jadi, melainkan langkah awal untuk memastikan anak-anak tidak tumbuh dalam bayang-bayang ketakutan. 

Kehadiran kami sebagai mahasiswa KKN Kebencanaan Unand adalah wujud nyata dari pengabdian masyarakat. 

Kami percaya bahwa pemulihan pascabencana harus bersifat holistik. Jika infrastruktur adalah tubuh dari sebuah daerah, maka kondisi psikologis warganya adalah jiwanya.

Harapan kami Kegiatan di Lambung Bukik ini diharapkan menjadi pemantik bagi pihak-pihak lain untuk terus memberikan dukungan psikososial bagi korban bencana di Sumatera Barat. 

Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan, namun mereka juga yang paling cepat belajar untuk bangkit jika kita memberikan pendampingan yang tepat. Hari ini, dari selembar kain ecoprint dan goresan krayon, kami melihat secercah harapan. 

Luka mungkin masih ada, tetapi senyum yang merekah di wajah anak-anak Lambung Bukik adalah bukti bahwa kehidupan harus terus berjalan, dan kita akan melaluinya bersama-sama.

Post a Comment

0 Comments


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS