Ticker

6/recent/ticker-posts

JAKABA: INOVASI HIJAU BERBASIS EDUKASI DAN PRAKTIK UNTUK MENGURANGI KETERGANTUNGAN PUPUK KIMIA



Oleh :1. Fuji Astuti Febria, 2.Zainal Arifin, 3. Lili Sukriani, 4. Yuni Selffia, 5.Rani Triani, 6.Lastri, 7.Mutiara, 8.Zharifah Farhah 9. Enjeli Sugandi



Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis serta meningkatnya limbah rumah tangga menjadi persoalan serius di Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kota Bukittinggi. Menjawab tantangan tersebut, tim dosen dan mahasiswa S2 Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas melaksanakan program Pengabdian Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diketuai oleh Dr. Fuji Astuti Febria, M.Si mengedukasi dan berinovasi mengolah limbah organik menjadi pupuk Jakaba.



Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat melalui edukasi lingkungan sekaligus mendorong praktik pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan, dengan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sintetik yang berdampak pada penurunan kesuburan tanah, pencemaran lingkungan, serta meningkatnya biaya produksi.

Limbah cucian beras dihasilkan setiap hari dan dibuang tanpa pemanfaatan, sehingga meningkatkan beban pencemaran perairan. Padahal, air cucian beras mengandung pati, vitamin B kompleks, protein terlarut, dan mineral yang berpotensi menjadi sumber nutrisi bagi mikroorganisme. Jika dibuang, limbah air cucian beras. 

Melalui pengolahan sederhana berbasis fermentasi, air cucian beras dapat diubah menjadi pupuk organik cair bernilai tinggi seperti Jakaba, yang berfungsi sebagai sumber nutrisi sekaligus inokulan mikroba untuk memperbaiki kualitas tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.

Secara ilmiah, Jakaba dihasilkan melalui proses fermentasi. 

Kandungan pati dan gula sederhana dalam air cucian beras dimanfaatkan mikroba sebagai sumber energi untuk pertumbuhan. 

Selanjutnya, kelompok bakteri menghasilkan asam organik yang menurunkan pH sehingga menekan mikroba patogen. 

Produk Jakaba berperan meningkatkan kesuburan tanah, mikroba dalam Jakaba membantu menguraikan bahan organik dalam tanah menjadi unsur hara yang lebih mudah diserap tanaman, meningkatkan pertumbuhan tanaman, meningkatkan vigor tanaman serta keseimbangan komunitas mikroba tanah.

Melalui program PKM ini, masyarakat diberikan edukasi lingkungan mengenai dampak penggunaan pupuk kimia dan pentingnya pengelolaan limbah organik terutama dari kegiatan rumah tangga, serta pelatihan pembuatan pupuk organik Jakaba yang didampingi oleh Rani Triani dan Yuni Selfia mahasiswa prodi S2 Ilmu Lingkungan. Pelatihan ini mendorong masyarakat agar dapat menghasilkan pupuk secara mandiri.

Ketua tim pengabdian menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menawarkan solusi teknis pengolahan limbah, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat agar mampu mengolah limbah secara mandiri menjadi produk bernilai guna. 

Melalui pendekatan berbasis sains dan edukasi. Jakaba membuktikan bahwa inovasi hijau dapat diterapkan secara sederhana, murah, dan berdampak nyata dalam mendukung pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan.

 

Post a Comment

0 Comments


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS