Oleh : Habiburahman_2510831010. Ilmu politik Universitas Andalas
Pendidikan merupakan salah satu pilar kehidupan yang utama dalam pembangunan suatu negara.Majunya suatu negara bisa dilihat juga dari seberapa bagusnya pendidikan di negara tersebut.
Peran pendidikan tidak lain dan tidak bukan adalah mencetak generasi penerus yang berkulitas,bisa disebut dengan generasi EMAS atau bisa saja berbanding terbalik??,malah mencetak generasi penerus yang tidak berkualitas atau Bobrok yang menjadi generasi CEMAS.
Pendidikan di indonesia dari dulu hingga sekarang adalah terdiri dari pendidikan dasar,menengah dan tinggi.Sekolah dasar(SD),Sekolah Menengah Pertama(SMP),dan Sekolah Menengah Atas(SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan(SMK).
Dan di tingkat tertinggi ada Institut,Universitas dan Akademi yang menawarkan berbagai program studi.Sistem pendidikan indonesia mengacu pada Sistem Pendidikan Nasional yang menciptakan visi dan misi yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) adalah sebagai berikut:“Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.”Adapun misi yang diemban dalam Undang-undang SISDIKNAS adalah “Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat (UU RI SISDKNAS: 41).” Dengan adanya visi dan misi dari SISDIKNAS tersebut akankah terlaksana sesuai dengan Realita yang ada dan Idealitas yang di harapkan bangsa indonesia,atau hanya sebatas omongan belaka.......
Tantangan Pendidikan Indonesia
1. Kualitas Guru:Tenaga pengajar di indonesia masih menjadi masalah tahunan.Karena banyak guru yang lulus secara sah,namun kualitas nya tidak memadai,maka dari itu sertifikasi tenaga pendidik harus dievaluasi lagi untuk meningkatkan kualitas pengajaran
2. Infrastruktur:Beberapa wilayah di indonesia masih banyak yang memiliki tempat belajar mengajar yang kurang memadai bahkan sudah tidak layak sekali,akses kesekolah harus bertaruh nyawa,sedangkan didaerah lain infrakstrukturnya melebihi kata memadai
3. Aksesibilitas:Meskipun pemerintah mewajibkan pendidikan 12 tahun,namus masih banyak anak anak yang putus sekolah karna keegoisan dari pihak sekolah.Sehingga menyebabkan anak tersebut harus putus sekolah dan harus membantu perekonomian keluarganya
4. Kurikulum;Seperti yang kita tau kurikulum sekarang sudah tidak beraturan,sudah di acak acak,tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi yang begitu pesat
Tidak hanya dari beberapa faktor diatas yang menyebabkan pendidikan indonesia hanya berjalan ditempat yang sama.Tenaga pendidik atau Guru terkadang juga menyebabkan kurangnya keinginan anak anak bangsa yang ingin mengembangkan dirinya.
Sebuah berita baru baru ini mengempar dunia pendidikan.Dilansir dari TRIBUNSUMSEL.COM ”Guru Injak Siswa SMA di Boyolali Gegara Tidur di Kelas, Warga Geruduk Sekolah, Korban Anak Yatim“,
Di dalam berita tersebut dijelaskan bahwa ada 3 orang siswa yang sedang tidur dilantai,ketika dibangunkan siswa tersebut tidak merespon,namun sang guru kemudian mendekati mereka dan berjalan sambil menginjak tubuh ketiga siswa tersebut.Apakah segitu buruknya pendidikan indonesia?,sehingga seorang Guru yang seharusnya menjadi panutan disekolah untuk semua siswanya,malah melakukan tindakan yang bisa dikatakan tidak wajar.Dan sangat disayangkan sekali salah satu dari siswa yang diinjak guru tersebut adalah anak yatim.Hingga siswa tersebut sampai mengalami gangguan mental yang berlarut larut.Bagi mereka luka bukan hanya sekedar sakit fisik,namun juga merobek rasa keadilan yang ada disekolah
Akses pendidikan berkualitas di indonesia masih menjadi PR bangsa ini.Pendidikan yang tidak merata bisa berdampak langsung pada Sumber Daya Manusia(SDM).Bukan hanya itu,Maling yang berpakaian rapi atau korupsi juga tidak dapat di hindarkan.Banyak kebijakan tidak berjalan dengan relevan karena praktik kolusi dan nepotisme yang bercabang.Birokrasi pun masih tidak efisien
REFORMASI KURIKULUM
Ganti menteri ganti kurikulum,itulah yang terjadi pada masyarakat sekarang ini.Ketika pendidikan yang harusnya bertujuan mencerdaskan anak bangsa,malah dijadikan bahan mainan atau olokan semata tanpa memikirkan sedikit pun untuk kedepannya.Kebijakan yang hanya dibuat semena-mena,entah kah itu untuk pribadi ataupun untuk bersama.seperti yang terjadi baru baru ini,
Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek 2019-2022, hingga ditetapkannya Nadiem Makarim sebagai tersangka
Seorang pembawa kunci emas bangsa untuk menuju indonesia EMAS 2045 malah menjadi tombak penghancur awal mula kehancuran bangsa.Sangat disayangkan,melihat seorang pemimpin yang seharusnya membawa indonesia menjadi negara maju,malah menjadi salah satu penghancur.
Indonesia harus berbenah kembali jika ingin menuju indonesia EMAS 2045 yang di iming-imingkan tersebut.Dengan mengganti bibit manusia yang hanya memikirkan dunia dan dirinya dengan manusia yang benar benar tulus hatinya untuk mencapai INDONESIA EMAS 2045,bukan INDONESIA CEMAS 2045
PENUTUP
Implentasi Pendidikan memerlukan dukungan dari semua pihak.
Tidak hanya pemerintah namun peran orang tua,masyarakat juga diperlukan untuk menggapai INDONESIA EMAS 2045.Pemerintah juga harus memfokuskan untuk mewadahi pilar pilar kebanggaan bangsa.
Dengan demikian Sistem Pendidikan Indonesia akan mampu menghasilkan,mencetak generasi lulusan yang mampu berdaya saing secara global serta berkonstribusi untuk memajukan bangsa.Bukan lagi hanya sekedar INDONESIA NEGARA BERKEMBANG,Tapi INDONESIA NEGARA MAJU





No comments:
Post a Comment