Ticker

6/recent/ticker-posts

PASAR RAKYAT DI TPS KOTA WARSAWA POLANDIA

 


Foto : antrian warga  DI TPS KOTA WARSAWA POLANDIA/. dokumen 

Suasana musim dingin tidak menyurutkan antusiasme warga Indonesia di Polandia untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sejak jam 8 pagi, para pemilih sudah datang untuk menyalurkan hak pilihnya di TPS yang berlokasi di KBRI Warsawa, Sabtu (10/2). “Alhamdulillah, berjalan lancar, tertib dan juga penuh kehangatan”, terang Ketua PPLN Warsawa, Bahdal Ilnata.

Tak hanya dari Warsawa, Diaspora Indonesia yang datang ke TPS juga berasal dari kota lain seperti Szczecin, Gdanks, Wroclaw, Katowice, Krakow dan Poznan. Ratusan orang ini rela menempuh perjalanan ratusan kilometer untuk nyoblos di TPS. “Berangkat dari subuh, tapi mampir jemput teman dulu di Poznan baru ke Warsawa. Makanya agak kesiangan (datangnya),” tutur Anto, salah satu Diaspora Indonesia di Polandia.

Mengantisipasi antusiasme Diaspora Indonesia, PPLN Warsawa juga mengadakan pasar rakyat sekitaran area TPS kota Warsawa. Beberapa tenan pada pasar rakyat itu menjual bakso, siomay, ayam geprek, nasi kuning, bakwa udang, tahu isi, dan beraneka ragam cemilan dan bumbu-bumbu instan khas masakan Indonesia. “Supaya hari ini juga menjadi perayaan kebudayaan, identitas dan persatuan Indonesia. Jadi kebersamaan tetap terjaga meskipun jauh dari tanah leluluh”, tambah Ketua PPLN.

Berdasarkan data dari PPLN Warsawa, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) adalah 2586. 698 terkonfirmasi untuk datang dan melakukan mencoblosan di TPS. Sedangkan 1888 lainnya menggunakan metode pos dalam mencoblos.

Berdasarkan pemantauan di TPS Warsawa, banyak hadir anak-anak muda yang pada hari ini merupakan pencoblosan pertama mereka. Salah satunya Choirul, mahasiswa S2 di Warsawa University of Life Sciences di kota Warsawa. “Kalo yang di luar negeri aku nyoblos yang pertama. Kalo seumur hidup juga yang pertama. Jadi lumayan spesial ini pengalaman kali ini,” ungkap Choirul.

Selain Choirul, ada juga Solahudin. “Sebenernya aku punya kesempatan 3 kali buat nyoblos. Cuma ini pertama kali (benar-benar) nyoblos. Waktu aku kuliah di Jogja ada banyak informasi yang kurang jelas soal formular C5. Jadi pada saat itu aku 2 kali gak memilih,” ungkap Solahudin.

Pelaksanakan pemungutan suara di TPS Warsawa kali ini dihadiri oleh 2 orang saksi. 1 dari partai politik dan 1 dari pasangan calon presiden dan wakil presiden. Bahdal menerangkan kehadiran saksi ini merupakan bentuk legitimasi dan transparansi proses pemungutan suara di kota Warsawa. “Mereka mengawasi dan memastikan bahwa setiap lembar suara diperlakukan dengan adil dan jujur,” jelas Bahdal. (iwo)

Post a Comment

0 Comments


SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS