Masa depan pembangunan Kota Padang tidak cukup hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Penguatan iman, ketakwaan, karakter, serta moral masyarakat menjadi fondasi penting agar kemajuan kota berjalan seiring dengan nilai-nilai keagamaan.
Pesan tersebut ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang di Aula Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Minggu (8/11/2026).
Di hadapan para ulama dan tokoh masyarakat yang hadir, Fadly menekankan pentingnya peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, berkarakter, dan harmonis. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk ulama sebagai pembimbing umat.
Pembunuh Prostat Ditemukan! Para Pria Harus Membacanya Sekarang!
Pembunuh Prostat Ditemukan! Para Pria Harus Membacanya Sekarang!
Satu Sendok sebelum Tidur, Turunkan 15 Kg hanya dalam 2 Minggu!
Satu Sendok sebelum Tidur, Turunkan 15 Kg hanya dalam 2 Minggu!
Ia juga mengajak MUI Kota Padang terlibat aktif menyukseskan berbagai Program Unggulan (Progul) Pemko Padang, di antaranya Sinergi Nagari, Padang Juara, dan Smart Surau. Program-program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi juga gerakan bersama yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Kami berharap pengurus MUI Kota Padang dan seluruh pihak terkait dapat memberikan masukan serta terlibat aktif dalam memperkuat pelaksanaan berbagai program tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat," ujar Fadly.
Lebih jauh, Fadly menegaskan Pemko Padang terbuka untuk terus memperkuat kolaborasi dengan MUI. Ia berharap hubungan baik antara ulama dan pemerintah semakin kokoh demi kemaslahatan umat sekaligus mendukung kemajuan Kota Padang. "Pada prinsipnya, Pemerintah Kota Padang siap bersinergi dan berkolaborasi dengan MUI," tegasnya
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Dakwah dan Infokom MUI Sumatera Barat, Ahmad Kosasih, mengingatkan bahwa Musda bukan sekadar agenda pemilihan ketua dan kepengurusan baru. Forum tersebut harus menjadi momentum memperkuat organisasi, mengevaluasi perjalanan pengabdian, serta merumuskan arah perjuangan MUI ke depan. Ia juga mengajak peserta mengedepankan tata kelola organisasi dan etika bermusyawarah sesuai tuntunan Islam agar melahirkan pemimpin yang peduli terhadap umat.
Ketua MUI Kota Padang, Syafruddin, menjelaskan Musda XI memiliki sejumlah agenda penting, mulai dari pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus hingga penyusunan program kerja lima tahun mendatang. Forum ini juga akan memilih pengurus MUI Kota Padang periode 2026–2031. Syafruddin turut menyampaikan apresiasi kepada Pemko Padang atas dukungan selama ini, termasuk bantuan dana hibah untuk menunjang kegiatan dan program MUI.
Pembukaan Musda XI tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, Kaban Kesbangpol Syahendri Barkah, Kabag Kesra Zul Asfi Lubis, unsur Forkopimda, camat se-Kota Padang, pengurus MUI Sumatera Barat, jajaran MUI kota dan kecamatan, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta pimpinan pondok pesantren. Musda ini diharapkan melahirkan kepemimpinan yang amanah dan program kerja yang mampu memperkuat peran ulama dalam membimbing umat serta mengawal pembangunan Kota Padang


"
/>



No comments:
Post a Comment