.
Padang, -Jurnalis Sumbar
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus memperkuat struktur organisasi dan melakukan konsolidasi internal sebagai bagian dari prsiapan menghadapi pemilu 2029.
"Kegiatan ini mengajak DPW dan DPD Provinsi untuk melakukan evaluasi struktural. Ketua Harian DPP PSI ingin memastikan kesiapan struktur PSI dalam menjalankan proses verifikasi,"kata ketua Harian PSI, Ahmad Ali.
Rapat konsolidasi terkait progres struktur kepengurusan DPC dan ranting dihadiri oleh ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Barat, H. Hendrajoni Datuk Bando Basau (Bupati Pesisir Selatan) pada Rabu (28/10/2026) tepatnya hari Sumpah Pemuda.
Ketua DPW PSI Sumbar H. Hendrajoni, SH. MH. memimpin langsung barisan pengurus wilayah dalam menyambut agenda penting pembenahan organisasi. Pertemuan ini menjadi panggung utama bagi jajaran pengurus didaerah untuk menyalaraskan frekuensi gerak partai.
Dalam arahannya, Hendrajoni menegaskan tantangan politik di Ranah Minang membutuhkan pendekatan yang taktis dan kerja keras ekstra. Ia menekankan pentingnya disiplin organisasi agar setiap instruksi strategis dari pusat dapat diterjemahkan secara konkret ditingkat tapak.
Konsolidasi dan pengarahan Ketua Harian DPP PSI dilaksanakan di Hotel Santika Padang, juga hadir Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menyebut banyak pihak yang kecewa ketika dirinya bergabung dengan partai pimpinan Kaesang Pangarep.
Tak hanya itu, bahkan kata Ali, terdapat pula pihak yang mencaci maki dirinya saat dia memutuskan merapat dengan Partai lambang gajah tersebut.
Konsolidasi partai PSI Sumatera Barat memasuki tahap penguatan struktur hingga ke tingkat akar rumput dan Ahmad Ali menargetkan seluruh struktur partai di Sumbar rampung hingga tingkat Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) pada akhir tahun 2026,bahkan menjanjikan hadiah ambulans dan umrah bagi pengurus yang menjadi bagian dari pencapaian target tersebut.
Target itu disampaikan Ahmad Ali dalam rapat konsolidasi PSI, di hadapan jajaran pengurus dan kader, ia menegaskan bahwa penyelesaian struktur organisasi dan kader, ia menegaskan bahwa penyelesaian struktur organisasi menjadi salah satu prioritas DPP PSI untuk memperkuat mesin partai di daerah.
Insyaallah akhir tahun ini akan selesai semua sampai dengan tingkat DPRT. Selesai DPRT, saya kasih hadiah ambulans dan ketua-ketua DPD-nya saya umrahkan semuanya,” ujar Ahmad Ali.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, pembentukan struktur PSI telah menjangkau 16 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Sementara itu, tiga daerah lainnya masih perlu dituntaskan.
Bagi Ahmad Ali, pembentukan struktur bukan sekadar memenuhi administrasi organisasi. Keberadaan pengurus hingga tingkat ranting diharapkan menjadi fondasi bagi partai untuk memperluas jangkauan, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, dan menjalankan kerja politik secara berkelanjutan.Baca jugaPenyegaran Sekaligus Beri Ruang Setara 4 Anggota Fraksi, NasDem Kota Kediri Lakukan Rotasi
Selain menekankan penyelesaian struktur, Ahmad Ali mengingatkan agar PSI di Sumatera Barat dibangun dengan memperhatikan karakter dan budaya masyarakat setempat.
Ia menegaskan, kekuatan PSI di daerah tidak semestinya hanya bertumpu pada popularitas tokoh nasional. Keterlibatan putra-putri daerah yang memahami kultur Minangkabau dan persoalan masyarakat dinilai penting dalam membangun partai yang memiliki akar kuat di daerah.
“PSI ini bukan Jokowi. PSI ini adalah Sumatera Barat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa PSI Sumbar perlu membangun identitas dan kekuatan organisasinya sendiri. Pengurus didorong membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat serta mengambil peran dalam membesarkan partai.
Target kini menjadi tolak ukur keseriusan konsolidasi PSI di Sumatera Barat dan tantangan berikutnya adalah mengubah struktur organisasi menjadi kekuatan kader yang hadir, bekerja, dan membangun hubungan nyata dengan masyarakat.
(Kitti)


"
/>



No comments:
Post a Comment