Gandang Tambua Jadi Pengiring Alek dan Arak-Arakan dalam Kesenian Minangkabau - Jurnalis Sumbar | Portal Berita

Breaking

" Dewan Komisaris PT.Piliang intermaya Media Beserta Wartawan/ i JurnalisSumbar mengucapkan " Selamat Ramadhan 1447 | 2026"

Saturday, October 3, 2026

Gandang Tambua Jadi Pengiring Alek dan Arak-Arakan dalam Kesenian Minangkabau

  


Oleh: Sasmita Zulianti



Gandang Tambua merupakan salah satu kesenian musik tradisional Minangkabau yang banyak berkembang di wilayah Pariaman dan sejumlah daerah di Kabupaten Agam. Bunyi gandang yang dimainkan bersama tasa sering hadir dalam acara baralek, alek nagari, arak-arakan, hingga kegiatan adat tertentu. Di Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, kesenian Gandang Tambua Pupuik bahkan menjadi bagian dari pertunjukan dalam pesta perkawinan dan alek nagari.

Gandang tambua memiliki bentuk seperti tabung dengan dua sisi yang dilapisi membran kulit. Alat musik ini dimainkan dengan cara disandang pada salah satu bahu pemain dalam posisi berdiri, kemudian kedua permukaannya dipukul menggunakan alat pemukul dari kayu. Dalam perkembangan kesenian tambua-tansa, gandang tambua dimainkan bersama tasa yang memiliki fungsi berbeda dalam mengatur jalannya permainan musik.


Gandang Tambua di Pariaman


Pariaman menjadi salah satu wilayah yang kuat dengan tradisi Gandang Tambua. Di Desa Cubadak Aia, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, kesenian ini telah didokumentasikan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Permainan Gandang Tambua di daerah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki hubungan dengan komunikasi dan kegiatan sosial masyarakat. Dalam susunan musiknya, tasa berperan sebagai pemimpin permainan, sedangkan gandang tambua mengikuti pola yang dibentuk oleh tasa.

Penggunaan Gandang Tambua di Pariaman juga berkaitan dengan berbagai kegiatan adat dan keagamaan. Dokumentasi kebudayaan Pariaman mencatat kesenian ini digunakan dalam kegiatan seperti Batabuik, sedangkan di wilayah lain seperti Payakumbuh terdapat penggunaan tambua dalam acara batagak penghulu. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa fungsi tambua mengikuti kegiatan masyarakat di masing-masing daerah, sehingga tidak semua bentuk pertunjukan tambua memiliki konteks yang sama.

Di lingkungan masyarakat Pariaman, Gandang Tambua juga dapat menjadi bagian dari arak-arakan. Bunyi gandang yang dimainkan secara berkelompok memberi tanda sekaligus mengiringi pergerakan rombongan dalam sebuah kegiatan. Fungsi seperti ini membuat musik tambua memiliki hubungan langsung dengan kegiatan bersama, bukan hanya dimainkan sebagai pertunjukan yang berdiri sendiri. Praktik tersebut dapat ditemukan dalam berbagai kegiatan masyarakat Pariaman yang melibatkan arak-arakan dan perayaan adat.

Salah satu konteks yang cukup dikenal adalah Batabuik di Pariaman. Tradisi Batabuik merupakan rangkaian kegiatan budaya masyarakat Pariaman yang memiliki bentuk arak-arakan dan pertunjukan. Gandang Tambua menjadi salah satu kesenian yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Karena Batabuik memiliki konteks budaya tersendiri, penggunaan tambua dalam kegiatan ini tidak dapat disamakan begitu saja dengan fungsi tambua dalam baralek atau kegiatan adat di nagari lain.


Gandang Tambua di Kabupaten Agam


Kesenian Gandang Tambua juga berkembang kuat di Kabupaten Agam. Di Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, terdapat Gandang Tambua Pupuik yang dimainkan dalam kelompok sekitar 10 hingga 15 orang. Ansambel tersebut terdiri atas tambua, pupuik batang padi, talempong, gadabiak atau rebana, serta giriang-giriang. Susunan ini membuat pertunjukan Gandang Tambua Pupuik tidak hanya mengandalkan bunyi gandang, tetapi melibatkan beberapa instrumen sekaligus.

Kesenian di Nagari Paninjauan memiliki perubahan fungsi yang cukup jelas. Pada awalnya Gandang Tambua Pupuik dimainkan ketika kegiatan konsi atau gotong royong di sawah sedang berlangsung, terutama ketika masyarakat beristirahat untuk makan dan minum. Permainan tersebut juga menjadi penanda bahwa kegiatan gotong royong sedang dilaksanakan. Dalam perkembangannya, kesenian itu lebih banyak tampil dalam pesta perkawinan, alek nagari, dan kegiatan masyarakat lainnya.

Konteks berbeda ditemukan di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Di daerah ini berkembang pertunjukan Tambua Tansa yang memadukan Gandang Tambua dan Gandang Tansa. Dalam salah satu bentuk pertunjukan yang didokumentasikan pada 2024, Tambua Tansa digunakan untuk mengiringi kegiatan takbiran dengan pertunjukan di atas rakik, yaitu perahu yang dibuat dari susunan bambu dan dihias untuk kegiatan tersebut.

Hubungan Gandang Tambua dengan kegiatan masyarakat juga terlihat di kawasan Tanjung Alai Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya. Di daerah tersebut berkembang kesenian Batambua sampai Ama. Kesenian ini dimainkan bersama alat musik tasa dan digunakan dalam kegiatan seperti pesta perkawinan serta upacara adat. Istilah “ama” dalam konteks kesenian setempat merujuk pada kondisi pemain yang terbawa suasana permainan dengan semangat yang sangat kuat.

Perbedaan antara Paninjauan, Maninjau, dan Tanjung Alai Koto Malintang memperlihatkan bahwa kesenian tambua di Kabupaten Agam memiliki bentuk yang beragam. Ada yang berkembang dalam baralek dan alek nagari, ada yang digunakan untuk mengiringi takbiran, dan ada pula yang berkaitan dengan kegiatan gotong royong serta upacara adat. Karena itu, istilah Gandang Tambua tidak selalu menunjuk pada satu bentuk pertunjukan yang seragam di seluruh wilayah Agam.


Tasa dan Permainan Gandang Tambua


Dalam permainan Gandang Tambua, tasa mempunyai posisi penting sebagai pengatur jalannya musik. Di Cubadak Aia, Pariaman Utara, tasa ditempatkan sebagai instrumen yang memimpin permainan, sementara gandang tambua mengikuti pola yang diberikan. Hubungan tersebut juga dikaitkan dengan struktur sosial masyarakat Minangkabau yang mengenal posisi pemimpin dan anggota dalam kehidupan bersama.

Secara bentuk, tasa berbeda dari gandang tambua. Tasa menyerupai bejana atau wadah berbentuk kuali dengan satu permukaan yang dilapisi kulit, sedangkan gandang tambua memiliki dua permukaan. Dalam permainan tambua-tansa, tasa berfungsi memberi tanda perubahan lagu, mengatur ritme, dan menjaga jalannya sajian musik. Gandang tambua kemudian membentuk pola pukulan yang menjadi bagian utama dari bunyi ansambel.


Kombinasi tambua dan tasa membuat permainan dapat dibawakan secara berkelompok dalam sebuah arak-arakan maupun pertunjukan. Pada atraksi Tambua Tansa di kawasan wisata Kabupaten Agam, misalnya, permainan dilakukan oleh sejumlah pemain yang membawa gandang tambua dan tasa dalam posisi berdiri. Format kelompok seperti ini sesuai dengan karakter kesenian tambua yang mengutamakan permainan bersama dan koordinasi antarpemain.

Bagi masyarakat yang masih menggunakan Gandang Tambua dalam kegiatan adat dan alek, keberadaan musik ini juga berkaitan dengan ruang berkumpul. Di Nagari Paninjauan, perubahan penggunaan dari kegiatan konsi di sawah menuju baralek dan alek nagari menunjukkan bagaimana sebuah kesenian dapat berpindah konteks tanpa harus kehilangan bentuk dasar permainan kelompoknya.

Gandang Tambua karena itu memiliki tempat yang cukup luas dalam kehidupan kesenian Minangkabau. Di Pariaman, bunyinya dapat hadir dalam kegiatan Batabuik dan berbagai acara masyarakat. Di Kabupaten Agam, kesenian ini ditemukan dalam baralek, alek nagari, kegiatan adat, gotong royong, hingga pertunjukan Tambua Tansa dalam takbiran di Nagari Maninjau. Setiap daerah membawa konteksnya sendiri, sehingga perkembangan Gandang Tambua juga mengikuti kebutuhan masyarakat yang memainkannya.

Bagi masyarakat Minangkabau, sebuah pertunjukan tambua tidak hanya ditentukan oleh bunyi gandang. Ada pemain, tasa, arak-arakan, alek, dan ruang sosial yang membuat kesenian itu dimainkan. Dari Paninjauan hingga Pariaman, Gandang Tambua terus hadir dalam berbagai kegiatan dengan bentuk yang menyesuaikan lingkungan masyarakatnya. Di situlah musik tradisional ini tetap memiliki fungsi yang jelas dalam kegiatan budaya yang berlangsung di nagari.

No comments:

Post a Comment

Kota Padang



"Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Januari 2026"




"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS